Pemkot Masih Ogah Turunkan Tarif Angkot – Ambon Ekspres
Trending

Pemkot Masih Ogah Turunkan Tarif Angkot

AMBON, AE— Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di tahun 2016, telah dua kali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar. Namun sampai kemarin, Pemerintah Kota Ambon belum juga mau menurunkan tarif angkutan kota, paska kenaikan satu tahun lalu.

Senin depan, mereka baru akan mengambil keputusan terkait masalah ini.Pada 5 Januari penurun BBM sebesar Rp. 350 dan 1 April kemarin diturunkan lagi sebesar Rp.500. Namun pemerintah lewat Dinas Perhubungan (Dishub) kota Ambon, belum juga menurunkan harga tarif angkot untuk kota Ambon.

Kepala Dinas Perhubungan kota Ambon, Pieter Saimima, ketika ditemui Ambon Ekspres, malah menolak untuk memberikan informasi terkait penurunan harga tariff angkot. Namun ketika di desak, dia akhirnya mau juga buka mulut. “Penetapan tarif angkot, nanti hari Senin depan,” singkat Saimima.

Ketua Komisi III DPRD Ambon, Rovik Akbar Afifudin mengatakan, dari keputusan rapat bersama beberapa waktu lalu bersama Dishub dan beberapa perwakilan supir angkot, telah disarankan dilakukan penurunan  tariff angkot.

“Ini kan sudah dua kali penurunan BBM,  tarif angkot itu harus turun. Mau berapapun turunnya,  harus turun karena ini secara nasional. Kebijakan Presiden dalam menurunkan BBM ini untuk mengurangi beban masyarakat,” tegas Rovik.

Ketua DPC PPP Kota Ambon menilai, sebelumnya telah diingatkan agar Dishub segera memberlakukan tarif maksimal dan minimal. Dimana ketika harga BBM naik, pemerintah kota menggunakan tarif maksimal. Kemudian sebaliknya jika BBM mengalami penurunan, pemerintah menggunakan tariff minimal.

“Nanti di Diktum SK Walikota baru kemudian diatur bahwa ketika BBM naik berapa persen maka berapa yang ditetapkan, begitupun sebaliknya. Sehingga memenuhi kepuasan masyarakat. Kemudian diatur dalam regulasi. Tapi saran saya, sebelum berlakukan tarif maksimal dan minimal, pemerintah harus turunkan harga tarif angkot dulu. Dan saya yakin Dishub tidak akan menolak,” pesannya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi III DPRD Ambon Saidna Azhar Bin Tahir. Kata dia,  ketika harga BBM mengalami penurunan, pemerintah kota lewat Dishub segera melakukan evaluasi dan menetapkan penurunan harga angkot. Penetapan tarif baru perlu melibatkan pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) selaku pengusaha angkot untuk menurunkan harga setoran angkot.

“Kita serahkan ke Dishub untuk mengkalkulkasi tingkat  penurunan harga BBM terhadap angkot dan lainya. Jangan ketika BBM naik supir demo, tapi ketika turun supir diam. Makanya libatkan Organda agar menurunkan setoran angkot, sehingga tidak memberatkan para supir ketika harga tariff diturunkan,” ingatnya. (MG3/ISL)

Most Popular

To Top