Habis Batas Waktu, Proyek tak Kelar – Ambon Ekspres
Trending

Habis Batas Waktu, Proyek tak Kelar

AMBON,AE— Pembangunan trotoar di jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon belum juga tuntas, meski sesuai kontrak, trotoar sudah harus rampung pada Desember 2015 lalu.Hingga kemarin, beberapa bagian trotoar yang dibangun melalui program Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) itu belum rampung. Aparat penegak hukum didesak memeriksa para pihak yang bertanggung jawab dalam proyek itu.

Pantauan Ambon Ekspres di sisi kanan tanjakan jalan dari arah pusat kota Ambon menuju kawasan Galunggung, bagian tengah trotoar sepanjang sekitar 64 meter masih dibiarkan tanpa penimbunan. Keramik pun hanya dipasang pada samping kiri dan kanan trotoar.

Demikian juga trotoar di sebelah kiri jalan, bagian tengahnya sepanjang sekitar 10 meter tidak ditimbun dan dipasang keramik. Keramik hanya dipasang pada samping kiri dan kanan trotoar. Bahkan pada bagian tertentu, tidak terlihat keramik yang dipasang.

Itu berbeda dengan kondisi di bagian lain di jalan itu. Baik sisi kiri maupun sisi kanan jalan, dimana, bagian tengahnya ditimbun dan dipasangan keramik, termasuk di samping kiri dan kanan trotoar.

“Sudah beberapa Minggu ini, sepertinya tidak ada yang datang kerja lagi, padahal, masih ada yang belum selesai. Lihat saja, ada yang ditimbun, ada yang tidak . Itu ada lagi, trotoar yang sudah rusak itu,” kata salah satu warga, Arianto, Senin (15/2), sembari menunjuk beberap bagian yang belum rampung. Bahkan beberapa bagian terlihat mulai rusak.

Proyek PBL Jalan Jenderal Sudirman bertujuan mewujudkan kondisi jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui, pemerintah, melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Maluku membangun sebanyak 200 buah tiang untuk dipasang lampu sebagai aksesoris jalan.

Pemerintah juga membangun trotoar sepanjang 300 meter yakni, 150 meter di sisi kiri jalan dan 150 meter di sisi kanan jalan. Selain untuk memperindah kawasan jalan tersebut, pemerintah juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Sandra Tuanpattinaya sebelumnya menyebutkan, masa kontrak proyek bernilai Rp5 miliar itu hingga tanggal 30 Desember tahun lalu.

Karena proyek belum kunjung rampung, maka pada awal Januari lalu, Ambon Ekspres kembali mengkonfirmasi alasan molornya pekerjaan, diantaranya tentang trotoar. Menurut staf Satuan Kerja (Satker) PBL, Riky Sohilait sebenarnya pekerjan sudah selesai.

Hanya saja, masih dalam proses perapian. Sekitar 10 persen trotoar yang belum selesai. Ini karena masih harus menunggu keramik yang didatangkan dari Surabaya. Ternyata, sampai kemarin, proyek yang ditangani PT Karya Ruata itu belum rampung. Tapi, tidak terlihat lagi aktivitas pekerja di sana.

Koordinator Indonesia Democracy Reform Institute (INDEI), Wahada Mony menduga, ada yang tidak beres dalam proyek tersebut. Anggaran sebesar Rp5 miliar seharusnya sudah mencukupi pembangunan trotoar dan lampu di jalan itu.

“Harusnya anggaran selesai, pekerjaan proyek juga ikut selesai. Tapi kenapa batas waktu proyek di tentukan tak selesai. Problemnya anggaran, jangan sampai tidak sesuai dengan yang diperuntukkan,” katanya, kemarin.

Sehingga, menurutnya, aparat penegak hukum harus memberikan perhatian pada proyek tersebut. Para pihak yang bertanggung jawab atas proyek itu harus dimintai penjelasan. Dan bila ditemukan indikasi kuat tentang penyalahgunaan anggaran, maka harus diproses secara hukum lebih lanjut.

Dijelaskan, ada kondisi yang tidak wajar dalam proyek tersebut. Padahal, proyek itu sudah harus selesai, agar masyarakat kota Ambon dapat memanfaatkannya.

“Ini yang harus di telusuri oleh pihak hukum terkait anomali proyek jalan dan lampu di jalan jenderal Sudirman tersebut. Kita khawatir ada kemungkinan-kemungkinan soal anggaran yang tidak sesuai sesuai pekerjaan proyek”tegasnya.

Sementara, sejumlah pejabat di bagian PBL dinas Pekerjaan Umum provinsi Maluku yang ingin dikonfirmasi kembali, enggan memberikan penjelasan. “Langsung ke Pak Kasrul (Kepala Bidang Pengembangan Permukiman dan Tata Bangunan) saja, karena kita sistem satu pintu informasi,’’ kata salah satu staf pada PBL, kemarin.

Kepala Bidang Pengembangan Permukiman dan Tata Bangunan (P2TB) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Kasrul Selang yang ingin dikonfirmasi, belum memberikan penjelasan.
“Beliau lagi sibuk dengan tamu dan mau berangkat.

Tapi, saya bisa jelaskan, sesuai informasi dari PBL, bahwa memang kontrak pertama sudah berakhir Desember dan masih ada bagian (Trotoar) yang belum selesai. Tapi nanti ada pekerjaan tahap kedua dilelang lagi di tahun ini, baru selesaikan yang belum selesai.

Jadi, ada dua tahap pekerjaan, semua anggaran dari APBN,” ungkap staf Bidang P2TB Dinas PU Provinsi Maluku yang enggan namanya ditulis ini.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!