Tak Terkait ISIS, 4 Orang Dibebaskan – Ambon Ekspres
Trending

Tak Terkait ISIS, 4 Orang Dibebaskan

AMBON, AE— Tim penyidik kepolisian Satuan Reserse Kriminal Polres Seram Bagian Barat dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, akhirnya melepaskan keempat terduga simpatisan dari organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang diamankan Sabtu (13/2) lalu, di kawasan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Informasi dari Mapolda Maluku, Selasa siang kemarin keempat terduga simpatisan organisasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang sebelumnya diamankan di Mapolres SBB, kemudian dibawa ke Polda Maluku, sudah dikembalikan ke pihak keluarga.

Keempat orang itu, adalah SH alias R (22), kemudian MT alias A (25), KK alias A (30) serta MA alias A (20). “Setelah bawah dari Polres Seram Barat, kemudian diperiksa secara intensif, maka mereka telah dikembalikan kepihak keluarga,” jelas sumber.

Meski telah dikembalikan, mereka masih berstatus sebagai wajib lapor. “Mereka empat orang yang diduga itu, status mereka sebagai wajib lapor. Artinya proses penyelidikan masih tetap dilakukan, namun sementara bukti keterlibatan mereka sebagai terduga pengikut ISIS belum kuat. Nah kapan saja, keempat orang ini, bisa diperiksa lagi oleh penyidik,”jelasnya.

Terkait bebasnya keempat orang terduga simpatisan dari organisasi terlarang itu, dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Sulaiman Waliulu, Selasa siang kemarin kepada wartawan di ruang kerjanya.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik maka keempat orang terduga simipatisan ISIS itu akhirnya dibebaskan. “Berdasarkan laporan yang kami terima empat terduga simpatisan ISIS itu dibebaskan oleh penyidik, karena belum cukup alat bukti untuk memastikan keterlibatan mereka dalam organisasi terlarang itu.

Namun demikian bukan saja dibebaskan begitu saja, melainkan bebas dengan status wajib lapor,” jelas Waliulu.

Disinggung soal kedua orang terduga yang sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres SBB, juga belum terbukti sebagai simpatisan dari organisasi terlarang itu.

“Memang masih diperiksa tetapi itu juga belum ada alat bukti yang mengarah kesana (simpatisan ISIS red). kedua orang itu masih berada di Mapolres SBB. Lebih jelasnya silakan hubungi Kapolres SBB,”terangnya.

Soal dua orang yang ditahan sebelumnya, Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi Sahabudin Nasution membantah, keterkaitannya dengan ISIS. “Enam orang yang diduga itu diamankan itu dalam razia. Mereka (Keenam orang red), mengendarai 3 motor, hendak menuju salah satu desa di kecamatan Huamual.

Nah kemudian yang satu (motor) balik dan melarikan diri, ternyata mereka ada yang bawa sajam,” kata Nasution, kepada wartawan di Mapolres Seram Barat di Kota Piru, Selasa sore kemarin.

Dari keenam orang yang diamankan itu, lanjut orang nomor satu di Polres Serama Barat itu, dua orang diamankan di Polres SBB karena tertangkap tangan membawa senjata tajam, sedangkan empat lainnya langsung digelandang ke Mapolda Maluku.

“Yang kami tangani itu kasus sajam yang dua orang. Empat orang lainnya itu dibawa ke Polda karena harus ada penyelidikan khusus yang bukan kapasitas kami untuk melakukan penyelidikan. kalau yang empat orang itu, kami tidak tahu. Yang kami tahan itu T dan R. Kita tahan karena kepemilikan senjata tajam. Mereka yang dua orang itu, tertangkap tangan langsung,”jelas Nasution.

Kedua orang yang tertangkap tangan membawa senjata tajam, masing masing, MT alias A (25), dan R alias I (36) alamat kota Ambon. mereka bakal dijerat dengan undang-undang darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951 tentang tentang penggunaan senjatan tajam dan senjata api.

“Yang tertangkap tangan sedang membawa senjata tajam itu akan kami jerat dengan pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, “ tandasnya.(AHA/CR1)

Most Popular

To Top