Program Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Program Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat

Bupati Buru Ramli Umasugi saat membuka kegiatan pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Pra Musrenbangda) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah tahun anggaran 2017 yang digelar di Aula Kantor Bupati Buru, Sabtu pekan lalu, (15/3), mengatakan, program pembangunan yang dibuat harus bisa dirasakan masyarakat.

Kegiatan dengan tema, “Optimalisasi Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Infrastruktur Berbasis Kearifan Lokal” itu, bupati mengatakan, prioritas pembangunan hendaknya ditetapkan atas dasar tantangan dan permasalahan pembangunan saat ini.

Tentu dengan tetap memperhatikan program dan kegiatan yang disusun oleh masing-masing SKPD yang bersifat realistis, efektif, dan mendesak untuk dilaksanakan, serta memilki dampak yang nyata, terukur dan langsung dirasakan oleh masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, prioritas pembangunan tidak lain adalah untuk meminimalir segala permasalahan baik di bidang infrastruktur, sosial, dan ekonomi, serta memperhatikan kondisi kemananan dan ketertiban masyarakat.

“Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa pembangunan yang kita laksanakan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dimana masyarakat merupakan obyek sekaligus subyek pembangunan,” tandasnya.

Untuk itu, kata Bupati, pembangunan yang dilaksanakan dengan menggunakan paradigma pemberdayaan sangatlah diperlukan untuk mewujudkan partisipasi masyarakat baik pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pada tahap pengendalian pembangunan.

Sedikit dijelaskan, filosofi dasar dari Musrenbang, pada prinsipnya adalah membangun keterlibatan masyarakat dalam setiap detak pembangunan yang merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. “Artinya pembangunan harus benar-benar di setting dari, oleh, dan untuk masyarakat,” tandasnya.

Bupati menjelaskan, semakin tinggi kepedulian atau partisipasi masyarakat pada proses-proses perencanaan, maka keluaran (output) dan hasil (outcome) bahkan manfaat (benefit) dan dampak (impact) pembangunan akan lebih optimal.

Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan, maka semakin tinggi pula tingkat keberhasilan yang akan dicapai. “Partisipasi masyarakat merupakan salah satu indikator utama dan menentukan dalam keberhasilan pembangunan,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam kaitannya dengan itu, Musrenbang pada dasarnya menjadi tahapan strategis bagi pedoman serta landasan dalam memadukan, menserasikan, dan mensinergikan berbagai potensi, kekuatan, peluang guna menghadapi tantangan dan hambatan yang ada.

Sehingga sedini mungkin, mampu disusun desain perencanaan secara sistematis, dengan arah yang mampu mengharmonisasikan berbagai masukan dari semua elemen pembangunan.
“Saat ini, aparatur dan masyarakat sudah semakin dewasa dan mampu mengelompokkan berbagai usulan program dan kegiatan pembangunan,” tandasnya.

Bupati optimis, musrenbang Kabupaten Buru akan mampu menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buru. “Mari jadikan musrenbang RKPD tahun anggaran 2017 ini sebagai wadah untuk mewujudkan program-program pembangunan yang lebih berpihak pada masyarakat miskin, peningkatan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat melalui penguatan struktur ekonomi,” ujarnya.

Dalam kaitan itu, proses Musrenbang ini harus bersifat bottom up, top down serta partisipatif, untuk menampung aspirasi dari masyarakat yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten dalam bentuk forum musyawarah.

Hal ini dimaksud agar pembangunan yang dilaksanakan haruslah dapat dirasakan oleh masyarakat terutama pada wilayah terpencil, namun tetap menjunjung kearifan lokal (local wisdom) yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. (CR8)

Most Popular

To Top