Poly-Sam Seruduk Kandang Richard – Ambon Ekspres
Trending

Poly-Sam Seruduk Kandang Richard

AMBON, AE— Wakil Walikota Ambon yang kini mencalonkan diri untuk jabatan yang sama, Sam Latuconsina mengingatkan Partai Golkar agar bijaksana mengeluarkan rekomendasi. Ia juga mengaku, berjasa bagi partai berlambang pohon beringin itu.

Tuhan  mengantarkan saya bersama dengan Pak Poly untuk mendaftar. Kalau Golkar bisa mendengar suara rakyat, kalau Golkar bisa membaca tanda-tanda zaman di kota ini, maka saya kira kita semua percaya Golkar akan membuat sesuatu yang PAS,” ujar Sam dalam pidato politik singkat saat bersama bakal calon Walikota Ambon Poly Kastanya mendaftarkan diri di DPD Partai Golkar Maluku, Ina Tuni, Karang Panjang, Kamis (17/3).

Dihadapan sejumlah pengurus Golkar Maluku dan juga tim penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Pilkada 2017, yakni Roland Tahapary, Fatani Sohilauw, Piet Manuputty dan Hanny Pariella, Sam mengaku telah berjasa untuk partai Golkar. Ini dibuktikan dengan perannya dalam proses pemenangan Pilwalkot Ambon 2011 dan pemilihan Gubernur Maluku 2013.

“Saya bukan orang Golkar. Saya bukan anggota Golkar, tapi kalau bicara tentang suksesi orang-orang Golkar, saya orang yang berjasa melebihi orang yang Golkar asli. Dua kepala daerah saya telorkan untuk Golkar, yakni kota Ambon dan Provinsi Maluku. Itu bagian dari perjuangan kita bersama.

Dan hari ini saya tidak minta balas jasa, tapi tau-tau lai (tahu diri) juga,” kata Sam disambut aplaus dari pendukung dan simpatisannya di lantai II kantor Golkar.
Karena itu, baik Poly maupun Sam yang telah menyatakan diri berpasangan tersebut, berharap Golkar bisa bergabung dengan mereka dalam Pilwalkot mendatang. ”Golkar selalu mendengarkan suara rakyat.

Dalam keyakinan itu, maka saya beranikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota. Saya berharap kita bisa bergabung bersama-sama. Walaupun kita bukan satu perahu, tapi alangkah baiknya kalau kita satu perahu untuk meraih sukses bagi kota ini kedepan,” kata Poly ditempat yang sama.

Seusai mendaftar di Golkar, Poly dan Sam menuju DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk mendaftarkan diri. Mereka diterima ketua dan sekretaris tim penjaringan Surya Batubara dan Nus Leatomu serta sejumlah kader Nasdem.

“Saya kira dari partai Nasdem, mereka dengan senang hati menerima kami. Pernyataan dari ketua panitia (penjaringan) bahwa di mata masyarakat, kita sudah sangat dikenal. Saya juga kaget. Dan kita berharap, dukungan semua pihak, mudah-mudahan kita terus diperkenalkan kepada masyarakat bahwa memang saya dan pak wakil itu biasa saja,” ungkap Poly kepada wartawan di depan kantor Nasdem Kota Ambon, jalan Sedap Malam.

Sam menambahkan, Nasdem merupakan partai yang tergolong besar saat ini, baik secara nasional maupun di Maluku dan Kota Ambon. Olehnya itu, dia berharap Partai Nasdem memberikan rekomendasi kepada dia dan Poly.

”Dengan membawa gerakan perubahan, kita berkeinginan kuat bersama dengan partai Nasdem. Karena kita lihat partai ini tiba-tiba muncul menjadi partai besar. Bukan saja secara nasional, tapi juga di Maluku dan kota Ambon. Dengan perolahan kursi yang signifikan di DPRD Kota Ambon, saya kira akan tergiur menjadikan partai Nasdem sebagai alat perjuangan mereka,” harapnya.

Politisi senior Partai Golkar, Paulus Mantulameten, sebelumnya di Rakyat Maluku menegaskan, semua kandidat memiliki peluang sama untuk dicalonkan, tak hanya kader. “Ah belum tentu. Siapa yang bilang begitu. Ia boleh kader, boleh walikota (Richard Louhenapessy) sekarang, tapi belum tentu rekomendasi itu ia dapat,” tepisnya.

Mantan anggota DPRD Maluku ini mengatakan, ada penilaian yang dilakukan Partai Golkar selain hasil survei yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PD2LT). Sekalipun hasil survei bagus, akan tetapi jika indikator PD2LT tidak terpenuhi atau salah satu hilang, tentu akan berpengaruh terhadap pilihan DPP partai.

“Walau kader Golkar tapi keberhasilan juga harus diukur. Contoh saja, pilkada provinsi kita kalah di Kota Ambon. Kursi kita di DPRD kota dari lima tinggal empat, kursi kita Dapil Kota Ambon untuk provinsi dari dua tinggal satu.

Bayangkan, di daerah lain itu walaupun kepala daerahnya orang Golkar atau bukan tapi mereka mampu memperjuangkan partai dimana mereka dibesarkan. Jadi bagi saya, ini juga salah satu penilaian DPD maupun DPP partai,” paparnya.(TAB)

Most Popular

To Top