Golkar Tak Melarang, PDIP Beri Ruang – Ambon Ekspres
Trending

Golkar Tak Melarang, PDIP Beri Ruang

AMBON,AE— Sejumlah kader Partai Golkar tidak mempermasalahkan manuver politik Richard Louhenapessy dengan mendaftar sebagai bakal calon Walikota Ambon di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara PDIP memberi peluang untuk semua kandidat, termasuk Louhenapessy.

Wakil sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Ambon, Max Hehanussa kepada Ambon Ekspres melalui telepon genggam, Selasa (22/3) mengatakan, selaku balon Walikota, Richard berhak mendaftar di partai apa saja, termasuk PDIP. Yang terpenting, adalah apakah partai-partai tersebut bisa mengusung Richard atau tidak.

“Saya kira bukan hanya di PDIP, tapi juga di Nasdem, Gerindra, Golkar dan lainnya. Itu merupakan hak beliau. Masalah, tinggal bagaimana partai-partai itu diluar Golkar, memberikan rekomendasi atau tidak,” kata Max.

Tarkait dengan PDIP, menurut Max, mungkin  Richard dan partai berlambang banteng moncong putih itu sama-sama memiliki kepentingan yang saling mendukung pemenangan Pilwalkot. Itu bisa berupa duet calon dari PDIP dengan Richard dan kemungkinan lainnya.

“Barangkali ada bargaining politik untuk wakil. Mungkin juga beliau punya kepentingan disana. Tapi, bukan saja PDIP, tapi partai lainnya, karena siapa yang memiliki hasil survei tertinggi, dialah yang akan dipinang oleh pak Ris,” kata dia.

Wakil sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Pit Manuputty mengatakan, untuk Pilwalkot Golkar masih 3 kursi DPRD lagi untuk mengusung kadernya.  “Partai Golkar mengusung kadernya menuju Pilkada serentak 15 Februari 2017 sesuai persyaratan, yakni mengantongi 20 persen kursi DPRD. Hasil pileg 2014, Golkar mendapatkan 4 kursi di DPRD kota Ambon. Jika pak RL mendapatkan rekomendasi PG, itu artinya 4 kursi sudah digenggaman, dan masih kurang 3 kursi (syarat minimal) 7 kursi,”kata dia melalui sms.

Sehingga, lanjut dia, komunikasi politik maupun pendaftaran Richard di partai lain merupakan hal wajar dan tidak salah. Apalagi tidak dilarang oleh aturan internal Golkar Undang-Undang.

“Syarat minimal 20 persen adalah 7 kursi DPRD Kota Ambon, sehingga Golkar harus meloby partai lain untuk mendapatkan rekomendasi guna mencukupi syarat itu, termasuk PDIP. Mengingat RL adalah petahana yang juga kader partai Golkar, tidak salah kalau beliau melobi PDiP atau parpol lain. Hal demikian tidak dilarang oleh Undang-undang dan maupun partai Golkar,”terangnya.

Sementara itu, sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku, Lucky Wattimury mengungkapkan, PDIP tidak membatasi balon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk mendaftar. Baik kader maupun bukan kader.

“Mengacu pada aturan partai, dimana yang mendaftar bisa dari kader dan bukan bukan kader. Maka, pendaftaran yang dilakukan oleh pak RL (Richard Louhenapessy) itu sama nilainya dengan yang lain, baik kader maupun non kader yang mendaftar di PDIP,” kata Lucky lewat sms.

Karena itu, yang terpenting adalah setiap balon harus menaati dan mematuhi semua aturan internal menyangkut dengan proses mendapatkan rekomendasi. ”Karena itu, bukan soal setuju atau tidak setuju. Tapi, yang penting adalah ikuti dan patuh pada aturan partai. Dengan demikian, semua punya kesempatan yang sama,” pungkas anggota DPRD Maluku itu. (TAB)

Most Popular

To Top