Jaksa Segera Periksa Bupati SBB – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Segera Periksa Bupati SBB

AMBON,AE— Fokus pada kasus Bank Maluku,  tidak membuat konsentrasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dalam mengusut kasus lain terganggu.   Sejumlah kasus dugaan korupsi yang terjadi di kabupaten Seram Bagian Barat, misalnya tetap mendapat perhatian serius. Jaksa akan memeriksa bupati SBB Jacobus Puttileihalat dalam waktu dekat, kendati surat ijin dari Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo belum turun.

Hingga kini, masyarakat khususnya di Kabupaten SBB, masih menunggu kepastian hukum, terkait proses pemanggilan dan pemeriksaan Bupati SBB, Jacobis Puttileihalat. Orang nomor satu di Kabupaten SBB itu, bakal dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam beberapa kasus yang terjadi di Kabupaten yang berjuluk Saka Mese Nusa itu. Salah satu kasus yang diduga turut melibatkan penguasa dua periode  di SBB itu yakni kasus dugaan

penyalahgunaan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) senilai Rp 2,2 Miliar.  BPK Provinsi Maluku menemukan dana sekitar Rp 1 Miliar tidak dapat dipertanggungjawabkan alias fiktif.
Terkait surat maupun jadwal pemanggilan Bupati SBB, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette ketika dikonfirmasi mengatakan, surat ijin balasan terkait pemanggilan bupati SBB dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hingga saat ini belum ada.

“Kalau surat memang Kejagung sudah teruskan kepada Mendagri. Tetapi balasan mendagri hingga saat ini belum ada, “ katanya kepada koran ini diruang kerjanya, Jumat kemarin.
Walaupun demikian, kata Sapulette, Bupati SBB akan dipanggil dengan atau tidak adanya surat ijin dari Mendagri.

Untul kepastian pemanggilan Bupati SBB untuk diperiksa sebagai saksi, belum diketahuinya. “Mungkin dalam waktu dekat sudah dipanggil. Tetapi waktunya belum tahu, karena nanti tim penyidik yang tentukN,“ katanya.

Untuk diketahui, dalam kasus BTT ini Kejati Maluku telah menetapkan Ronald Dirk Rumahlattu sebagai tersangka. Selain kasus BTT, ada juga sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten SBB yang saat ini tengah diusut oleh Kejati Maluku. Kasus-kasus itu diantaranya, penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD).

Kasus ini diduga kuat melibatkan Saudara kandung bupati SBB, Remond Puttileihalat. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Selanjutnya kasus penyalahgunaan dana pendidikan berupa empat kegiatan implementasi kurikulum 2013. Dalam kasus ini, penyidik Kejati telah menetapkan dan menjebloskan Ledrik Sinanu ke Rutan Klas IIA Ambon.

Kasus berikutnya yakni proyek pembangunan Gapura selamat datang di Piru dengan anggaran fantastis yaitu Rp 5 Miliar lebih. Proyek ini ditangani langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten SBB yang dijabat oleh Remond Puttileihalat. Kasus ini juga diduga melibatkan kakak kandung Bupati SBB itu. Namun, sampai saat ini masih dalam penyelidikan oleh Intel Kejati Maluku.

Tokoh pemuda kabupaten SBB Ferry Kasale berpendapat, bila jaksa secepatnya memeriksa bupati kabupaten SBB, merupakan   langkah positif dan mesti diapresiasi bersama oleh publik. (MAN/AFI)

Most Popular

To Top