Lemahnya Koalisi Parpol Islam – Ambon Ekspres
Trending

Lemahnya Koalisi Parpol Islam

AMBON,AE— Koalisi partai politik berbasis Islam untuk mengusung calon Walikota Muslim untuk Pilwalkot 2017, dinilai belum kuat. Pasalnya, Walikota yang nantinya diusung hanya meraup suara di kalangan Muslim.

Pengamat politik Universitas Pattimura, M Jen Latuconsina menilai, dari sekian partai berplatform Islam, hanya kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki peluang untuk memenangkan pertarungan. Sementara partai Islam lainnya, punya peluang yang sangat sedikit.

“Yang kuat dan diperhitungkan semasa Pilkada kota dari waktu ke waktu itu hanya PPP. PPP Selalu menjadi primadona calon yang akan memenangkan pilkada kota. soalnya Pilkada Kota pasca Orde Baru, itu dua elite PPP yang pernah menjadi Wakil Walikota yakni Syarif Hadler dan Sam Latuconsina,” kata Jen lewat sms, Kamis (17/3).

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Kamis (17/3), Partai dengan platform Islam, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki 2 kursi, Partai Bulan Bintang (PBB) 2 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2 kursi di DPRD Ambon, mencoba membangun komunikasi untuk berkoalisi. Namun, belum ada kesepakatan dari pimpinan partai masing-masing.

Figur yang didorong adalah Said Mudzakir Assagaff, wakil ketua DPRD Maluku sekaligus kader dan mantan ketua DPW PKS Maluku dua periode. Tapi, Mudzakir sendiri mengaku, masih menunggu hasil survei yang tengah berjalan sebelum mengambil keputusan.

Menurut Jen, koalisi ekslusif dengan melibatkan partai-partai Islam untuk mengusung calon Walikota tidak akan kuat dan laris. Pasalnya, calon Walikota tersebut hanya laku di kalangan Muslim, sementara tak mendapatkan dukungan dari kalangan pemilih non muslim, karena saat ini koalisi inklusif plural masih cukup kuat.

“Kalau koalisi esklusif yang hanya melibatkan partai Islam untuk mengusung calon walikota, itu tidak akan laris. Pasalnya, calon walikotanya nanti hanya laris di pemilih Islam. Sementara di pemilih kristen tidak mendapat dukungan sama sekali. Saat ini trend koalisinya adalah koalisi inklusif yang plural pasang-pasangan menurut Islam Kristen,” urai kandidat Doktor dari Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.

Sejarah politik aliran di kota Ambon, lanjut dia, sebenarnya sudah tidak relevan lagi sejak pemilu 1995. Karena itu, menurutnya, bukan trendnya lagi koalisi partai Islam di tengah pluralitas masyarakat kota Ambon saat ini.

“Sebaiknya, kuburkan saja koalisi partai Islam. Tidak trend lagi mencuatkan politik aliran di tengah pluralisme warga Kota Ambon. Semangat politik aliran itu di era Kota Ambon pada tahun 1955 yang tidak relevan lagi untuk dipraktekkan,” ungkapnya.

Dikatakan, PKS pernah mencoba koalisi berbasis Islam pada pemilihan Walikota dan wakil Walikota 2006 dengan mengusung Made Rahman Marasabessy sebagai calon Walikota dan Olivia CH Latuconsina pada Pilwalkot 2011. Namun, tak meraup suara signifikan.

“PKS dulu pernah mencobanya dengan mengusung Made Rahman Marasabessy pada Pilkada Kota Ambon tahun 2006, tapi hasilnya tidak signifikan dengan perolehan suara di urutan ke 4. Kemudian Olivia CH Latuconsina pernah mencobanya pada Pilkada Kota Ambon 2011 sebagai calon walikota, tapi pemilih Islam tidak memberikan dukungan sepenuhnya kepada kedua figur ini,” tuturnya.

Kalaupun dicoba lagi pada Pilwalkot 2017, tidak berpengaruh signifikan terhadap tergerusnya suara pasangan calon yang lain. Ini karena trend saat ini adalah koalisi basudara.
“Tidak ada pengaruhnya untuk mengganggu pasangan manapun dari basis pemilih Islam.

Karena trend koalisinya adalah koalisi “basudara” Islam-Kristen sesuai kondisi empirik pluralisme warga Kota Ambon,” paparnya.

Figur Muslim bisa mencalonkan diri dan berpeluang memenangkan Pilwalkot, apabila Jazairah Salahutu masuk dalam wilayah administratif kota Ambon.

Sementara itu, ketua DPD PKS Kota Ambon, Yusuf Wally mengaku, sulit koalisi partai Islam untuk mengusung calon Walikota. Apalagi, kata dia, hingga saat ini belum ada figur yang menyatakan kesiapannya maju sebagai Walikota.

“Memang agak sulit. Apalagi belum ada figur Islam yang mau sebagai calon Walikota Ambon. Kalau memang ada kemauan, kenapa tidak. Tetapi, kita harus lihat komitmen bersama, apakah partai-partai ini serius atau sekedar wacana saja,” kata Yusuf lewat telepon genggam.

Dia juga mengaku, dua kali secara beruntun PKS telah mencalonkan Walikota muslim di Pilwalkot Ambon. Tetapi hasilnya nihil dengan finish pada urutan enam jumlah perolehan suara pasangan calon.

“Karena PKS sudah dua kali berturut calonkan figur muslim, tetapi kita hanya menduduki peringkat enam. Pada saat itu, didukung oleh partai Islam, yakni PKS sendiri, PBB, dan PAN. Jadi, saya kira komunikasi boleh dibangun, tapi kita harus realistis,” ujar anggota DPRD Kota Ambon itu.(TAB)

Most Popular

To Top