Louhenapessy Sesumbar Kalahkan Poly-Sam – Ambon Ekspres
Trending

Louhenapessy Sesumbar Kalahkan Poly-Sam

AMBON,AE— Bakal Calon Walikota Ambon petahana Richard Louhenapessy sesumbar akan menang jika pemilihan walikota-wakil walikota hanya diikuti oleh dua kontestan. Ini didasarkan pada data survei, yang menempatkannya sebagai pemilik elektabilitas tertinggi dibanding Paulus Kastanya. Pasalnya, dari semua indikator, ia mengaku unggul.

“Kalau head to head, kalau saya lawan pak Poly Kastanya maka kemungkinan menang 63 persen. Itu yang mau saya tunjukan datanya. Karena kita nggak main dengan wacana. Pakai data,” ungkap Richard kepada Ambon Ekspres di rumah dinasnya, Karang Panjang, Senin (21/3) setelah kembali dari DPD Golkar Provinsi Maluku dan DPC PDIP Kota Ambon mendaftarkan diri.

Louhenapessy membuka data hasil Survei yang dilakukan oleh Sinergi Data Indonesia (SDI) pimpinan Barkah Pattimahu Januari 2016 yang telah dibuat dalam satu bundel. Survei dilakukan terhadap tujuh figur, yakni Richard Louhenapessy, M A S Latuconsina, Poly Kastanya, Lucky Wattimury, Hendrik Lewerissa, Felix Christianto dan Brury Nanulaita.

Data yang sempat dicatat Ambon Ekspres, yakni elektabilitas Richard pada posisi pertama atau 54,1. Disusul Sam Latuconsina 12,3 persen, Poly Kastanya 9,3 persen dan Brury Nanulaita 0,5 persen. Sedangkan Lucky Wattimury 5,7 persen, Hendrik Lewerisa 5,2 persen, Felix Christianto 0,7 persen. ”Itu soal elektabiltas,” kata Richard sambil menunjukkan data.

Sementara, dari sisi popularitas Richard berada pada posisi pertama dengan nilai pengenalan 95,2 persen dan kesukaan 84,0 persen. Disusul Sam, tingkatan pengenalan 88 persen dan kesukaan 77,6 persen. Kemudian, Lucky Wattimury, tingkat pengenalan 73,9 persen dan kesukaan 64,3 persen, Henderik Lewerisa memiliki tingkat pengenalan 65,5 persen dan kesukaan 57 persen.

Sedangkan, sebanyak 62,5 persen mengenal Poly Kastanya dengan tingkat kesukaan 73 persen, Felix Soetanto 17,7 persen tingkat pengenalan dan kesukaan 59,0 persen, serta Brury Nanulaita tingkat pengenalan 13,2 persen dan kesukaan 72,4 persen.

Kemudian, sebanyak 65 persen responden menginginkan Richard Louhenapessy kembali memimpin kota Ambon periode 2017-2022. Tidak menginginkan 10,91 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 24,09 persen.

“Kemudian, masyarakat kota Ambon sudah menentukan pilihannya kurang lebih 37 persen kepada saya. Itu per Januari 2016,” kata dia.
Richard juga menunjukkan data terkait pilihan masyarakat terhadap partai politik, jika Pemilu legislatif dilakukan Januari 2016. PDIP merupakan partai yang banyak dipilih, yakni 34,32 persen.

Disusul Partai Golkar 14,77, Gerindra 6,82 persen, Nasdem 4,32 persen, PPP 3,86, PKS 3,41, Hanura 2,95, PKB 2,50, Demokrat 0,91, PAN 0,45, PKPI 0,00, PBB 0,00 persen.
“Kemudian, kenapa saya mendaftar di PDIP. Karena masyarakat memberikan dukungan kepada PDIP pada pemilu itu 34 persen. Nah, dari dukungan ini, maka aspirasi masyarakat menghendaki agar saya juga harus mendaftarkan diri di PDIP,” terangnya.

SDI juga telah menyurvei segmentasi pemilih di kota Ambon dalan Pilwakot 2017. Hasilnya, sebanyak 35,72 persen pemilih Muslim akan memilih Sam Latuconsina. Sedangkan 30,07 memilih Richard dan 2,6 persen memilih Poly Kastanya.

Sedangkan untuk pemilih Kristen, sebanyak 62,84 persen memilih Richard, Poly Kastanya 12,50 persen dan Sam 2,36 persen. Kemudian pemilih Protestan 46,00 persen memilih Richard, Poly Kastanya 4,00 persen dan Sam 8,00 persen.

Banyak pihak menilai, jika Sam dipasangankan dengan Poly, maka mereka akan kuat dan berpeluang menang. ”Menurut saya, digabungkan dua-duanya juga masih jauh dibawah itu. Yang berhadapan dengan saat ini bukan dengan saya, tapi berhadapan dengan rakyat.

Mari kita pakai data akademis, sehingga betul-betul mengedukasi masyarakat,” tandasnya.
Menurut dia, kalaupun ada pihak yang menilai peluang Poly dan Sam lebih besar atau diunggulkan, itu hanya analisis tanpa dasar ilmiah. ”Kata siapa diunggulkan. Bukan hanya analisa rumah kopi. Survei membuktikan itu sangat jauh sekali dari pada apa yang disampaikan,”kata dia.

Ditambahkan, selain SDI, pihaknya juga akan menggandeng Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Indobarometer.”Ada dua lembaga survei resmi juga yang akan kita pakai, yakni LSI dan Indobarometer. Data-datanya akurat,”pungkas dia.

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Selasa (8/3), pengamat politik asal Universitas Pattimura, Mohtar Nepa-Nepa menilai, jika Richard Louhenapessy-Lutfi Sanaky dan Poly Kastanya-Sam Latuconsina berpasangan, maka memiliki keunggulan masing-masing.

Saat ini Richard masih diuntungkan dengan jabatan sebagai incumbent, tetapi kekuatan birokrasi akan sulit dikendalikan jika caretaker diturunkan.

Pada saat akhir masa jabatan itulah, lanjut Mohtar, Poly dan Sam memanfaatkannya untuk mengencangkan kerja pemenangan. Disamping itu, menurut dia, kefiguran Lutfi sebagai balon wakil belum bisa merebut pemilih muslim.

“Disamping itu bakal calon Wawali Lutfi Sanaky yang sudah mengerucut dengan RL, saya belum melihat ada kekuatan utuh dari pemilih muslim untuk pasangn ini. Berbeda dengan  Sam yang sudah mengakar pemilihnya dikalangan muslim. Lagi-lagi akan menguntungkan balon paslon Poly-Sam,”ungkap dia.

Tetapi, tutur dia, Richard-Lutfi akan diuntungkan, bahkan memiliki peluang menang apabila terjadi dominasi pemilih rasional. Sebaliknya, Poly-Sam yang menguasai kantong-kantong suara jika pemilih masih memilih dengan pendekatan primordial.

Menurut alumni magister dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu, sebaran pemilih primordial hampir merata di kota Ambon. Basisnya di daerah-daerah pinggiran kota.
“Kota Ambon masih dominan pemilih primordial ketimbng pemilih rasional. Pemilih rasional tidak merata di setiap wilayah kota Ambon. Berbeda dengan pemilih primordial yang hampir merata di setiap tempat,”paparnya.

Karena itu, jika terjadi pembauran pemilih rasional dan tradisional, maka kemungkinan menang Richard-Lutfi cukup besar. Sedangkan, jika mengacu pada basis partai, dalam hal ini PDIP, maka peluang justru dimiliki Poly-Sam.

“Kalau kemudian pendekatan yang digunakan adalah primordial-rasional(gabungn antara status sosial, agama dan ideologi), maka  bisa jadi RL lebih dominan. Jika kemudian  pertarunganya adalah basis massa partai, Poly dan Sam akan diuntungkan oleh partai penguasa (PDIP). Artinya, kalau keduanya direkomendasikan oleh PDIP sebagai partai utama dan beberapa partai lainnya,” tukasnya. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!