Wapres Blusukan ke Nelayan Banda – Ambon Ekspres
Trending

Wapres Blusukan ke Nelayan Banda

MASOHI, AE— Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tiba di kecamatan Banda kabupaten Maluku Tengah, Kamis (17/3), langsung menuju sejumlah tempat yang telah ditentukan. Wapres juga melakukan kunjungan diluar agenda. Dia blusukan ke kampung Nelayan, berdialog dengan warga di sana.

Turun dari KRI Surabaya 591 yang tiba di pelabuhan Banda pukul 8:00 Wit, rombongan Wapres langsung menuju Clod Storage di Negeri Nusantara dan Bandara, serta SMA Negeri 1 Banda di Negeri Kampung Baru.

Dari SMA 1 Banda, tiba-tiba Wapres ingin berdialog dengan warga yang berprofesi sebagai nelayan. Keinginan di luar agenda yang telah ditetapkan ini  membuat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan aparat keamanan harus bergerak cepat, mengamankan jalan yang dilalui rombongan Wapres menuju kampung Nelayan. Namun, Wapres asal Makasar ini tetap menyambut uluran tangan warga yang berjejer di samping jalan untuk berjabat tangan denganya.

Tiba di rumah salah satu warga di sana, Wapres langsung berdialog dengan beberapa nelayan tentang hasil tangkapan dan hasil penjualan ikan mereka. Warga pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk mengeluarkan unek-unek mereka.

”Kalau ada rezeki baik, bisa dapat banyak. Di sini banyak ikan Tuna, pak,” kata salah satu Nelayan, menjawab pertanyaan Wapres.

Menurut warga, yang menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi adalah pengawetan ikan hasil tangkapan mereka, karena Clod Storage tidak difungsikan. Sehingga hasil tangkapan hanya dijual seadanya. Warga pun berharap, pemerintah dapat membangun pabrik es.

Mendengar keluhan warga tersebut, Wapres pun menyanggupi keinginan warga agar ada pembangunan pabrik es untuk pengawetan ikan. “Saya juga tidak tahu kenapa Clod Storage tidak jalan. Tapi untuk pabrik es, nanti disiapkan anggarannya,” ikrar Wapres.

Wapres mengatakan, kunjungannya ke Maluku kali ini, selain untuk menggelar rapat koordinasi nasional perikanan Indonesia (yang baru digelar malam tadi diatas KRI 591), kunjungan ini juga untuk  melihat perkembangunan kelautan dan perikanan di Maluku. Ini menjadi bagian dari upaya memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan di Maluku demi Kesejahteraan masyarakat.

Sementara terkait rencana menjadikan Banda sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi Pariwisata, Wapres tidak memberikan penjelasan detail. Namun, menurutnya, untuk mewujudkan rencana itu, pemerintah masih harus menyediakan infrastruktur penunjang termasuk listrik di pulau Banda.

”Tapi yang lebih penting dan utama adalah bagaimana membuat setiap orang yang datang merasa aman dan nyaman. Itu dulu dan terlahir bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar orang nomor dua di Indonesia ini.

Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua mengapresiasi kunjungan Wapres ke Banda. Ini menunjukkan adanya perhatian pemerintah pusat terhadap Pulau Banda yang sejak dulu dikenal sebagai pulau yang kaya akan sumber daya alam, terutama Pala dan ikan.

”Selama ini kita sudah berupaya memberdayakan nelayan dengan memberikan bantuan mesin dan lain lain. Kita berharap, ada suport dari pemerintah pusat,” ungkapnya kepada Ambon Ekspres disela kunjungan Wapres tersebut.

Sementara terkait Clod Storage di Negeri Nusantara yang belum dimanfaatkan, Tuasikal mengakuinya. Ini karena masih kekurangan tenaga listrik. ”Tadi (Kemarin) Pak Wapres sudah bilang, nanti diupayakan listrik, mungkin dengan PLN atau lainnya. Kita berharap, semua ini dapat ditindaklanjuti,” harapnya. Wapres melanjutkan kunjungan ke kampus Hatta-Sjahril, Banda.

Terakhir di Istana Mini. Di Istana pertama di Indonesia ini, Wapres berdialog  dengan  ratusan warga Banda. Mendengar aspirasi masyarakat  tentang upaya pemekaran daerah otonom baru di Maluku, terutama pulau Banda yang akan dijadikan kota  kawasan khusus strategis, Wapres yang juga ketua tim pertimbangan otonomi daerah ini mengatakan, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, Moratorium pemekaran DOB masih diberlakukan.”Akan kita evaluasi (DOB) yang ada, apakah berhasil atau tidak,”katanya.

Menurut Wapres, pemekaran DOB membutuhkan anggaran yang besar.Sementara pemerintah harus mempertimbangkan kondisi keuangan negara yang harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

”Kalau mekarkan daerah baru butuh anggaran besar untuk bangun kantor dan biaya administrasi. Sulitnya ekonomi kita jadi kita harus berhati-hati. Akan lebih baik bangun pabrik es buat nelayan dari pada bangun kantor,” ujarnya. (MAN)

Most Popular

To Top