PPP Pecah Hadapi Pilwakot – Ambon Ekspres
Trending

PPP Pecah Hadapi Pilwakot

AMBON,AE— Kepastian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusung Sam Latuconsina sebagai bakal calon wakil Walikota belum final. Pasalnya, selain Sam, PPP juga sedang mensosialisasikan kader lainnya, yakni Syarif Hadler, Afras Pattisahusiwa dan Rovik Affifudin.

Saat ini, masih terjadi friksi di internal partai berlambang Ka’bah itu. Sebagian kaders menginginkan Sam. Tapi kader lainnya lebih memilih Syarif yang notabanenya ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Maluku. Kemudian Afras dan Rovik.

Mereka diakui oleh PPP sebagai kader terbaik dan sama-sama berpeluang digandengkan dengan balon Walikota. Siapa yang pada akhirnya diusung, PPP akan menentukan sikap setelah Muktamar Islah.

Dihubungi lewat telepon genggam, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP Kecamatan Teluk Ambon, Taha Abubakar mengaku, tak hanya Sam yang diperbincangkan di internal sebagai balom Wawali. Namun, juga mantan anggota DPRD Kota Ambon dan ketua Bapilu DPW PPP Maluku, Apras Pattisahusiwa, dan ketua DPD PPP sekaligus anggota DPRD Kota Ambon Rovik Affifudin. ”Nama-nama itu yang menjadi pembicaraan di semua kader partai.

Tinggal menunggu kapan partai ini membuka pendaftaran. Dan ketika direkomendasikan entan itu pak Syarif, Afras, Sam atau Rovik, selaku kader partai kita tetap melaksanakan apapun keputusan partai,” kata dia.

Terkait keinginan yang berbeda di internal PPP soal figur bakal calon Walikota, anggota DPRD Kota Ambon itu mengaku, tak menjadi masalah. Hal itu merupakan dinamika yang nyaris terjadi di semua partai.

“Ya siapapun boleh beralibi atau menyampaikan pendapat bahwa soal siapa yang layak diusung PPP. Tapi kita sebagai stakeholder partai mulai dari kecamatan sampai tingkat ranting masih menunggu keputusan partai. Ketika partai memutuskan itu pak Sam kita bekerja untuk pak Sam, pak Syarif kita kerja untuk pak Syarif,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan ketua PAC PPP Sirimau, Andi Rahman. “Beliau berdua ini, baik pak Syarif sebagai ketua wilayah maupun pak Sam merupakan kader-kader terbaik partai. Jadi, kita tetap berproses dan serahkan kepada mekanisme. Intinya, kami di PAC maupun akar rumput siap mengamankan segala keputusan partai. Siapa pun itu,” katanya.

Dia melanjutkan, kendati tidak diberi kebebasan untuk memilih bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, namun masukan-masukan dari ranting tetap dipertimbangkan.
“Persoalan bukan soal memilih atau tidak, yang jelasnya kita ini tidak diajakarkan untuk harus memilih siapa dan siapa. Tetapi kita punya Ranting-Ranting dibawah. Tentunya masukan-masukan dari Ranting tetap kita pertimbangkan,” paparnya.

Disinggung soal friksi diinternal, menurut dia, merupakan yang wajar. Namun, ketika keputusan politik telah diambil dengan pilihan kepada satu diantara empat kader tersebut, DPC, Ranting dan anak Ranting siap bekerja untuk memenangkan calon tersebut.

“Yang namanya di dalam politik itu kan hal yag lumrah. Ada yang mendukung satu ini, ada yang mendukung lain. Itu hal yang wajar saja, karena ini adalah momentum dimana orang mengekspresikan diri dan dukungannya.

Tapi ketika keputusan dibuat, semua akan kembali menyatu dan solid. Tidak ada istilah pecah-pecah maupun lainnya. Karena ini adalah sebuah dinamika konstruktif untuk membangun partai,” jelasnya.

Dikatakan, PPP masih fokus menyelesaikan konflik. Olehnya itu, PPP membuka penjaringan dan menentukan sikap politik setelah Muktamar Islah yang direncanakan 8-11 April 2016 mendatang.

Pengurus sekaligus anggota DPRD Kota Ambon asal PPP, Novan Liem mengaku, nama Sam, Syarif, Apras dan Rovik disosialisasikan ke seluruh ranting. Selain itu, kepada masyarakat luas.

“Nama-nama itu sudah disosialiasikan ke bawah. Jadi, sampai hari ini belum ada keputusan. Nanti tergantung masyarakat lebih memilih siapa,” kata Liem.

Terkait dengan mekanisme penjaringan, Liem mengaku, belum akan dilakukan setelah Muktamar. “Mekanisme internal kita belum tahu pakai aturan yang mana. Nanti setelah Muktamar baru kita bisa melakukan penjaringan,” pungkasnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PPP Kota Ambon Reza Bahaweres mengaku, sesuai hasil rapat DPC dan PAC, empat nama tersebut yang diinginkan oleh akar rumput PPP. Namun, tidak menutup kemungkinan muncul nama lain seperti Novan Liem, Taha Abubakar dan Arif Hentihu.

“Jadi kita akan lihat ekspektasi publik terhadap figur-figur tersebut. Tentu termasuk hasil survei. Intinya, siapapun yang terpilih, itu merupakan keputusan partai dan saya yakin seluruh kader akan taat terhadap fatsun partai,” kata Reza.(TAB)

Most Popular

To Top