PDIP “Diserbu” Pemburu Kursi Bupati – Ambon Ekspres
Trending

PDIP “Diserbu” Pemburu Kursi Bupati

Waesarissa, AE— Tiga bakal calon bupati sejak pagi hingga siang kemarin, mengambil formulir pendaftaran di kantor PDIP, Seram Bagian Barat. Diantara tiga balon itu, dua diantaranya adalah jurnalis senior di Maluku. Kedatangan keduanya untuk menunjukan keseriusan bertarung dalam pilkada yang akan berlangsung Februari 2017 mendatang.

Ketiga balon bupati itu, adalah Sanadjihitu Tuhuteru, Levinus Kariuw, dan Sahlan Helut. Tuhuteru datang lebih awal, setelah itu Levi, dan Sahlan. Levi pada pemilu 2014 lalu sudah pernah bertarung untuk merebut satu kursi DPRD Maluku jatah daerah pemilihan SBB. Sementara Sahlan pernah bertarung dalam pilkada SBB lima tahun lalu.

Levi didampingi, balon wakil bupati yang juga anggota DPRD SBB, La Ode Masihu. Ada dalam rombongan Sekretaris koordinator pemenangan, Freud Ricky Apituley, ketua tim hukum, Jonathan Kainama, dan sejumlah tim lainnya.

Menariknya Levi bersama timnya menggunakan kemeja serba putih ketika mendaftar, Sahlan yang mendaftar pada siangnya bersama tim mengenakan kemeja merah-merah. “Saya senang putih saja. Tidak ada simbolisasi apa-apa,” kata Levi.

Tuhuteru, Levi, dan Sahlan diterima langsung oleh Ketua penjaringan calon bupati-wakil bupati dari PDIP, La Nyong dan sekretarisnya Melkias Silaka. Disana juga hadir, Ketua DPC PDIP SBB, Z Marayate, dan Sekretaris DPC, Andy Koly.

Baik Levi maupun Sahlan secara terpisah mengatakan, pengambilan formulir sebagai bukti keseriusan mereka bertarung merebut kursi bupati yang akhir tahun ini akan ditinggalkan Jacobus Puttileihalat. Jacobus tidak lagi maju bertarung, karena terhadang UU yang hanya membolehkan seseorang mencalonkan diri sebagai bupati atau walikota hanya dua kali.

Soal kenapa ingin menggunakan bendera PDIP, Levi dengan tersenyum menandaskan, dalam Undang-undang pilkada, partai politik menjadi syarat pencalonan, ketika dirinya tak menggunakan jalur independen. “Selain itu, PDIP partai besar. Basis massanya juga besar. Saya berharap direkomendasikan PDIP. Itu saja,” kata dia.

Sampai dimana lobi yang sudah dilakukan dengan PDIP, kata dia, komunikasi sudah dilakukan, tapi itu formal, dan sesuai dengan mekanisme partai. Bagi dia lobi tak bisa dihindari dengan partai sebagai pengusung, namun dirinya akan tetap patuh pada mekanisme PDIP yang sedang berjalan.

“Semua kandidat harus lobi ke dalam, dan disaat bersamaan kita juga harus tunduk dan patuh pada mekanisme di PDIP. Mereka terbuka, dan saya yakin, penjaringannya sangat professional dan berkualitas,” tandas Levi.

Selain PDIP, Levi juga sudah dan akan membangun komunikasi dengan beberapa parpol, seperti Gerindra, Demokrat, maupun PKB. “Proses di tiga parpol itu tentu akan saya ikuti. Sama dengan PDIP, kita juga tunduk pada mekanisme partai masing-masing,” kata Levi.

Sementara Sahlan, setelah intens melakukan konsolidasi dari kampung ke kampong, kemarin resmi mengambil formulir di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai bakal calon Bupati SBB.

Ketua Tim Penjaringan, La Nyong, dalam kesempatan itu, banyak memberikan pengarahan terkait tata cara proses maupun pentahapan calon kepala daerah di partai moncong putih itu.

“Semoga bapak bisa berproses di PDIP ini tanpa ada hambatan, karena kami disini akan memberikan kesempatan dan peluang yang sama kepada semua kandidat yang mendaftar untuk merebut rekomendasi PDIP,” ujar La Nyong.

Sahlan mengatakan, sudah siap dan berusaha mencari simpati dari pengurus, kaders maupun simpatisan PDIP agar rekomendasi itu bisa dikantonginya untuk maju di Pilkada SBB 2017 mendatang.

“Saya yakin, PDIP pasti mencari figur yang terbaik, yang diminati masyarakat, agar PDIP kelak keluar menjadi pemenang. Saya akan tunjukan, bahwa saya layak untuk memperoleh rekomendasi dari PDIP itu, karena saya sudah menyiapkan diri dengan matang untuk berkompetisi di ajang lima tahunan itu,” ujar Sahlan.(ISL)

Most Popular

To Top