Kasus Bank Maluku Naik Penyidikan – Ambon Ekspres
Trending

Kasus Bank Maluku Naik Penyidikan

AMBON,AE— Sejumlah nama yang bertanggungjawab dalam kasus pelaksanaan pengadaan atau pembelian lahan dan bangunan untuk kantor cabang PT bank Maluku cabang Surabaya bakal tidak tidur nyenyak. Pasalnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, telah menaikan status penyelidikan kasus itu, ke tahap penyidikan.

Jaksa menemukan sejumlah bukti, dugaan mark-up kasus ini. Sudah ada indikasi penyimpangan perbuatan yang melawan hukum. Perbuatan itu mengarah adanya kerugian negara. Kini, Kejati mulai bergerak. Tanggal 15 Februari 2016 lalu, Kejati Maluku telah membentuk tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Sathasus P3TPK).

Satgasus tersebut terdiri dari tiga tim. Tim pertama, ditugaskan untuk menangani penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, dalam pelaksanaan pengadaan atau pembelian lahan dan bangunan untuk kantor cabang PT Bank Maluku, Cabang Surabaya. Perkara tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Ekspose sudah dilakukan Kejati Maluku guna meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. “Ada peningkatan status perkara pembelian lahan dan bangunan untuk kantor cabang PT Bank Maluku Cabang Surabaya, yang sebelumnya ditahap penyelidikan ke tahap penyidikan, “ kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Ditanya apakah sudah ada tersangka atau orang yang bertanggungjawab dalam kasus ini, Sapulette menandaskan belum ada orang atau pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Karena, sprindik penyidikan masih berupa sprindik umum.

“Tetapi indikasi penyimpangan perbuatan melawan hukum yang berakibat menimbulkan kerugian keuangan negara, sudah ada. Sehingga kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dan pekan depan, tim yang dibentuk ini sudah mulai aktif,” paparnya.

Nantinya, kata dia, tim yang telah dibentuk itu akan efektif pekan depan guna melakukan penyidikan terkait kasus itu. “Pekan depan tim sudah mulai efektif. Entah itu menyusun rencana penyidikan, setelah itu pemeriksaan saksi, saya belum bisa pastikan itu. Tapi yang pasti, kejaksaan akan terbuka dalam penanganan berbagai kasus/perkara,” kata dia.

Lebih lanjut Sapulette mengatakan, Tim Satgasus kedua, ditugaskan untuk menangani penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi Repo Obligasi pada Bank Pembangunan daerah Maluku atau PT Bank Maluku, pada periode Desember 2011 hingga Oktober 2014.“Tim kedua ini menangani kasus Repo Obligasi. Dan kasusnya masih dalam tahapan penyelidikan,” lanjutnya.

Sementara tim ketiga, tambah mantan Kasi Penyidikan Kejati Maluku itu, ditugaskan untuk menangani tunggakan perkara/kasus tindak pidana korupsi sampai tahun 2015. Ketiga tim Satgasus itu dibentuk berdasarkan SK nomor 009/S.1/FS /02/2016/15 Februari 2016.
Kedatangan Tim Kejagung

Tim kejagung Selasa kemarin menyambangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, guna melakukan suvervisi terhadap masalah-masalah kemasyarakatn. Kedatangan Kejagung itu, diterima oleh Kejati Maluku, Jan S Maringka dan Wakajati Maluku, Manumpak Pane serta sejumlah petinggi Kejati Maluku.

Dalam pertemuan itu, dibahas masalah yang berkaitan dengan fungsi kejaksaan seperti masalah Gafatar. Selain itu, Kejagung juga melakukan koordinasi terkait regulasi sumber daya alam di Maluku (termasuk Gunung Botak).

“Kedatangan mereka itu berkoordinasi dan melihat sejauh mana tugas dan fungsi kejaksaan dalam masalah-masalah kemasyarakat sehingga kejaksaan dapat berikan kontribusi pemikiran terhadap tata kelola pemerintahan di pemprov Maluku,“ tambah Sapulette. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!