Ambon Terapkan Kantong Plastik Berbayar – Ambon Ekspres
Trending

Ambon Terapkan Kantong Plastik Berbayar

AMBON,AE— Mulai tanggal 26 bulan ini, setiap orang berbelanja di Swalayan dan Mall di kota Ambon dengan menggunakan kantong plastik untuk membawa barang belanjaan, diharuskan membayar Rp5000 untuk satu kantong plastik. Pemerintah ingin mengurangi sampah plastik di kota ini. Sejumlah warga mendukung kebijakan tersebut.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Ambon, Lucia Izaak mengatakan, hingga kemarin program kantong plastik berbayar masih dalam tahap sosialisasi sebagai langkah awal. sosialisasi itu ditujukan kepada masyarakat secara langsung maupun melalui media cetak dan elektronik. Selain itu, sosialisasi juga dilakukan di sekolah- sekolah maupun di komunitas.

“Jadi pemberlakuannya mulai taggal 26 besok ( Februari). Tahap sosialisasi masih terus dilaksanakan baik ke sekolah-sekolah, ibu-ibu PKK dan masyarakat luas” katanya via seluler, Senin (22/2)

Lucia melanjutkan, sosialisasi program tersebut itu menuai tanggapan positif dari masyarakat. Bahkan ini telah disampaikan pada level pelaku/kelompok usaha.
Saat sosialisasi kepada masyarakat sekaligus ditanyakan bagaimana jika di bebankan Rp.5000 per satu kantong plastic sekali belanja. Ada masyarakat yang menjawab, jangankan Rp.5000, Rp.10.000 juga boleh.

Artinya menurut Lucia, masyarakat sangat respon betul dengan program ini. Masyarakat sangat menyadari bahaya ke depan. Sehingga, mereka memahami tentang manfaat tersebut, yakni mengurangi sampah plastik yang mengotori kota yang berjuluk manise ini.
“Bayangkan sampah plastik ini terurainya sangat lama, sementara produksinya setiap hari jutaan lembar, jadi sudah harus ada kebijakan untuk pengurangan” pungkasnya.

Sementara, sejumlah warga yang dimintai tanggapannya tentang pemberlakuan kantong plastik berbayar di kota Ambon, menyatakan dukungan kepada pemerintah. Mira, salah satunya. Warga Batu Merah ini mengatakan, pemberlakukan sampah plastik berbayar adalah program yang baik.

“ Kalau saya, sih program ini baik meski jika berbelanja kami dibebankan Rp5000 untuk sebuah kantong plastik. Apalagi untuk menjaga lingkungan kota ini dari kotoran sampah plastik,” ungkapnya.

Warga lainnya, Rudi. Kendati mengaku belum tahu banyak tentang program kantong plastik berbayar, namun, dirinya mendukung program tersebut. Apalagi sekarang ini Kota Ambon sangat dicemari sampah plastic, seperti yang terlihat di sepanjang pantai dan sungai di kota Ambon.

Namun, terkait jumlah uang yang harus dibayar Rp5000 untuk satu kantong plastik, Rudy merasa keberatan. “Kalau bisa dikurangi, kalau Rp.3000 cukup lah,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Komisi III DPRD Ambon, Rovik Akbar Afifudin mengatakan, sampai saat ini DPRD Ambon khususnya komisi III yang bermitra dengan pemerintah kota Ambon yakni Badan Lingkungan Hidup (BLH) belum mendapat informasi resmi terkait pemberlakukan program plastik berbayar yang akan dibebankan kepada masyarakat.

Pemerintah kota melalui BLH harus bisa menjelaskan secara kepada DPRD tentang program tersebut. Karena untuk program plastik berbayar ini belum diketahui kemana arahnya.
“Kita baru dengar dan secara detail kita belum tau arahnya kemana. Maka LBH harus punya data rill, bahwa dalam sehari itu berapa banyak sampah plastik yang dihasilkan oleh pemerintah kota dan sumbernya itu darimana?,” tanya Rovik, kepada wartawan di Balai Rakyat DPRD Ambon, Senin (22/2).

Rovik mengaku, beberapa daerah di luar Maluku telah memberlakukan program plastik berbayar, seperti Bandung dan beberapa daerah lainnya. Sehingga perlu diperjelas kepada masyarakat lewat sosialisasi. Sekaligus informasikan berapa besar yang nantinya akan dibayarkan oleh masyarakat dan siapa nantinya yang akan mengelola.

“Dibeberapa daerah sudah terapkan dan harganya kalau tidak salah Rp.2.000 . Kalau disini kita tidak tau berapa. Dan kita belum tau anggarannya nanti ketika masyarakat membayar itu masuknya kemana. Uang itu dikemanakan? Dan dipakai buat apa? Ini kan pemerintahan maka ada aturannya,” tandasnya. (MAN/MG3/ISL)

Most Popular

To Top