Lisabata-Wakollo Nyaris Bentrok – Ambon Ekspres
Trending

Lisabata-Wakollo Nyaris Bentrok

Piru, AE— Bentrok nyaris berulang. Kasus lama yang tidak tuntas diselesaikan pemerintah, selalu menjadi pemicunya. Desa Lisabata dan Wakollo, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat nyaris terlibat bentrok. Beruntung aparat keamanan cepat melerai kedua pihak.

Insiden ini terjadi, selasa (1/3) kemarin. Dua kelompok warga sudah saling berhadapan. Mereka sudah terpantik amarahnya, karena urusan lahan yang tak pernah kelar. Kasus ini lama terpendam. Pernah pecah konflik beberapa tahun lalu, namun berulang kembali, karena akan masalah sengketa lahan antar dua desa itu tak pernah selesai.

Pemicu ketegangan kedua desa ini berbuntut pada pemblokiran jalan keluar dan masuk Desa Wakollo itu. Insiden ini berawal dari perusakan tanaman warga dari dua pihak. Warga mencurigai ada pihak ketiga ikut memprovokasi dengan melakukan perusakan.

Salah satu perangkat Desa Wakollo, Edo Latusanay kepada Wartawan di Desa Wakollo, Selasa (1/3), menyesalkan sikap pemerintah SBB yang lamban dan acuh menangani kasus desa bertetangga ini.

“Ini harus dilihat secara serius oleh Pemkab SBB. Dan masalah tapal batas ini sangat rawan. Desa Wakollo dan Lisabata ini bagai telur diujung tanduk, siap jatuh dan pecah kapan saja,” tandas Latusanay.

Wakapolres SBB, Kompol Baharudin Rifai mengatakan pihaknya telah memobilisasi kurang lebih 70 personil aparat keamanan, baik dari Polres Seram Bagian Barat, Brimob SBB, Polsek Taniwel dan personel TNI setempat.“Ada 2 pelaton personil yang diback up oleh Polsek Taniwel, dan pihak TNI dan Brimob. Kurang lebih ada 70 anggota yang kita kerahkan,” jelas Kompol Rifai.

Camat Taniwel, Ferry Maromon mengimbau masyarakat kedua desa agar menahan diri. Kata dia, ketegangan dua desa justeru berdampak pada aktivitas persekolahan. “Saya yakin kalau persolan ini diselesaikan dengan baik, tidak ada konflik lagi. Ini menjadi pembelajaran, sehingga tidak terulang lagi,” harpnya.

Dia meminta pemerintah kabupaten maupun provinsi secepatnya menyelesaikan masalah tapal batas Wakolo dan Lisabata, sehingga masyarakat tidak menjadi korban. “Kalau persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, masyarakat kedua desa ini tidak akan pernah hidup aman,” pungkas dia. (CR1)

Most Popular

To Top