Warga Diminta Waspada – Ambon Ekspres
Trending

Warga Diminta Waspada

AMBON, AE— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon menghimbau warga siaga, menyusul bencana longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Ini penting, meski berdasarkan prediksi Badan Meteorilogi Klimatologi, dan Geofisika telah nyatakan April 2016 musim hujan akan sedikit berkurang.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Ambon, Enrico Matitaputty mengatakan, mereka telah siap hadapi bencana, baik longsor, banjir, gempa dan sebagainya. Namun dengan kejadian longsor akhir pekan kemarin di beberapa wilayah akibat hujan deras, warga kota Ambon diminta untuk tetap mengantisipasi bencana longsor.

“Dengan hujan kemarin, sempat terjadi beberapa bencana longsor seperti di Batumerah, BTN Kanawa, Cekdam, kayu tiga dan beberapa lainnya. Walau tidak besar tapi tim kita sudah langsung turun ke lokasi. Maka itu, kita himbau kepada masyarakat untuk tetap antisipasi bencana longsor bagi yang tinggal di bantaran sungai,” pinta Enrico, ketika di hubungi Ambon Ekspres via seluler, kemarin.

BPBD selalu berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk terus memantau perkembangan cuaca yang dapat berisiko terhadap bencana. Dengan tetap berpegang pada prediksi BMKG. Sehingga dapat dipastikan untuk musim pancaroba di bulan April 2016 musim hujan agak sedikit berkurang.

“Sebetulnya berdasarkan BMKG untuk cuaca masih normal. Hanya hujan kemarin yang cukup deras mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa lokasi. Tapi intensitas hujan untuk April ini masih cenderung normal. Tapi kita harus tetap antisipasi,” ujarnya.

Enrico mengaku, saat ini BPBD telah memberikan bantuan terpal sebagai bantuan darurat dan juga karung untuk mengamankan daerah yang dianggap rawan longsor. Sehingga bisa di buat semacam penahan tanah bagi daerah yang rawan longsor.

Bahkan BPBD telah membuat Tim Reaksi Cepat di tujuh desa, yang dipersiapkan mengatasi masalah bencana apabila kondisi daerahnya mengalami suatu bencana alam. Dengan berbagai pelatihan yang diajarkan kepada puluhan anggota.

“Mereka ini (tim, red) dipersiapkan untuk mengatasi bencana jika terjadi pada daerahnya. Dan sejauh ini sudah tujuh desa yang kita bentuk, seperti di Batumerah, Nusaniwe, Kilang dan beberapa daerah. Karena kita lebih prioritaskan daerah yang rawan longsor. Selanjutnya akan kita perluas lagi hingga ke Laha,” Ucap dia.

Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, George Mahubessy, ketika dikonfirmasi mengatakan, El Nino telah berakhir. Namun, ada satu parameter yang disebut Indeks Osilasi Selatan yang menunjukan tekanan tinggi di Australia. Sehingga membuat musim hujan cenderung berkurang di Maluku.

Menurutnya, Indeks Osialasi Selatan ini diprediksikan akan berlangsung hingga April 2016 mendatang. Sehingga diprediksikan musim pancaroba nantinya akan cenderung terganggu akibat tekanan tinggi tersebut.

“Apabila Indeks Osilasi Selatan ini negatif atau tekanan kita lebih tinggi, maka itu cenderung curah hujan kita berkurang dibanding normal. Dan sampai sekarang masih relatif negatif. Jadi kemarin masih mines 19. Nanti April baru dilihat lagi, karena turunnya tidak secara drastis, tapi secara perlahan. Jadi kesimpulannya, pancaroba memang ada, tapi ada kecenderungan curah hujan lebih dibawah normal daripada diatas normal,” ujarnya.

Mahubessy mengaku, proses perubahan cuaca akibat Indeks osialasi Selatan ini bukan saja berpengaruh terhadap musim pancaroba di April mendatang. Namun bisa berdampak pada musim timur atau musim hujan di Maluku dan sekitarnya yang akan terjadi pada bulan Mei sampai September mendatang.

BMKG akan memantau kembali pada April mendatang untuk memastikan apakah tekanan sudah berada pada tingkat rendah atau masih berada pada tingkat tinggi. Karena jika kondisi cuaca masih berada pada tingkat tinggi atau negatif, pastinya untuk perkembangan musim hujan di daerah-daerah Indonesia Timur, bisa diprediksikan akan sama pada tahun-tahun sebelumnya yaitu 2014-2015.

“Kita sementara wanti-wanti dengan tekanan tinggi di Australia. Kalau bisa bertahan melampaui bulan April, maka musim hujan akan cenderung mundur. Tapi bisa jadi, kalau ada musim hujan dia cenderung dibawah normal. Nanti April depan baru dilihat lagi, apakah indeks ini msih negatif atau sudah kearah positif,” ingatnya. (ISL)

Most Popular

To Top