Strategi Baru Atasi Macet – Ambon Ekspres
Trending

Strategi Baru Atasi Macet

AMBON,AE— Tingginya jumlah kendaraan bermotor di kota Ambon yang tak sebanding dengan jalan, membuat kemacetan kian parah. Kondisi terparah sering terjadi pada pagi sekira pukul 07.00 sampai 09.00, dan sore pada pukul 15.00 hingga malam pukul 21.00. Kondisi kembali normal pada diatas pukul 21.00.Kawasan yang menjadi langganan macet yakni kawasan Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Makodim 1504 Ambon, hingga

Tulukabessy. Disini kemacetan terjadi sekira pukul 15.00 hingga 21.00. Di ruas jalan ini kemacetan sangat parah. Kemudian kawasan jalan Tulukabessy, bertemu jalan Mutiara, hingga kawasan jalan Jenderal Sudirman, dan jalan Sultan Hasanuddin. Tak hanya kawasan tersebut, kemacetan juga sering terjadi dikawasan Rijaly belakang Soya, mulai dari depan Sarinda, hingga di lampu merah. Untuk jalur luar kota sendiri, kemacetan juga terjadi di kawaaan jembatan Galala hingga di depan pelabuhan penyebrangan feri Galala.

“Kemacetan yang biasa terjadi pada ruas-ruas jalan tersebut, untuk pagi hari itu terjadi mulai sekitar pukul 07.00, hingga pukul 09.30. Kemudian untuk siang hari smulai terjadi sekira pukul 12.00 hingga 14.30. Sedangkan untuk sore hari biasanya terjadi mulai dari pukul 14.00 WIT, hingga pukul 19.30 WIT,” jelas Kabag Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku, Komisaris Polisi Eko Wimpiyanto, kepada Ambon Ekspres diruang kerjanya, Kamis (21/4) kemarin.

Menurutnya, kemacetan itu disebabkan karena minimnya ruas jalan, kemudian juga penyebab lainnya karena kendaraan roda dua maupun roda empat terutama angkutan umum, sering melakukan naik turunnya penumpang di kawasan-kawasan tersebut, belum lagi kendaraan yang suka parkir di kawasan jalan tersebut.

“Misalnya di kawasan Tulukabessy tepatnya di depan hotel Josiba, kemudian di depan Citra mobil angkot, suka menaikan maupun menurunkan penumpang. Kemudian kemacetan di kawasan jalan Jenderal Sudirman, itu akibat dari penumpukan kendaraan di pertigaan Baru Merah Dalam. Ada angkot yang berhenti, kemudian belum lagi mobil Batu Merah Dalam belok ke kanan. Hal yang sama juga di kawasan lain,” katanya.

Untuk mengurai kemacetan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan baik kota Ambon maupun provinsi Maluku, untuk penertiban angkutan umum,m.

“Setiap saat personil kita stand by di kawasan-kawasan itu, baik di Josiba, kemudian di Mutiara, terus di kawasan JMP dan di Passo, tetap saja masih ada kemacetan itu. Nah sebagai solusinya kita harus tertibkan kembali jalur angkot Batu Merah dalam, maupun penertiban terhadap jalur yang diduga sebagai penyebab kemacetan itu,” paparnya.

Dari hasil koordinasi antara Dinas Perhubungan dengan Polantas, lanjut orang nomor tiga di Direktorat Lalulintas Polda Maluku itu, mulai Jumat (22/4) pihaknya akan melakukan sosialiasi kepada masyarakat agar pertigaan kawasan Batu Merah, tidak lagi ada angkot maupun kendaraan lainnya berhenti disepanjang ruas jalan tersebut.

“Jadi besok ini kita mulai sosialisasi sekaligus pemasangan larangan berhenti mulai dari jembatan Batu Merah hingga di kawasan pos Mutiara, untuk mobil angkot IAIN, Kebun Cengkeh, Passo, Galunggung, maupun angkot kota lainnya, tidak lagi melewati belokan menuju Amans, yang ada di depan pos Lantas Mutiara itu. Jalur itu akan kita tutup mulai dari jembatan Batu Merah hingga ke tugu Flexi,” tuturnya.

Semua angkutan umum lanjut dia, dari arah jalan Jenderal Sudirman, diarahkan untuk melewati jalan Rijali belakang Soya, kemudian menuju kawasan tanah tinggi, dan masuk ke terminal Mardika.
“Semua angkot akan kita upayakan untuk masuk terminal. Untuk mobil Batu Merah dalam, tidak ada lagi dari arah pusat kota langsung belokan ke kanan di pertigaanBatu Merah itu. Melainkan kita arahkan langsung menuju Ongkoliong, kemudian lewat Tantui, putar di JMP kemudian baru kembali ke Batu Merah,” urainya.

Sosialisasi yang akan di mulai Jumat (hari ini red), hingga penindakan terhadap angkutan umum, yang masih kedapatan melawan, kata mantan Waka SPN Passo ini, akan melibatkan Dinas Perhubungan, TNI, dan Propam Polda.

“Sosialiasi kita lakukan mulai besok selam beberapa hari kedepan, kemudian dipastikan dalam minggu depan nanti itu diharapkan bisa ada penertiban dan penindakan. Namun semua itu tergantung dari hasil uji coba yang dalam waktu dekat ini akan kita mulai. Diharapkan masyarakat bisa mendukung hal ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Kota Ambon, Doddy Retob mengatakan, hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Direktorat lalulintas Polda Maluku, untuk mencari solusi guna mengurai kemacetan yang sering terjadi di Kota Ambon itu.

“Kita setiap hari memang selalu mobile untuk membantu teman-teman kepolisian dalam rangka mengurai kemacetan yang ada. Jadi tidak hanya kita mobile untuk menertibkan perparkiran saja,” kata dia, saat di hubungi Ambon Ekspres sore kamarin.

Untuk solusi kemacetan itu, Retob mengaku, pihaknya akan bekerja sama dengan Ditlantas Polda, sesuai dengan kesepakatan yang ada. “Kita tetap akan bersama-sama dengan teman-teman polantas untuk memasang rambu-rambu lalulintas maupun segala hal yang dapat mengurangi kemacetan yang ada. Ini demi kebaikan kita bersama,” tutupnya. (AHA/MG3)

Most Popular

To Top