5 Tahun Dibangun – Ambon Ekspres
Trending

5 Tahun Dibangun

AMBON, AE— Dibangun sejak tahun 2011, Jembatan Merah Putih (JMP) direncanakan menghabiskan uang negara  sekitar Rp416.76 miliar, namun jumlah itu membengkak hingga Rp772,9 miliar.  Proyek ini tidak berjalan mulus. Beberapa kali rencana peresmian selalu gagal akibat berbagai alasan, mulai masalah anggaran, cuaca, hingga peristiwa alam. Baru dapat diresmikan oleh presiden Joko Widodo, hari ini.

Jembatan terpanjang di wilayah timur Indonesia yang ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu, dikerjakan tiga kontraktor pelat merah, yaitu PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Tbk), dan PT Wijaya Karya (Tbk) sejak 2011 lalu.

JMP  merupakan tipe jembatan khusus, sistem beruji kabel atau cable stayed  dengan jarak antar pilon sepanjang 150 meter. Panjang jembatan 1.140 meter terdiri dari jembatan pendekat desa Poka (Poka approach bridge) sepanjang 520 meter, jembatan pendekat sisi desa Galala (Galala approach bridge) sepanjang 320 meter, dan jembatan utama  sepanjang 300 meter.

Sementara   tinggi jembatan ini mencapai 34.1 meter di atas permukaan laut.
Sebelumnya, rencana penggunaan dana sekitar Rp Rp416,76 miliar, terdiri dari anggaran awal sebesar Rp50 miliar. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan dana APBN 2013 dan 2014 masing-masing senilai Rp 190 miliar dan Rp 185 miliar.

Belakangan informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, pada tahun 2014, dana yang dijanjikan pada 2014 tak dicairkan. Pencairan justeru dilakukan pada tahun 2015 dan jumlahnya membengkak hingga mencapai total jumlah Rp772,9 miliar.

Anggaran terus dikucurkan, namun JMP terkesan sulit dirampungkan. Mulai dari kepemimpinan Jefri Pattiasina sebagai Kepala BPJN Maluku –Maluku Utara, lalu diganti oleh Wahyudi Mandala Putra. Terakhir, Amran Mustari.

Saat Jefri Pattiasina memimpin Balai Jalan, JMP ditargetkan rampung pada tahun 2014. Namun, rencana itu gagal terwujud. Pihak Satker JMP pada balai jalan berdalih, hal itu karena terkendala anggaran yang belum dikucurkan serta   masalah cuaca yang menghambat mobilisasi material dari luar Maluku.

Setelah Jefri Pattiasina didepak dari kursi kepal BPJN Maluku-Maluku Utara dan digantikan Wahyudi Mandala Putra, BPJN kembali memasang target, JMP rampung pada Juli 2015. Namun, impian itu kembali gagal dengan alasan yang sama, yakni masalah cuaca. Tidak bosan-bosan balai jalan kembali memasang target baru, mengupayakan JMP rampung di bulan Agustus 2015.  Lagi-lagi target itu tidak berhasil diwujudkan.

Tidak lama setelah Wahyudi Mandala Putra duduk di kursi orang nomor satu di BPJN Maluku, Kementerian PU kembali melakukan perombakan di birokrasi BPJN Maluku. Wahyudi Mandala Putra diganti dengan Amran Mustari.

Amran Mustari dan para anak buahnya memberikan harapan kepada Pemerintah daerah dan    DPRD Maluku bahwa JMP akan rampung sebelum bulan Oktober, agar dapat diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang datang untuk membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi  (Pesparawi) tingkat Nasional di kota Ambon, Oktober tahun 2015. Namun rencana itu gagal, karena bentang tengah JMP belum tersambung.

Menjelang akhir tahun 2015, Kementerian PUPR kembali menaruh harapan buat publik di Maluku, bentang tengah JMP disambung pada tanggal 31 Desember, sebagai hadiah tahun baru bagi masyarakat Maluku. Namun, harapan itu tidak terwujud.

Kementerian PUPR beralasan,  struktur baja bentang tengah JMP bergeser sekitar lima centimeter serta kabel penyangga tiang utama bentangan tengah yang mengalami pergeseran ke arah kanan, akibat gempa bumi Tektonik yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, akhir tahun 2015.

Sehingga, penyambungan bentang tengah JMP baru dapat dilakukan pada tanggal 18 Januari lalu. Gubernur Maluku, Said Assagaff pun berkoordinasi dengan Menteri PUPR, guna meminta kesediaan Presiden Joko Widodo mersmikan JMP pada Maret lalu, namun rencana tidak terlaksana karena masih perlu dilakukan uji beban yang baru dilakukan pada 3 Maret lalu,  menggunakan 44 Truck berisi beban masing-masing 8 ton.

Setelah hasil uji dievaluasi, maka dipastikan JMP siap untuk difungsikan. Sehingga direncanakan hari ini Presiden Joko Widodo akan tiba di kota Ambon untuk meresmikan jembatan yang membentang di tas teluk Ambon itu. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!