Tahanan Korupsi Bunuh Diri – Ambon Ekspres
Trending

Tahanan Korupsi Bunuh Diri

AMBON,AE— Sungguh malang nasib Jemmy Weridity. Setelah diringkus oleh Kejari Saumlaki, kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, Weridity dengan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Diduga karena faktor stress berat karena menanggung rasa malu, akhirnya membuat Weridity mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Parahnya lagi, Weridity mengakhiri hidupnya dalam tahanan Kejari Saumlaki.

Kejadian itu terjadi pukul 12.00 Wit. Saat itu, Weridity usai dijenguk keluarganya. Rencananya, tersangka korupsi yang telah menggelapkan ratusan dana milik PNS se-kecamatan di Kabupaten MTB itu akan dibawa ke Rutan klas II B, Saumlaki.

“Tadi (kemarin red) pas usai dijenguk keluarganya, Weridity kemudian minta ijin pergi ke kamar mandi. Kan di dalam sel ada kamar mandi. Namun setelah ditunggu beberapa saat tidak keluar, akhirnya kami cek ke kamar mandi, “ujar Kasipidsus Kejari Saumlaki, Denny Syahputera kepada koran ini.

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata ditemukan Weridity sudah dalam keadaan tergantung. Setelah diturunkan, Weridity sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Waktu pas ketahuan lalu diturunkan, dia sudah meninggal. Kemudian kita laporkan kepada keluarga dan jenazahnya dipulangkan, “katanya.

Belum diketahui motif sehingga Weridity nekat mengakhiri hidupnya. Namun ada indikasi bahwa tersangka korupsi itu merasa malu dan stres.

“Waktu diperiksa, dia sudah mengakui perbuatannya. Ada main selingkuhan. Jadi mungkin dia malu lalu ambil jalan pintas, “papar Syahputera.

Terkait kasus korupsi yang melilit tersangka, pihak penyidik melakukan pemeriksaan saksi. Namun, karena tersangka sudah meninggal, maka dapat dipastikan jika kasus tersebut dihentikan.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, tim Buru Sergap Intelijen dan Pidana Khusus Kejari Saumlaki, bersama Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Berhasil Menangkap Jemmy Weridity, yang diduga melakukan penggelapan dana operasional seluruh kecamatan di Kabupaten setempat.

Penangkapan dilakukan setelah pihak Kejari Saumlaki setelah menerima laporan dari beberapa pegawai di Kecamatan di Kabupaten MTB. Pihak Kejari Saumlaki kemudian membentuk tim yang terdiri dari intelejen Kejaksaan guna menyelidiki kebenaran tersebut.

Berdasarkan data-data yang diperoleh, lanjut dia, sejumlah dana bulan Juni 2015 Oktober 2015 dengan total sekitar Rp 814.000.000 digelapkan Weridity. Terduga korupsi Jemmy Weridity memalsukan SP2D dan memanipulasi data aplikasi keuangan.

Setelah memanipulasi data aplikasi keuangan, terduga kemudian memalsukan tanda tangan bendahara pengeluaran Pemkab MTB. Terduga sendirilah yang mencairkan dana ratusan jta itu di bank Maluku Cabang Saumlaki.
Uang-uang yang digelapkan itu, dipakai untuk kepentingan pribadi. (AFI)

Most Popular

To Top