Menguning di Golkar, Richard “Merah” di PDIP – Ambon Ekspres
Trending

Menguning di Golkar, Richard “Merah” di PDIP

Pengamat: Tipis Peluang PDIP Rekomendasikan Richard

AMBON, AE— Adaptasi politik, itulah yang dilakukan bakal calon Walikota Ambon Richard Louhenapessy saat mendaftar di Partai Golkar dan PDIP. Saat mendatangi kantor DPD Golkar Maluku, Richard mengenakan seragam Golkar berwarna kuning, sementara menyambangi PDIP, Richard mengenakan setelan jas berwarna merah.

Richard bersama rombongannya bertolak ke kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Ambon, Jalan Mahasin, Mangga dua untuk menyerahkan berkas pendaftaran, kemarin. Diterima langsung oleh ketua tim penjaringan Rudolf Pattiasina, sekretaris DPD PDIP Kota Ambon Jafri Tahitu dan puluhan kader PDIP.

Richar mengaku, alasannya mendaftar di PDIP, karena sesuai hasil survei, PDIP merupakan partai yang paling disukai oleh masyarakat kota Ambon. Ditambah keinginan masyarakat agar ia juga harus mendaftar di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

“Saya mengkaji secara sungguh-sungguh dan serius berdasarkan data dan hasil survei, PDIP ini partai yang sangat diminati oleh rakyat kita di Ambon. Kemudian, aspirasi yang berkembang dari masyarakat kota Ambon itu mereka menghendaki kalau boleh bapak mendaftar juga di PDIP. Menyadari penting aspirasi itu, lalu hari ini saya mengambil keputusan untuk mendaftar di PDIP sebagai sebuah respons aspirasi masyarakat,” kata dia seusai penyerahan dan verifikasi berkas.

Partai politik bagi dia hanyalah perahu, dan yang menentukan dan mengantar nahkoda hingga sampai tempat tujuan adalah rakyat. Olehnya itu, kehendak rakyat harus didengar dan dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh.

Menurut mantan anggota DPRD Maluku itu, stabilitas kota Ambon semakin baik jika Golkar dan PDIP berkoalisi dalam pemerintahan. Sehingga kata dia, peluang untuk menggandengkan calon dari PDIP dengannya cukup terbuka, bila memenuhi syarat elektabilitas.

“Kalau Golkar nggak mungkin, karena saya sendiri adalah kader Golkar. Tapi kalau PDIP punya calon wakil yang bagus, kenapa tidak. Baik dari segi elektabilitasnya, akuntabilitasnya baik, kenapa tidak. Kalau misalnya PDIP dengan Golkar itu bergabung, saya rasa stabilitas Ambon akan semakin bagus secara politis,”ujarnya.

Sebelum ke PDIP,  Richard dan rombongan ke kantor DPD Golkar Maluku, Jalan Ina Tuni, Karang Panjang. Dia diterima langsung oleh ketua Tim Penjaringan Balon kepala daerah dan wakil kepala daerah 2017-2022, Roland Tahapary, wakil sekretaris DPD Golkar Maluku Pit Manuputty, dan ketua desk Pilkada Seram Bagian Barat Hanny Pariella. Ia optimis, seribu persen akan direkomendasikan Golkar.

“Saya yakin seribu persen rekomendasi Golkar diberikan kepada saya. Bukan seratus, tapi seribu persen,” kata Richard kepada wartawan seusai mendaftar dan meninggalkan kantor Golkar.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Pattimura, Johan Tehuayo menilai, pendaftaran Richard Louhenapessy di PDIP merupakan hal yang wajar. Alasannya, tentu ingin mendapatkan rekomendasi.

“Karena kapasitansya sebagai incumbent dan juga ke parpol lainnya. Dan itu masih dalam tataran kewajaran. Karena setiap figur secara normatif memiliki kebebasan untuk menggunakan parpol sebagai kendaraan politik untuk memperoleh kekuasaan di lembaga eksekutif. Apalagi dijamin oleh Undang-Undang,”kata Tehuayo kepada Ambon Ekspres via sms, Senin (21/3).

Dia melanjutkan, kendati telah resmi mendaftar, namun peluang Walikota Ambon aktif itu direkomendasikan oleh PDIP sangat tipis. Sebab, pertarungan Walikota Ambon saat ini, merupakan pertarungan antara Golkar dan PDIP.

“Terkait dengan PDIP, harus melalui hasil survei dan ditetapkan oleh DPP. Karena itu, kemungkinan rekomendasi PDIP kepada Richard sangat tipis. Mungkin kepada Poly Kastanya dan Sam Latuconsina, karena pertarungannya kan antara Golkar dan PDIP,” ungkap dia.

Sedangkan dari indikator peluang dan tantangan, lanjut magister politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, semua calon punya peluang yang sama direkomenkasikan oleh PDIP. Namun, sikap politik dan interaksi politik secara kelembagaan, PDIP lebih condong ke Poly dan Sam.

“Kalau dari perspektif peluang dan tantangan politik dalam konteks Pilkada serentak tahap kedua, memang untuk proses pendaftaran PDIP terbuka untuk semua figur dan punya peluang yang sama untuk direkomendasikan. Namun, dalam konteks sikap politik dan interaksi politik secara kelembagaan, PDIP lebih cenderung pada figur Poly dan Sam,” tuturnya.

Wakil ketua DPD Partai Golkar Maluku, Roland Tahapary saat dimintai tanggapan soal mendaftarnya Richard di PDIP mengatakan, ittu merupakan hak Richard sebagai tokoh dan balon walikota. Golkar tidak bisa membatasi keinginan politik Richard.

“Itu beliau punya hak. Kita tidak bisa bilang apa-apa. Sebagai seorang tokoh dan sebagai seorang pemimpin yang melihat kedepan untuk bisa berada di semua komponen bangsa. Jadi sah-sah saja kalau mendaftar di PDIP,”kata Roland di kantor DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, kemarin.

Selain itu, akui dia, Golkar akan tetap berkoalisi dengan partai politik untuk mengusung calon Walikota dan wakil Walikota, karena hanya memiliki 4 kursi DPRD. Sehingga, semua kemungkinan koalisi sangat terbuka, termasuk dengan PDIP yang memiliki 5 kursi.

“Poinnya, Golkar masih membutuhkan koalisi di Pilwalkot, karena kita belum bisa penuhi 20 persen persyaratan pengusungan bakal calon Walikota dan wakil walikota. Tetap, semua ruang koalisi terbuka. Makin banyak lebih baik, kan,”ungkap mantan anggota DPRD Maluku itu. (TAB)

Most Popular

To Top