13 Peminat Kursi Bupati Malteng – Ambon Ekspres
Trending

13 Peminat Kursi Bupati Malteng

MASOHI, AE— Persaingan merebut rekomendasi partai, tak hanya terjadi di Pemilihan Walikota Ambon, di Maluku Tengah, perburuan serupa juga terjadi. Saat ini tercatat enam partai politik sudah membuka pendaftaran, dan 13 orang sudah mendaftar sebagai kandidat Bupati Maluku Tengah.

Seluruh balon bupati dan wakil bupati tersebut telah mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran pada enam parpol masing-masing PDIP, Gerindra, Golkar, PAN PKB dan NasDem. Sementara itu, Demokrat, PKPI, PBB, Hanura, PKS hingga kini belum melakukan penjaringan. Dipastikan jumlah balon bupati dan wakil bupati akan bertambah karena lamanya masa pendaftaran.

Data Ambon Ekspres, 13 balon bupati diantaranya Komisaris Besar Polisi Ely Jamaluddin, Azis Mahulette, Tuasikal Abua, Saadiah Uluputty, Hamzah Sangadji, Wahab Talaohu, Jusuf Latuconsina, Rudolf Lailossa, Ibrahim Sangadji, Moda Latupono, Rudolf Pical, dan M. Tadi Salampessy. Sedangkan, wakil bupati yakni Jakob Soakalone, Marlatu Leleury dan Johan Lewerissa.

Azis Mahulette, kaders Golkar melakukan pendaftaran di partai (Golkar, Gerindra, PAN, NasDem), Tuasikal Abua ( PDIP, PAN dan PKB), Saadiah Uluputy (PDIP, Golkar, Gerindra), Hamzah Sangadji (PDIP, Golkar, PAN), Wahab Talaohu (PDIP, PAN), Jusuf Latuconsina (Gerindra, PAN), Kombes Ely Jamaluddin (Gerindra, PDIP, PAN, Golkar), Rudolf Lailossa (Golkar), M.Tadi Salampessy (PDIP), Moda Latupono (PDIP, Golkar, PAN), Rudolf Pical (PDIP, Gerindra, PAN, PKB).

Sementara itu, dua balon bupati yang diwacanakan maju dan sudah mengambil formulir pendaftaran di PDIP, namun tidak mengembalikan adalah La Ode Haris dan Supyat Haupea. Dari balon bupati tersebut, dua diantaranya telah menetapkan pasangan dan bersama saat pendaftaran yakni Azis Mahulette- Jakob Soakolune dengan akronim “Ayo Masohi” serta Hamzah Sangadji- Robby Tutuhatunewa sementara balon lainnya belum menentukan pasangan wakil bupati.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, Abua Tuasikal juga akan kembali berpasangan dengan Marlatu Leleury. Dua figur yang hingga kini masih menjabat sebagai bupati-wakil Bupati Malteng, masih harmonis untuk mengulangi kembali kepemimpinan mereka lima tahun mendatang.

Tingginya antusias balon bupati untuk merebut parpol membuat peta politik koalisi 12 parpol di Maluku Tengah belum terarah. Parpol secara internal juga hingga kini belum mau buka-bukaan untuk mengusung kadernya baik sebagai balon bupati maupun balon wakil bupati.

Meskipun aroma spekulasi mulai terasa, namun pimpinan parpol belum menunjukan sikap jelas siapa yang bakal memperoleh rekomendasi. Ini lantaran proses penjaringan melalui mekanisme berbeda masing-masing parpol.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) melakukan panjaringan dengan melibatkan seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang diberi hak mengusulkan setiap pasangan calon yang mendaftar di partai tersebut. “Mekanisme partai setiap calon akan disosialisasikan ke PAC. Nah, PAC dapat mengusung satu pasangan calon ke DPC kemudian diteruskan ke DPP,” ungkap ketua tim penjaringan PDIP, Zeth Latukarlutu.

Beda dengan Gerindra, dimana rekomendasi partai besutan Prabowo Subianto ini dilakukan dengan cara survei internal maupun eksternal. “Belum dipastikan, karena Gerindra dalam rekomendasi terhadap balon bupati melalui mekanisme survei partai,” kata ketua DPC Gerindra, Karel Haurissa.

Mekanisme yang sama pula dilakukan PAN dan PKB. PKB yang dua kali sukses mengawal pemerintahan Tuasikal Abdullah dan Tuasikal Abua kali ini memberikan peluang besar bagi setiap calon. “Artinya semua punya peluang yang sama tentu melalui elektabilitas calon,” ujar Ketua DPC PKB, Saleh Tuahuns.

Tuahuns mengaku, peta koalisi belum tampak karena itu pihaknya belum bisa berspekulasi atau meraba-raba. Menyinggung PKB kembali mengusung Tuasikal Abua? Tuahuns belum menjamin. “Mekanisme ada pada desk pilkada, jadi kita belum bisa meraba-raba pasti, semua balon punya hak yang sama,” katanya.

Senada, ketua tim penjaringan PAN, Ali Tuahaan mengatakan, setelah penjaringan hasilnya akan disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di Jakarta. Pihaknya sendiri belum memastikan siapa yang bakal mengantongi rekomendasi partai “Matahari Terbit” itu. “Semua berpeluang untuk raih rekomendasi nantinya disampaikan ke DPP,” kata Tuahuns via telepon.

Menyoal kemungkinan berkoaliasi dengan partai lain, Tuahaan mengaku belum bisa menjawab hal tersebut, lebih lagi,  PAN dengan tiga kursi di parlemen dalam pilkada tidak memiliki kaders untuk diusung mengikuti pilkada Malteng periode 2017-2022.

Berbeda dengan parpol lainnya, partai Nasional Demokrat (NasDem) dalam melakukan penjaringan balon bupati Maluku Tengah dipusatkan di DPD provinsi Maluku, namun pengembaliannya di DPC Kabupaten Maluku Tengah.(ANC)

Most Popular

To Top