Berebut Bendera Parpol di SBB – Ambon Ekspres
Trending

Berebut Bendera Parpol di SBB

Ambon, AE— Pemilihan kepala daerah Seram Bagian Barat, punya jumlah peminat untuk menjadi calon bupati yang cukup banyak. Semua partai politik diborong. Sampai kemarin, sudah enam partai politik yang resmi buka pendaftaran.

PDIP, membuka lebih awal. Setelah itu, Nasdem, Partai Golkar, PKB, dan PAN. Kemarin, bakal calon bupati, Levinus Kariuw mengembalikan berkas ke partai Nasdem, sekaligus mendaftar di PKB. Soal nanti dicalonkan, dia kembalikan sepenuhnya kepada mekanisme partai.

“Saya hanya penuhi syarat pencalonan di masing-masing partai politik. Soal nanti dicalonkan, saya kembalikan ke masing-masing partai. Saya hormati mekanisme internalnya. Siapa yang nantinya dicalonkan, tentu dinilai memenuhi syarat untuk dicalonkan partai tersebut,” kata Levi.

Levi sendiri sudah mengembalikan berkas pendaftaran di PDIP, dan Nasdem. Kemarin, dia juga mendaftar di PKB. Masih ada beberapa parpol yang diincarnya, namun itu tidak semua parpol menjadi incarannya. “Kita harus realistis. Mana yang berpeluang kita diusung, ya kita daftar. Tentu komunikasi dengan semua elemen partai itu dilakukan. Kan kita harus komunikasikan apa kepentingan kita dalam pilkada ini,” kata dia.

Soal kepentingan, Levi tidak banyak menyinggungnya. Tujuannya  menjadi kontestan pilkada, membuat perubahan, menuju masyarakat SBB yang lebih baik. “Sekarang belum saatnya kita bicara visi misi. Ada waktunya. Visi misi saya akan sampai ke parpol. Kalau mereka sepakat, mari kita bekerja bersama-sama membangun SBB, untuk membuat masyarakat sejahtera,” kata dia.

Nendy Kurniawan Asyari, peneliti dari Index mengatakan, di SBB kandidat yang akan bertarung mungkin tak akan lebih dari empat orang, jika berpatokan pada parpol peraih kursi di DPRD SBB. “Mungkin empat kebawah kontestannya. Kalau empat kandidat, sudah cukup maksimal,” kata dia.

Menurut dia, pertarungan di SBB akan jauh lebih kompetitif, karena tak ada lagi incumbent bupati, meski ada kerabatnya yang menjadi kontestan. Pertarungan akan lebih terbuka, dan masyarakat akan jauh lebih bebas untuk memilih.

Terkait figur muda, kata Nendy, trend pilkada serentak 2015 lalu, banyak calon usia muda terpilih, ini karena mereka memiliki visi perubahan yang baik, dan langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

“Yang muda dinilai lebih enerjik, dan bisa bekerja lebih optimal. Punya visi perubahan yang baik. Dan yang terpenting, ketika berhadapan dengan rakyat kecil, bisa memberikan pecerahan visi-misi dengan bahasa yang jauh lebih sederhana, dan bisa dipahami. Kalau kandidat datang dengan visi-misi yang tak bisa dipahami rakyat, yang ada cuma, ketidakpahaman rakyat,” kata dia.(ISL)

Most Popular

To Top