Ridwan Gantikan Fachri, PDIP Akui Lambat – Ambon Ekspres
Trending

Ridwan Gantikan Fachri, PDIP Akui Lambat

AMBON,AE— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara resmi telah menetapkan Ridwan Elys sebagai anggota DPRD Maluku menggantikan Fachri Husni Alkatiri. Semenentara itu PDI Perjuangan masih menggelar rapat untuk menentukan pengganti Welhelm Kurnala.

Penetapan Ridwan ditentukan dalam Rapat Pleno Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Maluku, 15 Februari 2016. Ridwan Elys merupakan calon anggota DPRD Maluku peraih suara terbanyak kedua setelah Fachri, yakni 623. Disusul Hamalia Rumata 154 suara.

Sedangkan Fachri mendapatkan 7.140 suara. Sesuai Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPD tahun 2013, yang berhak menjadi anggota DPRD PAW adalah caleg dengan suara terbanyak kedua.

Ketua Umum DPW PKS Maluku, Abdul Azis Sangkala kepada wartawan di kantor DPW PKS Maluku, Galunggung, Kamis (18/2) mengatakan, penunjukan Ridwan Elys sebagai anggota DPRD Maluku hasil penggantian antarwaktu (PAW) telah disetujui seluruh elemen DPTW.

“Kami sudah konfirmasikan ke semua DPTW untuk menyetujui dan mengusulkan saudara Ridwan Elys, calon anggota DPRD Maluku nomor dua dengan perolehan suara terbanyak kedua dari dapil SBT untuk menggantikan Fachri Husni Alkatiri. Kami juga sudah meminta yang bersangkutan (Ridwan) untuk menanda tangani pakta integritas selaku anggota DPRD Provinsi Maluku,”kata Asiz yang didampingi Sekretaris Umum DPW PKS Maluku, Abdul Gani Lestaluhu, Ridwan Elys, dan Bakri Hentihu.

Mantan anggota DPRD Maluku Tengah itu mengaku, sudah menyiapkan surat pemberitahuan PAW kepada ketua DPRD Maluku nomor 017/K/AW-PKS/V/1447 tanggal 18 Februari 2016, hari ini. “Kami rencanakan besok, akan menyampaikan surat untuk ketua DPRD Maluku melalui Sekretaris Dewan. Tembusan surat akan kami sampaikan ke DPP, bahwa kami sudah melakukan PAW,”akunya.

Dia meminta dan berharap, DPRD segera memproses dan menyampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku untuk melakukan verifikasi dokumen. Selanjutnya, disampaikan ke Gubernur untuk dilanjutkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk penerbitan surat keputusan (SK) penetapan dan pengangkatan.

“Kami berharap DPRD segera menidaklanjutinya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, segera disampaikan ke KPU Provinsi Maluku untuk verifikasi data. Setelah itu, gubernur segera menyurati Mendagri, sehingga pada saatnya kita bisa melaksanakan pelantikan saudara Ridwan Elys,” pintanya.

Selain mengangkat, PKS juga membuat pakta integeritas yang ditanda tangani bersama oleh ketua Umum dan sekretaris umum DPW, serta Ridwan Elys. Terdapat empat poin pakta integritas yang harus dilaksanakan oleh Ridwan selaku anggota DPRD.

Namun, yang paling terpenting, kata Asiz, adalah komitmen untuk tidak melakukan korupsi. Selain itu, tidak menerima suap atau gratifikasi, dan menjalankan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku di Indonesia.

Ridwan mengku, siap melaksanakan amanah dan tanggung jawab yang diberikan oleh PKS kepadanya sesuai kemampuan yang dimilikinya.”Saya sebagai kader PKS yang telah menyatakan sikap dalam pakta integritas, bahwa secara pribadi saya siap sebagai anggota DPRD Maluku. Karena ini adalah amanah, maka saya akan melaksanakannya amanah dan tangung jawab yang diberikan oleh partai kepada saya, sesuai dengan kemampuan yang saya miliki,”ucap putra Kesui itu.

Sementara itu, hingga kemarin, DPD PDIP Provinsi Maluku belum menetapkan pengganti Welhelm Kurnala, anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Maluku Tenggara, Tual dan Aru. PDIP mengaku, masih dalam proses.

“Ini sudah kesekian kalinya kami sampaikan, bahwa DPD PDI Perjuangan Maluku telah memproses PAW Welhelm sesuai peraturan perundang-undangan dan peraturan internal partai yang ditetapkan oleh DPP. Siapa yang menggantikan Welhelm, nanti ditetapkan setelah proses ini,”kata Sekretaris DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimury saat dikonfirmasi via seluler.

Dikatakan, terlambatnya penetapan pengganti Welhelm, karena kesibukan masing-masing pengurus. Baik di kegiatan partai maupun kedewanan. “Kami akui bahwa, proses PAW terkesan lambat, karena memang melalui proses. Apalagi, ada agenda yang partai yang cukup banyak, dan juga di DPRD. Tapi, dalam waktu yang tak lama lagi, saya kira sudah bisa diketahui siapa pengganti Welhelm,”pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top