Dualisme Gerindra di SBB – Ambon Ekspres
Trending

Dualisme Gerindra di SBB

AMBON,AE— Proses penjaringan bakal calon Bupati dan wakil Bupati kabupaten Seram Bagian Barat di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), bermasalah. Pasalnya, penjaringan dilakukan oleh dua kubu kepengurusan yang mengaku sama-sama legal.

Dua kubu itu, masing-masing dibawah kepemimpinan Abdul Gani Kaliky bersama Agus Rusmana sebagai sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra SBB. Kaliky dan koleganya mengaku, sebagai pengurus sah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra tahun 2013.

Bahkan, sebanyak 6 bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang mendaftar, telah disampaikan ke DPP Kamis (14/4). Mereka adalah Jan Haumase, Marcus Pentury, Nus Riry, Moh Saleh Makian, Remon Puttileihalat dan Sanadjihitu Tuhuteru.

“Kami melakukan penjaringan atas arahan dari DPP. Ini juga berdasarkan SK 2013. Sebab, DPP sendiri mengatakan bahwa SK kepengurusan Gerindra 2015 dengan sekretarisnya Rocky Papilaya tidak terdaftar di DPP. Itu SK palsu,” kata Kaliky saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Kamis (21/4).

Dengan demikian pihaknya yang berhak melakukan tahapan selanjutnya, yakni uji kelayakan dan kepatutan sebelum penetapan rekomendasi. ”Uji kelayakan dan kepatutan akan dilaksanakan di DPP. Itu perintah DPP,”kata dia.

Koordinator Daerah (Korda) Partai Gerindra kabupaten SBB, Jan Haumase membenarkan keabsahan Kaliky sebagai pihak yang berhak membuka dan menjaring bakal calon Bupati. Sebab kata dia, dalam pertemuan dengan DPP belum lama ini, Ketua DPD Gerindra Maluku Hendrik Lewerissa dan DPP, telah mengakui bahwa SK untuk Rocky Papilaya sebagai sekretaris DPC Gerindra SBB adalah palsu.

“Yang dilakukan oleh Pak Agus Rusmana (sekretaris DPC Gerindra ssuai SK tahun 2013) dan pak AG Kaliky itu atas perintah DPP. Sedangkan yang dilaksanakan oleh Rocky Papilaja itu atas perintah DPD. Yang berhak itu kan kita mestinya dengar dari perintah DPP. Sedangkan Rocky itu punya SK palsu.

Dan itu sudah diakui oleh pak ketua DPD, Pak Hendrik sendiri dihadapan pak Jenderal Irawan. Dihadapan pak Irawan, pak Hendrik bilang bahwa betul SK si Rocky itu adalah SK palsu, dan saya buat. Begitu,”jelas dia.

Haumase meminta Hendrik Lewerissa segera memastikan dan menyelesaikan persoalan dualisme. ”Nah, pak Hendrik harus kasih penjelasan. Kalau pak Hendrik anggap bahwa salah, ya tegur dia (Rocky). Supaya orang tidak mendaftar ke mereka. Karena saat ini sudah 10 orang mendaftar di AG Kaliky,”pintahnya.

Saat dikonfirmasi, Lewerissa membantah jika SK Rocky Papilaya adalah palsu. “Yang palsu itu siapa? Ada nggak surat keterangan dari DPP atau pihak lain yang mengatakan bahwa itu adalah SK palsu. Kan tidak ada. Kalau ada keterangan dari DPP yang menyatakan SK itu palsu, tunjukkan. Ini kan spekulasi yang dimainkan oleh beberapa orang yang tidak puas saja dengan ibu Soebeno. DPC Gerindra SBB yang sah adalah ibu Soebeno sebagai ketua dan pak Rocky sebagai sekretaris,” tantangnya.

Karenanya, Lewerissa tidak ambil pusing dengan langkah yang telah diambil Kaliky dan koleganya. Gerindra Maluku tetap melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang direncanakan pada hari ini.
“Kalau Kaliky mau bikin sendiri, silakan. Tapi mereka tidak punya kewenangan untuk melaksanakannya. Karena kami akan berproses di DPC Gerindra kabupaten SBB yang ketuanya Soebeno dan Rocky sebagai sekretaris,”tandasnya.

Disinggung soal bakal calon yang mendaftar di Kaliky, menurut dia, itu merupakan kesalahan mereka sendiri.”Mereka kan salah. Harusya tetap ke sekretariat Gerindra SBB untuk meminta keterangan. Jangan pergi ke penginapan, hotel, rumah dan kos-kosan untuk mendaftar. Itu kan juga tidak benar,”pungkas mantan calon wakil Gubernur Maluku itu.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!