Paparisa Baru Menanti Golkar-Gerindra – Ambon Ekspres
Trending

Paparisa Baru Menanti Golkar-Gerindra

PKS Penentu Kemenangan

AMBON,AE— Kepastian Richard Louhenapessy dan Lutfi Sanaky berpasangan pada Pemilihan Walikota dan wakil Walikota Ambon sudah final. Kini, keduanya hanya menanti rekomendasi dari Partai Golkar dan Gerindra. Sementara, tim Richard memastikan, peluang wakil lain selain Lutfi sangat sempit.

Tim Richard Louhenapessy, Marcus Pattiapon yang biasa disapa Max kepada Ambon Ekspres melalui telepon genggam, Minggu (13/3) mengatakan, proses menuju kesepakatan pasangan Richard dan Lutfi sudah selesai. Berulang kali pertemuan antara tim dan kandidat sudah dilakukan.

“Saya kira itu sudah dipastikan, sudah final atau sudah selesai. Artinya pertemuan antara pak Richard dengan pak Lutfi sudah terjadi beberapa kali. Dan itu dalam pandangan saya sudah bisa kita finalkan. Dalam proses percakapan pun, sudah ada deal sampai ke tingkat itu,” kata Max.

Anggota DPRD Kota Ambon dari Partai Golkar itu menyatakan, saat ini yang masih dinantikan hanyalah persetujuan dari Partai Golkar dan Gerindra dalam bentuk rekomendasi. Namun, sejauh ini, kata dia, komunikasi politik sudah mengarah pada arah pemberian rekomendasi dua partai itu kepada Richard dan Lutfi.

“Hanya tinggal rekomendasi dari Gerindra maupun Golkar yang akan mengusung mereka, kedua bakal calon Walikota dan wakil walikota ini sudah dipastikan seperti itu,” ungkapnya.

Ditanya soal peluang sejumlah bakal calon wakil walikota lainnya yang kemungkinan masih dilirik Richard, Max menilai, sudah sangat sempit peluang itu. Ini karena kesepakatan yang dibangun dengan Lutfi Sanaky selaku kader Gerindra sudah selesai dan menanti rekomendasi saja.

“Saya kira peluang itu tidak terlalu besar lagi. Karena kami hanya tinggal menunggu rekomendasi dari Gerindra dan Golkar, langsung kedua pasangan ini sudah bisa menjalankan konsolidasi-konsolidasi mereka,”ujarnya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Ambon itu mengaku, diantara sejumlah nama balon wakil walikota dari sejumlah partai politik, hanya PKS dan Gerindra yang menjadi incaran Richard Louhenapessy. Namun, pilihan justru jatuh kepada Lutfi, kader Gerindra yang saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku.

“Sebenarnya kami sangat apresiasi sekali dengan PKS. PKS masuk dalam daftar yang betul-betul diincar oleh Golkar, karena konsolidasi dan pengkaderan yang dipunyai PKS itu sangat baik sekali dalam pandangan kami. Dan olehnya itu, kami sebenarnya ingin sekali berpasangan dengan teman-teman PKS.

Dan memang ya, pak Richard sendiri sebenarnya juga punya pilihan jatuh kesitu. Tapi, ternyata terakhir pilihan jatuh ke pak Lutfi,”paparnya.

Dikatakan, PKS termasuk partai utama yang awalnya diincar Richard, karena memiliki struktur partai yang lengkap dan  pengkaderannya yang dinilai baik. Begitu juga dengan beberapa figur seperti Said Mudzakir Assagaf yang mempunyai elektabilitas yang cukup tinggi sesuai hasil survei.

“Soal struktur kepartaian dan kerja PKS itu yang membuat kami sebenarnya tertarik dengan PKS. Soal figur, saya kira semua sama. Baik itu pak Said Mudzakir mantan ketua DPW PKS Maluku, dan pak Lutfi Sanaky sebagai senior di Partai Gerindra. Jadi kalau dibilang, antara dua partai ini saja pilihan pak Ris. Jika tidak pak Lutfi, pak Mudzakir. Jika tidak Mudzakir, ya pak Lutfi. Itu saja. Tapi memang pilihannya jatuh ke Lutfi,”tutur politisi muda Golkar itu.

Kendati pilihan balon wakil Walikota sudah diputuskan, namun akui dia, baik Tim, Richard Louhenapessy secara pribadi maupun Partai Golkar sangat berharap PKS bisa menjadi salah satu partai pengusung Richard-Lutfi. Komunikasi politik juga tetap dibangun.

“Itu kerinduan kita. Baik tim pemenang maupun partai Golkar, kita sangat merindukan sekali PKS ada dalam barisan ini. Karena  ada banyak alasan kita harus bangun kerjasama dengan PKS. Kalau sekadar komunikasi antar partai, saya kira pak Ris maupun Golkar tetap berupaya untuk membangun kerjasama dan membangun komunikasi yang baik, antara Golkar, pak Ris dan PKS,” tandasnya.

Dia melanjutkan, sampai sekarang memang belum ada respon resmi dari partai Golkar atas pilihan Richard selaku kader dan sekaligus bakal calon Walikota berpasangan Lutfi. Karena itu, tim dan Richard sendiri akan melihat hasil survei kedua yang akan didapatkan dalam waktu dekat.

Nendy Kurniawan Asyari yang dikonfirmasi soal pasangan Paparisa baru, mengungkapkan, cukup rasional pilihan Richard, karena survei juga merujuk Lutfi ada di peringkat tiga besar balon wakil walikota Ambon dengan elektabilitas tinggi. Hanya saja dia mengingatkan, kuatnya simpul Sam Latuconsina diakar rumput.

“Kan survei sudah ada, dibawah balon wakil, ada pak Sam, Muzzakir Assagaff, dan Lutfi Sanaky. Namun dari ketiga itu, prosentasenya bagaimana itu juga harus menjadi ukuran. Dan pada situasi seperti ini, PKS menjadi faktor penentu kemenangan pasangan yang nantinya bersaing,” kata dia.

Peneliti dari lembaga survei Index ini, mengatakan PKS punya simpul kader sangat solid, dan militan. Mesin partainya juga akan bekerja jauh lebih maksimal. “Contohnya saat pemilihan 2011 lalu. Saat itu mereka mengusung Olivia Latuconsina sebagai walikota. Hasilnya, mereka bisa meraih suara tertinggi dari pemilih muslim,” kata dia.

Menurut dia, dengan bergabungnya PKS disalah satu koalisi atau kader PKS diusung oleh salah satu calon, peluang meraih suara pemilih muslim jauh lebih terbuka. “Pastinya sekarang PKS penentu kemenangan. Basisnya terdistribusi merata di kantong-kantong pemilih muslim. Dan cukup militan. Ini yang harus menjadi perhatian pasangan calon,” kata dia.

Wakil sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Piet Manuputty yang dikonfirmasi beberapa hari lalu mengatakan, pihaknya belum mengetahui persis siapa balon wakil Walikota yang berpasangan Richard. Ia juga menilai, masih terlalu dini untuk dibicarakan dan masih dirahasiakan.

“Dari sisi partai, kami belum tahu persis beliau (Richard) berpasangan dengan siapa? Sepertinya masih terlalu dini dan masih dirahasiakan,”kata Manuputty via sms.
Mereka tetap mengacu pada hasil survei untuk menentukan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Namun, kewenangan tetap diberikan kepada bakal calon untuk menentukan.
“Tradisi Golkar berdasar hasil survei. Selalu memberi kewenangan kepada calon kepala daerah untuk memilih atau menentukan calon wakilnya (diharapkan pula berdasar pada hasil survei),” jelasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku, Hendrik Lewerisa yang dimintai tanggapan soal kadernya, Lutfi Sanaky yang dipilih oleh Richard sebagai balon Wawali, tidak memberi komentar. ”Nanti hubungi ketua DPC Gerindra Kota Ambon, saudara Phil Latumairissa. Cross chek informasi ke Phil saja,” singkat Hendrik via sms. Namun, hingga berita ini naik cetak, Phil belum memberikan tanggapan. Sms yang dikirimkan pun belum dibalas.

Sementara itu, seperti ditulis Ambon Ekspres, Jumat (11/3),  ketua DPW PKS Maluku, Asis Sangkala mengaku, PKS punya keinginan menyandingkan kadernya dengan bakal calon Walikota Ambon, Richard Louhenapessy. Namun, dia menandaskan, tentu ada kesepakatan-kesepakatan yang perlu dijalani. Salah satunya, rasionalisasi visi dan misi serta elektabilitas sesuai hasil survei.

“Keinginan, saya rasa selalu. Dan tentu kita tidak boleh bertepuk sebelah tangan. Keinginan itu harus disertai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak. Karena itu, mari kita merasionalisasikan lewat hasil survei. Saya kira, pak Richard Louhenapessy juga akan melakukan rasionalisasi,” ucapnya.

Kader yang dinilai layak untuk disandingkan dengan Richard, yaitu Yusuf Wally, Saiful Ali Almaskati dan Abubakar Hentihu. Ketiganya telah mendaftar di PKS. Almaskati juga sudah mengambil formulir pendaftaran di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!