Louhenapessy Batal Mendaftar di PDIP – Ambon Ekspres
Trending

Louhenapessy Batal Mendaftar di PDIP

AMBON,AE— Richard Louhenapessy akhirnya mengurungkan niatnya untuk menggunakan PDIP dalam pertarung di pemilihan Walikota-Wakil Walikota Ambon. Hingga pukul 00.00 batas waktu pengembalian formulir, dini hari, Richard Louhenapessy tak menyambangi kantor PDIP.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, kemarin, tidak mendaftarnya Walikota Ambon ini ke PDIP, terkait dengan keengganan Golkar berkoalisi dengan PDIP, disamping posisi dia sebagai pelaksana tugas Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ambon.

Sampai tadi malam hingga pukul 21.00, Richard Louhenapessy belum mengembalikan formulir atau mendaftarkan diri di DPD PDIP Kota Ambon. Kuasa yang dipercayakan dalam proses pendaftaran, Wahidin Arey tidak dapat dihubungi hingga berita ini naik cetak. Beberapa pengurus Golkar Maluku dan kota Ambon yang coba dihubungi, juga tidak membalas dan menerima telepon.

Wakil Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Walikota dan wakil Walikota DPC PDIP Kota Ambon, Elvis Z Watubun saat dikonfirmasi mengatakan, tim tetap mengacu pada mekanisme partai soal pengembalian formulir. Jika ada toleransi, akan dikoordinasikan dengan partai secara institusi.

“Soal itu, tim tentu mengacu pada mekanisme partai. Kalaupun ada toleransi atau kebijakan lain menyangkut itu (toleransi waktu), tentu tim koordinasi dengan DPD dan DPP Partai, sehingga on the track kerjanya sesuai jadwal yang ditetapkan,”kata Elviz melalui sms saat ditanya soal adakah toleransi waktu pengembalian formulir bagi Richard dan beberapa bakal calon lainnya yang sampai tadi malam belum mengembalikan formulir.

Dia menambahkan, survei internal akan dilakukan setelah verifikasi berkas dan penjaringan bakal calon di PAC.”Survei dilakukan setelah verifikasi berkas dan penjaringan balon di level PAC (pimpinan anak cabang). Itu salah kriteria dalam rangka menyerap aspirasi akar rumput partai,” tukasnya.
PDIP 

Sejak dibuka pertengahan Februari hingga kemarin, sebanyak empat bakal calon Walikota dan empat bakal calon wakil Walikota mendaftar di PDI Perjuangan kota Ambon. Hal ini dinilai, karena PDIP memiliki basis tradisional dan soliditas kader yang tinggi. Selain itu, tidak ada kader potensial yang diusung PDIP.

BACA JUGA:  Louhenapessy Gantikan Wenno

Catatan Ambon Ekspres, sebanyak 6 bakal calon Walikota dan 6 bakal calon wakil Walikota yang mengambil fomulir pendaftaran. Namun, hingga pukul 12.00 wit, sebanyak empat bakal calon Walikota dan empat bakal calon wakil yang mendaftar atau mengembalikan fomulir.

Untuk posisi balon Walikota yakni, Paulus Kastanya, Brury Nanulaitta, John Jokohael dan Felix Christianto. Sedangan empat balon wakil Walikota, yaitu Tady Salampessy, Ridwan Rahman Marasabessy, Sam Hatapayo dan Sam Latuconsina.

Analisis politik Universitas Darussalam Ambon, Almudatsir Zein Sangadji menilai, banyaknya kandidat tertarik menggunakan rekomendasi PDIP, karena partai berlambang banteng moncong putih itu mempunyai basis tradisional yang kuat di Kota Ambon. Hal ini yang kemudian menciptakan PDIP sebagai magnet bagi para kandidat.

“PDIP punya identitas atau ID partai yang baik. PDIP punya basis tradisonal yang cukup kuat di kota Ambon. Karena itu, wajar jika menjadi alasan bagi kandidat menggunakan PDIP untuk bertarung di pilwakot. Baik sebagai calon walikota maupun wakil walikota,”kata Almudastir kepada Ambon Ekspres melalui telepon seluler, Selasa (1/3).

Basis massa tradisional yang masih kuat tersebut, kata dia, dapat dilihat dari PDIP yang memimpin eksekutif pemerintah Kota Ambon selama dua periode atau sepuluh tahu di era reformasi. Disamping itu, mempunyai modal politik yang cukup kuat dengan perolehan lima kursi di DPRD Kota Ambon, hasil pemilu 2014.

“PDIP ini kan selama 10 tahun sebagai pemegang pucuk eksekutif dengan memenangkan pilwakot sebanyak dua kali. Cuman karena duet Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina dengan dukungan Golkar dan PPP, sehingga mengambil alih kekuasaan PDIP. Tapi, pada pemilu 2014 lalu, PDIP sebagai partai peraih suara dan kursi terbanyak di kota Ambon,” paparnya.

BACA JUGA:  Louhenapessy Gantikan Wenno

Almudatsir melanjutkan, hal lain yang menjadi kemungkinan alasan bagi para kandidat untuk mendapatkan rekomendasi PDIP, adalah proses rekrutmen bakal calon yang dinilai lebih terbuka. Ini dibuktikan sinyalemen PDIP kepada Poly Kastanya dan Sam Latuconsina yang sudah hampir pasti berpasangan.

“Penjaringan PDIP kali ini menarik, karena relatif lebih terbuka dengan memberikan ruang yang sama bagi kandidat non kader untuk berproses, sementara kader-kader potensial mereka tidak mendaftar. Mungkin ini salah satu pertimbangan bagi kandidat, terutama non kader untuk mendaftar di PDIP,”jelasnya.

Disinggung soal sejumlah nama kader yang sempat muncul, namun tak berani mencalonkan diri atau didorong untuk bertarung, dia menilai, karena kemungkinan elektablitas mereka tidak sebanding dengan kandidat dari non kader. Disisi lain, itu juga merupakan strategi politik PDIP untuk kembali memimpin Kota Ambon.

“Misalnya pak Lucky Wattimuri yang memiliki suara terbanyak pada pemilu 2014 dari dapil kota, tapi elektoralnya pada pilkada kota mungkin tidak terlalu baik. Kemudian ada nama Hendrik Sahureka dan Jafri Taihutu. Karena itu, PDIP mengambil langkah moderat untuk mendorong non kader yang punya elektabilitas yang cukup baik. Hal ini barangkali menjadi strategi politik baru bagi PDIP untuk merebut kembali kememimpinan di pemerintahan kota Ambon,”terangnya.

Pengamat politik Universitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaohu menilai, ketertarikan para kandidat untuk berproses mendapatkan rekomendasi PDIP, karena partai yang saat ini dipimpin Megawati Soekarnoputri memiliki basis pemilih emosional.

“Jelas mereka tertarik, karena mempunyai posisi tawar di kota Ambon. Ini dilihat dengan suara pileg kemarin, ditambah kategori pemilih basis PDIP lebih banyak berciri pemilih emosional. Jujur harus diakui, bahwa realitas politik untuk kota Ambon, PDIP dan Golkar mempunyai posisi tawar yang kuat,”kata Talaohu.

BACA JUGA:  Louhenapessy Gantikan Wenno

Alasan lainnya bagi para bakal calon, ungkap dia, adalah tidak ada kader PDIP yang menonjol dan sepadan dengan incumbent Walikota Richard Louhenapessy, sehingga peluang bagi non kader untuk mendapatkan rekomendasi cukup terbuka. Selain itu, kata dia, PDIP memiliki kader militant yang siap bekerja untuk pasangan calon yang diusung.

“Disisi lain, tidak ada kader PDIP yang menonjol dan sepadan dengan Richard Louhenapessy seperti di Golkar. Sehingga banyak peminat yang mendaftarkan diri di PDIP, karena semua punya peluang yangg sama. Tinggal PDIP melakukan survei internal dan memutuskan siapa yang direkomendasikan atau diusung. PDIP secara kolektif mempunyai kader militan dan advokasi wilayah-wilayah politik yang lebih unggul,” papar dia.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Pattimura, M Jen Latuconsina mengatakan, PDIP merupakan partai besar dan pemenang pemilu, dan memiliki basis pemilih ideologis. Hal ini memberikan peluang kemenangan bagi siapapun calon yang diusung.

“Karena PDIP itu partai besar pemenang pemilu legislatif sepanjang teformasi yang memiliki basis pemilih ideologis yang jelas di kota Ambon, yakni pemilih religius nasionalis. Sehingga siapapun yang mendafar di PDIP dan selanjutnya di rekomendasikan sebagai calon walikota dan wakil walikota, optimis akan memenangkan pilwakot Ambon,” kata Jen.

Hal ini, lanjut Jen, didukung oleh kepengurusan PDIP yang solid di semua lini. Disamping, PDIP hanya membutuhkan satu partai saja untuk mengusung calon, karena memiliki 5 kursi di DPRD Kota Ambon.

“Ini didukung dengan kepengurusan PDIP yang solid disemua lini kepengurusan dari kecamatan sampai desa/kelurahan. Begitu juga PDIP hanya butuh satu partai untuk koalisi guna melangkah maju dalam pilwakot Ambon, sehingga memiliki peluang untuk memenangkan calon walikota dan calon wakil walikota yang diusungnya,” katanya. (TAB)

Most Popular

To Top