2 Hari Evakuasi, Kompol Manuhutu Dimakamkan – Ambon Ekspres
Trending

2 Hari Evakuasi, Kompol Manuhutu Dimakamkan

AMBON,AE— Almarhum Komisaris Polisi Anumerta Fredy Manuhutu, akhirnya di makamkan di taman makam pahlawan Kapahaha Ambon, Senin (22/2) siang kemarin. Almarhum meninggal dunia, pada Kamis (18/2), saat tengah melaksanakan tugas Operasi Tinombala 2016, dalam pengejaran dan penumpasan kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

Pelaksanaan pemakaman terhadap almarhum Manuhutu sendiri, dipimpin langsung Komandan Korps Brimob Polri Irjen Polisi Murad Ismail. Mantan kapolda Maluku ini mengatakan, almarhum yang menjabat sebagai kepala Subden 3, Detasement E, Resimen 1 Gegana Brimob Polri itu, berangkat tugas dalam kondisi sehat.

Hanya saja medan yang ditempuh untuk mengejar kelompok jaringan teroris itu cukup berat, sehingga almarhum menderita sakit. “Almarhum menderita sakit asam lambung, kemudian meninggal dunia. Waktu berangkat semua anggota termasuk almarhum ini (Manuhutu red) sehat, fisik dan kondisi kesehatan mereka (personil red), sangat bagus. Sehat wal Afiat,” kata dia.

“Tetapi itulah medan yang cukup sulit membuat almarhum ini menderita sakit. Bayangkan saja, kalau pikul beban berat sambil melewati lapisan gunung dengan kondisi cuaca yang tidak baik, apakah tidak sakit? Pasti sakit, lagi pula suhu dingin yang sangat luar biasa,” kata orang nomor satu di pasukan elit Polri itu, kepada wartawan usai pemakaman Manuhutu, siang kemarin.

Kondisi medan yang terjal dan banyak hambatan, membuat proses evakuasi terhadap jenazah almarhum dari tempat tugasnya sangat sulit. Evakuasi sendiri lanjut pria dengan dua bintang dipundaknya itu, dilakukan melalui jalur darat.

“Helikopter tidak bisa tembus karena cuaca yang tidak baik. Evakuasi lewat jalur darat dua hari. Evakuasi dilakukan oleh personil gabungan TNI/Polri,” jelasnya.

Perwira utama polri itu mengatakan, kematian Kompol Fredy Manuhutu, membuat keluarga besar Brimob Polri sangat merasa kehilangan, karena alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2015 itu, dalam kondisi sehat serta mampu melaksanakan tugas negara dengan baik.

“Saat mendengar almarhum meninggal dunia, kemudian kita usul kenaikan pangkat penghargaan, dan langsung di setujui oleh pak kapolri. Maka almarhum bukan lagi AKP tetapi sudah Kompol. Kami sangat kehilangan karena almarhum ini orangnya sangat baik dan taat terhadap atasannya,” jelasnya.

Operasi Tinombala 2016, untuk memberantaskan kelompok teroris itu, melibatkan personil Gabungan Brimob Mabes Polri, Polda Sulawesi selatan dan jajaran TNI baik dari mabes maupun yang ada di Provinsi Sulteng sendiri.

“Seluruh kekuatan TNI/Polri kita kerahkan untuk pemberantsan kelompok teroris ini. Kita berdoa saja, semoga dalam waktu dekat ini, sudah bisa ada hasil yang sangat memuaskan kami,” terang pria yang digadang-gadang akan menjadi calon Gubernur Maluku periode mendatang ini.

Sementara itu, pelaksanaan pemakaman sendiri berlangsung sekira pukul 13.30 Wit, Senin siang kemarin, dihadiri oleh seluruh pejabat utama Polda Maluku, dan pihak keluarga, serta kolega almarhum. Upacara pemakaman sendiri dilakukan secara militer.

Waka Polda Maluku, Komisaris Besar Polisi Musa Ginting yang mewakili Kapolda mengaku Polda Maluku, juga turut merasakan kehilangan salah satu putra terbaik Maluku, yang gugur saat melaksanakan tugas negara dalam penumpasan teroris. (AHA)

Most Popular

To Top