Jaksa Kebut Tetapkan Tersangka – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Kebut Tetapkan Tersangka

AMBON,AE— Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan dan gedung, untuk pembukaan kantor cabang Bank Maluku di Surabaya hingga kini masih bergulir. Informasi terakhir yang diperoleh koran ini di Kejaksaan Tinggi Maluku, penyidik masih menunggu pemeriksaan terhadap salah satu pejabat penting di bank itu.

Pemeriksaan terhadap dia dianggap penting oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku. Olehnya itu, dalam waktu dekat penyidik akan mengagendakan panggilan terhadapnya, untuk diperiksa sebagai saksi.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus itu mengatakan, dalam waktu dekat, penyidik akan melayangkan surat panggilan kepada pejabat bank Maluku untuk diperiksa lebih lanjut.

“Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jaksa melakukan pemeriksaan terhadap seseorang saksi yang memang relevan dengan kasus. Artinya, saksi yang dipanggil itu dianggap dapat membuktikan suatu perkara,” terangnya.

Lebih lanjut Sapulette mengatakan,  dapat dipastikan, dalam waktu yang tidak lama, status penyidikan kasus Bank Maluku bisa lebih komplit, lebih jelas seperti yang diharapkan oleh masyarakat.

“Agenda yang sudah ditetapkan oleh pak Kajati itu tetap akan dipenuhi oleh penyidik. Jadi, penyidik akan bekerja professional, agar pada waktunya bisa diumumkan tersangka,” ujarnya.

Menyoal hasil evaluasi tim penyidik, Sapulette mengatakan, hingga saat ini penyidik masih melakukan evaluasi hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebelumnya. Nantinya, dari hasil evaluasi itu, penyidik akan menentukan sikap untuk melanjutkan ketahap selanjutnya.

“Pokoknya kita tunggu saja. Kalau sudah waktunya, maka tersangkanya akan diumumkan. Lagipula Pak Kajati sudah katakan soal penetapan tersangka. Dan kalau beliau katakan begitu, pasti dilakukan,” tukasnya.

Salah satu jaksa Kejati Maluku mengatakan, penyidik dalam menjalankan penyidikan, selalu mengedepankan asas kehati-hatian. Karena, jika salah mengambil tindakan, maka bisa saja akan berdampak pada Bank itu sendiri.

“Penyidikan terhadap kasus bank Maluku, bukan saja merupakan kepentingan kami. Tetapi, yang harus diingat ialah, ini bank milik masyarakat Maluku. Ada saham milik pemerintah. Jadi harus arif dalam mengambil sikap,” katanya.

Menurutnya, apa yang terjadi pada kasus ini, bukan merupakan kesalahan dari Bank tersebut. Tetapi, hal tersebut merupakan kesalahan dari system dan orang yang berada di Bank Maluku.

“Ini kan yang salah bukan Banknya. Tetapi system dan orangnya yang salah,” tegasnya.
Dijelaskan lebih lanjut, jika dalam evaluasi nanti maupun pemeriksaan nanti ada keterangan dan bukti yang mengarah pada orang lain yang diduga terlibat, maka dapat dipastikan orang tersebut akan ditindaklajuti. Sejauh ini, pihak penyidik masih menganalisa kembali keterangan-keterangan saksi yang telah diperiksa.

“Sejauh ini, penyidik masih menguji kembali keterangan saksi yang sudah diperiksa. Apakah keterangan saksi yang ada itu, kemudian kita lihat ada atau tidak yang menarik atau urgen untuk diteliti atau didalami. Jika ada,  maka sudah pasti didalami,“ paparnya.
Bahkan, tambah dia, jika ada pelaku-pelaku lain yang memang turut menikmati hasilnya, pasti akan dikejar. (AFI)

Most Popular

To Top