Pengalaman Pertama Meracik Kimchi – Ambon Ekspres
Trending

Pengalaman Pertama Meracik Kimchi

INCHEON – Menumpangi pesawat Singapore Airlines dari Changi International Airport Singapore. 60 peserta tour jurnalistik internasional tiba di Incheon Airport Korea Selatan. Selasa 22 Maret, pukul 15.20 waktu Incheon. Saya beserta rombongan tiba di Incheon Airport tepat waktu.

Perjalanan dari Singapore ke Inchoen ditempuh selama 5 jam, 30 menit. Pegal juga rasanya berjam-jam di atas pesawat. Melewati imigrasi Korea Selatan (Republik Demokratik Korea) cukup padat dan ketat. Kami melewati imigrasi Korea Selatan 20 menit. Memang tidak sepadat pada siang hari. Pada siang hari, kita bisa antre hingga satu jam.

Saat keluar dari airport, udara dingin langsung menyambut. Suhu hanya 5 derajat celcius. Saya langsung membuka koper untuk mengambil kupluk dan sarung tangan. Perjalanan dilanjutkan menuju Kimchi School. Ada peraturan ketat di Korea Selatan saat menumpangi bus. Penumpang dilarang seenaknya berdiri saat bus berjalan.

Tour guide Lie Harlina menegaskan, Kimchi School adalah tempat belajar untuk membuat kimchi. Makanan khas Korea. Tamu boleh belajar langsung membuat Kimchi bagi yang berminat.

Saya hanya memilih menu nasi dan telur dadar yang dicampur wortel. Nasinya sangat pulen. Enak. Kalau telur dadarnya, sama saja dengan buatan Indonesia. Hanya saja telur dadar korea lebih terhambur. Usai makan siang, kami lalu diberi penjelasan cara membuat kimchi. Tempatnya di Restorant Wooriban.

Kimchi adalah makanan khas korea. Orang korea sangat gemar kimchi. Makanan yang dipermentasi. Kimchi termasuk makanan sehat di dunia. Kami diajari membuat kimchi dari sawi putih.

Dilanjutkan membuat pizza dari sawi putih. Ini pengalaman pertama saya meracik Kimchi. Saya sadar buatan saya tidak sempurnah, tapi itu pengalaman yang tak pernah dilupakan untuk kuliner di Korea. Makanan ini merupakan makanan yang berfregmentasi tinggi dan merupakan salah satu makanan terbaik di dunia.

Orang korea juga sangat gemar makan rumput laut. Berbagai macam menu dari rumput laut. Ada kerupuk rumput laut, ada pula abon rumput laut. Wooriban biasanya dijadikan salah satu tempat kunjungan bagi para wisatawan-wisatawan dari manca negara.

Para peserta dapat mengambil posisi tempat dengan mengelilingi meja yang telah disediakan. Mereka menyediakan celemek (baju masak) yang kita dapat pakai agar baju kita tidak terkena noda cabai atau bumbu-bumbu Kimchi.

Setelah itu mereka pun telah menyediakan piring yang diatasnya sudah tersedia kubis dan cabai untuk kita olesi. Bumbunya mulai dari garam, bawang putih, jahe, lobak, ebi (udang kecil-kecil), bubukan cabe merah dan minyak ikan.(***)

Most Popular

To Top