Sanaky Masih Optimis Digandeng Richard – Ambon Ekspres
Trending

Sanaky Masih Optimis Digandeng Richard

AMBON,AE— Bakal Calon  wakil Walikota Ambon, Lutfi Sanaky masih mengaku optimis tetap berpasangan dengan Richard Louhenapessy dalam Pilwalkot 2017. Sementara, Tim Louhenapessy mengaku, tidak ada janji dari jagoan mereka kepada balon Wawali untuk berpasangan.

Kepada Ambon Ekspres, Senin (28/3) Sanaky mengatakan, sikap Richard yang membuka peluang bagi kandidat bakal calon wakil walikota lain untuk berpasangan, merupakan dinamika. Namun, ia memastikan, sampai saat ini belum ada kata putus antara dirinya dan Richard sejak pertemuan awal keduanya belum lama ini.

“Saya melihat dinamika itu biasa saja. Jadi, kalau ditanya apakah sudah meninggalkan saya, sampai dengan hari ini belum ada konfirmasi balik bahwa sudah meninggalkan saya. Itu artinya saya berpegang komitmen awal. Karena politik itu soal komitnen,” kata Sanaky di lantai 2 Restauran dan Cafe Swalayan Planet.

Olehnya itu, anggota DPRD lima periode dari partai tiga partai yang berbeda, yakni PPP, PBR dan Gerindra itu mengaku, sangat optimis akan dipilih Louhenapessy sebagai calon wakil Walikota. “Kalau berpegang pada pertemuan awal itu, saya tetap optimis dong,” ujar politisi senior itu.

Ia menegaskan, optimisme itu didasari kekuatan politik yang saat ini dimilikinya selaku politisi berpengalaman dan kader Partai Gerindra yang saat ini memiliki 4 kursi di DPRD Kota Ambon.

“Optimisme saya itu juga karena saya adalah orang partai, yakni sebagai ketua dewan penasehat DPD Partai Gerindra Provinsi Maluku. Kemudian wakil ketua fraksi Partai Gerindra di DPRD Maluku. Sebagai orang dalam dengan jumlah 4 kursi di DPRD Kota Ambon, itu artinya kita tidak maju dengan cek kosong. Tapi cek yang penuh isi,” tandasnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini Gerindra termasuk salah satu partai besar dalam konfigurasi politik ibu kota Provinsi. “Kemudian kekuatan Gerindra di kita Ambon juga cukup signifikan. Gerindra mendapatkan posisi wakil ketua DPRD Kota Ambon dengan satu fraksi utuh. Itu Berarti Gerindra termasuk salah satu partai besar dalam konfigurasi politik kota Ambon, selain PDIP dan Golkar,” paparnya.

Tapi indikator utama yang dipakai Louhenapessy untuk menentukan balon wakil walikota adalah hasil survei, Sanaky mengaku, telah mensosialisasikan diri dan melakukan konsolidasi. Bahkan, sudah ada tim yang melakukan survei internal.

“Elektabilitas itu salah satu indikator. Karena itu, perlu pengenalan atau turun sosialisasi. Terkait tingkat pengenalan, saya ini cukup lama di Ambon. Menetap di kota Ambon sejak 1978. Saya juga sudah mensosialisasikan diri serta melakukan konsolidasi dengan warga,” ungkap Sanaky yang pernah bertarung di Pilkada Maluku Tengah itu.

Salah satu kader Partai Gerindra, Zegy Haulusy yang dikonfirmasi beberapa hari lalu mengatakan, sampai sekarang Gerindra belum menetapkan kadernya yang berpasangan dengan Louhenapessy. Pasalnya, masih dilakukan survei.

“Gerindra masih berproses. Setelah hasil survei pada bulan April yang dilakukan Partai Gerindra, barulah diputuskan siapa kader yang akan disandingkan dengan RL,” kata dia.
Soal lirikan Louhenapessy kepada figur lain, menurut dia, wajar saja sepanjang belum keputusan final.

“Soal ada lirikan wakil lain, menurut saya wajar-wajar saja, selama belum ada keputusan yang mengikat,” tambah dia.

Seperti ditulis Ambon Ekspres, Sabtu (26/3), Richard Louhenapessy belum memastikan Lutfi Sanaky sebagai balon wakilnya. Hal ini disebabkan munculnya banyak figur wakil. Louhenapessy juga dikabarkan mulai melirik orang lain. Namun timnya mengaku, tergantung hasil survei yang tengah berjalan.

“Kedua, ternyata jumlah balon wakil lebih banyak dari balon walikota. Walikota hanya 3 sampai 4 orang kontestan. Tapi wawali hampir mencapai 20 orang. Karena itu, kami harus benar-benar mengikuti apa maunya rakyat. Kalau kemauan rakyat untuk siapa, itu yang dipilih,” kata Max Pattiapon, salah satu tim Louhenapessy.

Atas pertimbangan-pertimbangan dan perkembangan tersebut, akui dia, komunikasi untuk menentukan balon wakil mencair. Karena itu, pihaknya masih tetap melakukan survei. Diperkirakan, Juni Louhenapessy sudah bisa mendeklarasikan pasangannya.

Sementara itu, saat dihubungi via seluler kemarin, Max mengaku, Louhenapessy tidak menjanjikan siapa pun kandidat yang membangun komunikasi untuk menjadi pasangan wakilnya.

Louhenapessy, lanjut dia, hanya menyampaikan kepada sejumlah kandidat calon wakil walikota untuk melakukan sosialisasi dan konsolidasi dapat menaikan elektabilitas mereka masing-masing.

“Beliau tidak punya janji-janji kepada siapapun untuk nantinya berpasangan. Namun banyak yang datang untuk membangun komunikasi dengan beliau. Beliau tidak pernah memanggil mereka. Dan itu sesuatu yang wajar saja.

Beliau hanya bilang kepada mereka agar mensosialisasikan diri. Karena hasil survei menjadi barometer bagi beliau untuk menentukan balon wakil,” kata Max yang mengaku beberapa kesempatan berada bersama Louhenapessy saat balon wawali bertemu.

Begitu juga terhadap Sanaky, kata Max, Louhenapessy tidak membuat janji, meski komunikasi tetap dibangun secara beretika. Cara seperti itu yang selama ini dipakai oleh Louhenapessy.

“Pak Lutfi pun bagi kami masih dalam taraf komunikasi yang sangat beretika. Belum ada ikatan apa-apa. Jadi, cara komunikasi politik seperti itu yang selama ini beliau pakai untuk menentukan wakilnya. Tidak sampai pada tahapan memberikan janji kepada orang tertentu,” papar dia.

Kenapa belum ada ikatan politik dengan Sanaky? Max mengaku, karena menurut pandangan Partai Golkar, Louhenapessy dan Sanaky masih melakukan komunikasi secara individu. Belum ada komunikasi langsung dari Sanaky dengan Golkar atau arahan dari Golkar bagi kadernya untuk melobi balon wakil walikota.

“Karena bagi kami, Pak Sanaky baru bangun komunikasi dengan pak Ris secara individu atau pribadi. Beliau (Sanaky) belum bangun komunikasi dengan Golkar,” ungkapnya.
Sebab lanjut dia, partai merupakan komponen penting yang turut menentukan bakal calon wakil Walikota yang nantinya berpasangan dengan Louhenapessy.

“Biar bagaimana pun sebagai kader, pak Ris harus mendengarkan keputusan partai. Karena partai adalah komponen yang menentukan siapa pendamping pak Ris. Dan sampai saat ini, belum ada keputusan partai untuk menentukan siapa yang menjadi pendamping (Louhenapessy),” jelasnya.(TAB)

Most Popular

To Top