Kejari Tertutup Soal Transit Passo – Ambon Ekspres
Trending

Kejari Tertutup Soal Transit Passo

AMBON,AE— Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon mulai irit bicara ketika dikonfirmasi tentang pengusutan dugaan penyalahgunaan anggaran proyek Terminal Transit di desa Passo,  kecamatan Baguala kota Ambon. Alasanya,  telah diberlakukan sistem satu pintu dalam pemberian informasi, yaitu melalui Kasi Penerangan Hukum dan Humas ( Penkum) Kejati Maluku.

Namun hal itu dibantah Kasi Penkum Kejati. Ada apa dengan Kejari Ambon?
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Robert Ilat, setiap kali dikonfirmasi, selalu terbuka dalam memberikan penjelasan. Bahkan, Ilat memastikan pihaknya tetap mengusut kasus proyek yang telah menghabiskan uang negara puluhan miliar itu. Jaksa pun telah bergerak, meninjau Terminal Transit di desa Passo dan mendokumentasi hasil pekerjaan di sana.

Belakangan Kajari Ambon dan para anak buahnya kompak, tidak melayani permintaan konfirmasi oleh Wartawan. “Pak Kajari pun tidak bisa berikan penjelasan, apalagi saya. Silakan ke Kasi Penkum Kejati. Nanti dikoordinasikan,” kata Kasi Pidana Khusus Kejari Ambon, Irwan Somba, Senin (21/3) tanpa menyebut alasan mendasar pemberlakuan sistem tersebut.

Jawaban yang  hampir sama keluar dari mulut Kasi Intel  Kejari Ambon, Nur Alim Rachim. Pemberlakuan sistem satu pintu setelah adanya aturan baru tentang penyampaian informasi ke publik. Namun, Rachim tidak menyebutkan secara jelas aturan dimaksud. “Pokoknya ada aturan baru. Kalau mau konfirmasi, ke Kasi Penkum Kejati. Apa yang mau ditanyakan, nanti Kasi Penkum yang sampaikan ke kita di sini,” katanya.

Kasi Penerangan hukum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette yang diminta konfirmasi perkembangan pengusutan dugaan korupsi dana pembangunan Terminal Transit Passo, di Kejari Ambon menegaskan, sebenarnya Kejari bisa memberikan penjelasan.

“Tidak ada aturan harus ke saya. Kalau begini, kan pusing juga kalau setiap hari anda (wartawan) konfirmasi dan saya harus hubungi Kejari. Di sana kan ada Kasi Intel yang bisa berikan penjelasan. Nanti saja saya hubungi Kejari, karena saya lagi sibuk,’’ jelasnya, mengkalirifikasi, kemarin.

Ketua DPW Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) Maluku Faisal Yahya Marasabessy yang dimintai pendapatnya  mengemukakan, jaksa seharusnya mempertahankan sikap terbuka dalam memberikan penjelasan. Apalagi ini terkait penggunaan dana proyek  Terminal Transit Passo yang menguras uang negara, namun belum kunjung rampung.

“Jangan sampai kita menaruh curiga bahwa ada yang tidak beres. Sebelumnya, kan terbuka, itu bagus karena masyarakat membutuhkan informasi tentang penegakkan hukum. Kalau jaksa tertutup, apa yang bisa diketahui masyarakat,’’ tegasnya.

Karena itu, Marasabessy berharap jaksa tidak berlama-lama dengan sikap mengirit bicara tersebut, karena bila pengusutan kasus tidak tuntas akan menuai sorotan miring dari masyarakat terhadap kinerja aparat penegak hukum itu.

“Kalau memang ada aturan bahwa harus satu pintu, ya harus disampaikan secara jelas, apa aturanya, seperti apa isi aturan itu. Jangan asal sebut ada aturan,” ingatnya.
Sementara itu, direncanakan hari ini Komisi Kejaksaan (Komjak)  tiba di kota Ambon dalam rangka melakukan inspeksi di jajaran kejasaan di Maluku.

Ini  sebagai bentuk pelaksanaan tugas mereka,  antara lain melakukan pengawasan, pemantauan, dan penilaian terhadap kinerja jaksa dan pegawai Kejaksaan dalam melaksanakan tugas kedinasannya, baik di dalam maupun di luar tugas kedinasan, dan menyampaikan masukan kepada Jaksa Agung atas hasil pengawasan, pemantauan, dan penilaian tersebut.(MAN)

 

Most Popular

To Top