SDM Maluku “Kuasai” Blok Masela – Ambon Ekspres
Trending

SDM Maluku “Kuasai” Blok Masela

AMBON, AE— Presiden Joko Widodo mengatakan, pertimbangan penting dari keputusannya tentang pembangunan kilang produksi gas Blok Masela di darat, semata  karena kepentingan masyarakat Maluku. Pemerintah akan menyiapkan sumber daya manusia (ESDM)  masyarakat Maluku untuk bekerja di sana.

Di hadapan gubernur Maluku Said Assagaff, wakil gubernur Zeth Sahuburua, ketua DPRD Maluku Edwin Huwae dan sejumlah pejabat negara serta pejabat daerah yang hadir pada peresmian Jembatan Merah Putih (JMP), Senin (4/4), Presiden menegaskan, tidak ingin keputusannya tentang skema pembangunan kilang tidak bermanfaat bagi masyarakat Maluku.

“Sudah kita putuskan, (kilang) bangun di darat. Kenapa dibangun di darat. Ini gambaran-gambaran gampangnya saja, ya.  Kenapa kita fokuskan di darat.  Yang pertama, memang saya sudah menurunkan intelijen untuk mendengarkan suara yang ada di Maluku,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil kerja tim intelijen yang diutus ke Maluku itu, Presiden semakin mantap dengan pilihan, memutuskan, kilang dibangun di darat, karena ini juga merupakan keinginan masyarakat Maluku.

BACA JUGA:  Jaksa Siapkan Kejutan Buat Nanlohy

Karena itu, lanjutnya keputusan tersebut harus didukung dengan persiapan sumber daya manusia Maluku  yang memadai, terutama di bidang minyak dan gas. Jangan sampai masyarakat Maluku tidak merasakan manfaat eksploitasi itu dengan baik.

“ Apakah akan seperti itu. Tidak. Ada yang bilang ke saya, income-nya kecil, saya bilang, terpaut berapa. Kalau terpaut kecil, ya sudah  di darat, karena  efeknya ke mana-mana,” katanya.

Memang, kata mantan walikota Solo itu, investor ingin Kilang dibangun laut, tetapi dari  sisi  pembangunan wilayah,   pembangunan daerah, dan dari sisi pembangunan nasional yang sudah dipertimbangkan maka kilang harus dibangun di darat. Sebab, itu akan memberi  Multiplier effect yang lebih besar.

“Dari sisi SDM, saya titip, pak gubernur. Ini kan masih dibangun kira-kira delapan tahun yang akan datang, kurang lebih delapan tahun yang akan datang, mestinya SDM-nya diambil oleh Maluku. Jangan sampai saya sudah maksa-maksa di darat seperti itu, nanti ada SDM-nya dari luar,” pesanya.

BACA JUGA:  24 Dokter Periksa Kesehatan Paslon

Karena itu, kata Jokowi, di Maluku tidak bisa beralasan bahwa tidak menyiapkan SDM. Tidak bisa seperti itu, kata Jokowi. Masyarakat Maluku yang harus direkrut untuk bekerja di proyek produksi potensi gas di ladang gas abadi itu.

“Universitas Pattimura, siapkan. Kalau belum ada fakultas, misalnya minyak, kita  siapkan itu. Kalau pekerjaan sudah siap, di sini juga siap. Saya sudah perintah ke Natsir, menteri pendidikan tinggi  untuk segera menyiapkan politeknik  Ambon dan juga di Unpatti,” ungkapnya.

Jokowi  menegaskan, tidak ingin mendengar ada sumber daya manusia dari luar Maluku yang direkrut dan mendominasi pasar kerja di sana. “Siapkan ini, tidak ada alasan lagi nanti investor itu mengatakan SDM nggak ada. Ini kita siapkan. Siapkan dua ribu (orang) dengan seleksi yang baik. Jangan ada alasan lagi. Siap, harus disiapkan,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta  itu.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan,  pemerintah dan masyarakat Maluku mengapresiasi keputusan Presiden tentang skema pembangunan kilang Blok Masela. Ini menunjukkan, pemerintah pusat lebih berpihak pada kepentingan masyarakat Maluku.

BACA JUGA:  Humor Tinggi dan Marahnya Seorang Presiden Santun

“Keputusan bapak Presiden terkait dengan Blok Masela yang dibangun secara Onshore. Itu adalah keputusan hebat. Ini demi kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan bangsa. Atas nama rakyat Maluku, kami menyampaikan terima kasih dan siap mendukung setiap keputusan bapak presiden Republik Indonesia,” ungkap gubernur.(MAN)

Most Popular

To Top