Wawali Tual Diusir Paspampres – Ambon Ekspres
Trending

Wawali Tual Diusir Paspampres

TUAL, AE— Kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla pada tanggal (18/3) kemarin, diwarnai sedikit insiden. Pengawalan ketat dari pasukan pengamanan presiden (Paspampres), memaksa Wakil Walikota Tual, Adam Rahayaan harus pasrah untuk tidak ikut dalam rombongan wapres dengan KM Siwalima.

Insidennya berasal saat Wapres hendak naik ke KM Siwalima beserta rombongan pada pukul 08. 19, untuk mengunjungi budi daya rumput laut di Dusun Mangon dan Videtan. Usai Wapres naik, bersamaan naik juga sejumlah kepala daerah. Adam Rahayaan juga ikut naik ke KM Siwalima.

Setelah kakinya menginjak geladak KM Siwalima, dia dicegat sejumlah anggota paspampres. Dia dihujani sejumlah pertanyaan. Setelah paspampres mengecek manifest atau daftar penumpang, nama Wawali Tual, Adam Rahayaan tidak terdaftar dalam rombongan. Dia pun diperintahkan meninggalkan KM Siwalima.

Padahal, Wawali Kota Tual Adam Rahayaan turut serta dalam rombongan wapres dari Ambon, dengan menggunakan kapal KRI 591 Surabaya. Sejumlah kepala daerah, hanya bisa menatap wawali Tual yang menjadi tuan rumah diusir turun dari kapal, dan tidak diperbolehkan ikut dalam rombongan.

Melihat kepala daerahnya diperlakukan tidak wajar, Kadis Perikanan Kota Tual, Samsudin Wusurwut menyampaikan ke paspampres  kalau yang diusir adalah wawali. “Mau walikota atau menteri sekalipun  harus turun, kalau namanya tidak terdaftar,” ungkap paspampres.

Reaksi simpatik Gubernur Maluku itu muncul selang beberapa menit. Barulah Gubernur Maluku merespon dan memanggil wawali dan Bupati Maluku Tenggara, Andreas Rentanubun untuk naik ke-KM Siwalima bersama-sama mengunjungi lokasi budi daya rumput laut tersebut.
Wapres Boyong

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (17/3) malam memimpin rapat yang digelar diatas kapal milik TNI Angkatan Laut, KRI Surabaya 591,  membahas rencana pemberdayaan masyarakat Maluku dalam mengelola potensi perikanan di daerah ini. Selain Menteri kabinet kerja, Wapres juga mengajak sejumlah pengusaha untuk hadir dalam pertemuan yang digelar di Geladak 4 KRI Surabaya 591 ini.

Selain Wapres, hadir  juga  Gubernur Maluku Said Assagaff, menteri perindustrian dan perdagangan Saleh Husin, sejumlah pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pangdam XVI Pattimura Doni Munardo,  Kapolda Maluku Ilham Salahudin, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkup pemerintah provinsi Maluku dan sejumlah bupati di Maluku.

“ Malam ini, diskusilah, karena ada menteri perindustrian. Rencananya Menteri perikanan juga tapi diwakili dirjen dan staf. Ada para ahli dan asosiasi pengusaha saya undang untuk ikut serta,” kata Wapres, membuka rapat yang digelar ruang pertemuan KRI Surabaya 591 tersebut.

Dalam pertemuan itu,  pemerintah provinsi Maluku mempresentasikan proposal pemberdayaan masyarakat Maluku dibidang kelautan dan perikanan. Ini sebagai bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat Maluku dalam menyambut penetapan Lumbung Ikan Nasional ( LIN). Namun, rapat  tersebut digelar secara tertutup.

Wartawan yang ingin meliput jalannya rapat itu hanya diberikan waktu sekitar 3 menit oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk mengambil gambar dan merekam pidato pengantar Wakil presiden.

Wapres mengatakan, pengusaha sengaja diundang karena dalam pengembangan sesuatu, pada akhirnya adalah dilaksanakan oleh masyarakat dan pengusaha dengan fasiltas serta regulasi pemerintah. “Apa pun yang dilaksanakan, selalu jalurnya itu,” sebutnya.

Dikonfirmasi setelah memimpin rapat itu, Wakil presiden mengatakan, rapat teesebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan produktifitas perikanan rakyat.

Ditanya tentang hasil pembahasan dalam rapat yang dilakukan saat KRI Surabaya 591 menuju kota Tual itu, Wapres menandaskan masih perlu dilakukan pembahasan lanjutan, mengingat masih ada kekurangan dalam proposal tersebut.” Itu lagi disempurnakan, aturan-aturanya, penyempurnaan proposal,” kata Wapres tanpa merinci poin-poin yang perlu disempurnakan.

Disebutkan, untuk mewujudkan rencana pengelolaan potensi sumber daya kelautan dan perikanan, dibutuhkan tiga hal yakni aturan, fasilitas, dan masyarakat.” Secara nasional kita bicarakan, bagaimana mau meningkatkan produktifitasnya, ekspornya,” kata Wapres di sela kunjunganya di kota Tual, Jumat (18/3).

Rombongan Wapres yang tiba di Pelabuhan Perikanan kota Tual pada pukul 08:00 Wit langsung menuju  sejumlah lokasi pengelolaan hasil tangkapan ikan diantaranya Martim Jaya Timur.

Rombongan Wapres juga menuju rumah dinas Walikota Tual, istrahat sejenak lalu Shalat Jumat di Masjid Raya kota Tual. Selanjutnya mengunjungi kampus Politeknik Tual dan meninjau lolasi rumput laut di desa Litvuan Maluku Tenggara.

Setelah menuntaskan agenda kunjungan kerjanya ke Maluku selama tiga hari ini, Wapres kembali ke  Jakarta menggunakan pesawat dari Bandar Udara Setiabudin, Tual pada, Jumat sore, kemarin. (MAN)

Most Popular

To Top