Restu Gubernur Buat Poly-Sam – Ambon Ekspres
Trending

Restu Gubernur Buat Poly-Sam

Nendy: 1 Lawan 1, Incumbent Kesulitan

Ambon, AE— Konfigurasi satu pasangan dalam bursa Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon 2017 mendatang, sudah mulai kelihatan. Setelah Poly Kastanya dan Sam Latuconsina mendaftar ke PDIP, kemarin, pasangan bakal calon ini mendapat restu istimewa dari Said Assagaff.

Sam kemarin, menemui Said Assagaff di ruang kerja Gubernur Maluku. Ada beberapa pejabat terlihat ikut menghadiri pertemuan itu. Pertemuan terlihat formal. Dalam pertemuan tersebut, Sam menyampaikan niatnya untuk maju dalam bursa pemilihan walikota-wakil walikota Ambon.

Setelah mendengar apa yang disampaikan Sam, Said Assagaff memberikan restunya kepada Wakil Walikota Ambon yang akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini, dan bertarung lagi pada Februari 2017. “Pa gubernur memberikan restu penuh kepada pak Sam dan pak Poly,” kata sumber koran ini, kemarin. Namun, dalam pertemuan itu, tidak dihadiri Poly.

Kepada wartawan usai bertemu Assagaff, Sam mengatakan kedatangannya khusus untuk menemui gubernur. Kedatangan itu untuk menyampaikan niatnya kembali bertarung di Pilkada Kota Ambon.

“Pak gubernur memberikan respon positif kepada saya. Dukungan tentu. Saya siap maju. Dan siap bertarung. Ini sudah menjadi keputusan politik saya. Semua hitungan politik sudah saya lakukan. Pertimbangan politik juga sudah saya lakukan. Karena itu, saya bertemu pak gubernur,” terang dia.

Pertemuan itu juga dilakukan, setelah sejumlah media mulai memberitakan soal bursa calon pemilihan walikota-wakil walikota, termasuk dirinya yang akan bertarung. “Karena itu saya menyampaikan saja keinginan itu langsung kepada Pak gubernur. Dan pak gubernur member restu untuk saya bertarung,” tandas Sam.

Soal mendaftar ke PDIP, Sam diplomatis menjawab, karena PDIP partai pertama yang membuka pendaftaran. ”Kan PDIP yang membuka pendaftaran duluan, kalau ada partai lain buka pendaftaran saya juga akan mendaftar. Ini bukan hal yang aneh. Itu biasa saja, kan kita harus mendaftar,” ujar Sam.

Menariknya tentang pecah kongsi dia dengan Richard Louhenapessy, Sam dengan tegas meminta ditanyakan langsung kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. “Silakan tanya langsung kepada Pak Richard,” tandas Sam.

Salah satu orang dekat Sam sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu)PPP provinsi Maluku, Apras Pattisahiswa saat dikonfirmasi Ambon Ekspres via seluler, tadi dalam membenarkan adanya pertemuan tersebut. Kemungkinan, kata dia, Sam dan gubernur berbicara mengenai Pilwalkot Ambon.

“Kalau tidak salah, pertemuannya sekitar jam 5 sore. Dalam pembicaraan itu, banyak hal yang dibicarakan. Mungkin masalah pemerintahan, evaluasi kinerja. Termasuk, mugkin juga soal politik,”kata Apras .

Disinggung soal informasi bahwa, kedatangan Sam ke gubernur untuk meminta restu, mantan angota DPRD Kota Ambon mengaku, kemungkinan itu. Dan, kata dia, itu menjadi hal yang wajar. Apalagi, Sam merupakan salah satu tokoh dibalik kemenangan gubernur pada Pilkada Maluku 2013.

”Mungkin juga dibicarakan. Karen pembicaraan cukup lama. Sekitar satu sampai satu jam setengah. Bahwa kalau dalam rangka minta restu, bisa saja. Karena untuk kepentingan kedepan. Apalagi selama ini kan, Pak Sam dikenal sebagai salah satu tokoh utama yang membawa pak Bib menjadi Gubernur,”katanya.

Apalagi, lanjutanya, Sam juga telah mendaftar di PDIP.” Oleh karena itu, dengan mendaftarnya pak Sam ke PDIP, paling tidak harus ada diskusilah. Karena ini kan baru PDIP. Partai-partai lainya belum,”tambahya.

Selain Sam, lanjut dia, permintaan restu juga bisa dilakukan kandidat lainnya kepada gubernur. Baik untuk Pilwalkot maupun Pilkada di empat kabupaten lainnya. “Dan, itu wajar-wajar saja. Tidak ada persoalan. Itu kan baru Pak Sam. Mungkin besok atau lusa siapa lagi. Bukan saja untuk pilwakot.

Tapi, Pilkada Maluku Tengah, Buru dan daerah lainnya. Dan, saya kira selama itu sesuai prosedur dan ada niat baik dari masing-masing kandidat, tentu pak Gubernur mendorong untuk bertarung dengan baik dan aman serta sesuai dengan karakteristik daerah maisng-masing,”paparnya.

Nendy Kurniawan Asyari dari lembaga survei Index yang dimintai tanggapannya soal perpecahan Paparissa, mengatakan dalam politik perpecahan itu hal biasa, sama persis dengan hubungan politik yang langgeng. “Perpecahan dan tetap langgeng itu dua hal yang biasa dalam politik,” kata dia.

Terkait pasangan Poly-Sam, Nendy mengatakan, Poly punya basis besar, dan sudah dibuktikan pada pemilihan lima tahun sebelumnya, begitu juga dengan Sam. Keduanya, dinilai punya simpul atau basis massa tradisional yang sangat kuat.

“Kalau keduanya benar berpasangan, itu lawan berat bagi pasangan lain. Apalagi sampai satu lawan satu, incumbent akan kesulitan. Sam punya simpul besar di pemilih muslim, dan basis ini sangat solid, serta tersebar di banyak lokasi. Hal yang sama juga dengan Poly. Poly, punya basis besar, apalagi pakai pendekatan agama. Maka sulitlah untuk mengalahkan keduanya,” terang Nendy.

Menurut dia, Richard Louhenapessy harus bekerja keras untuk bisa mengalahkan pasangan Poly-Sam, termasuk dalam memilih calon wakilnya. “Pak Richard kali ini harus bekerja keras. Lawannya tangguh. Kalau pun menang, itu tidak mudah, dan sangat tipis. Karena itu, pak Richard harusnya punya strategi lain. Bila perlu, hindari satu lawan satu,” kata Nendy. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!