Ranting PDIP Pilih Poly – Ambon Ekspres
Trending

Ranting PDIP Pilih Poly

Wattimury: Itu Keliru

AMBON,AE— Sejumlah Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kota Ambon mulai mempublikasikan hasil survei internal. Dari tiga nama yang disurvei, Poly Kastanya yang paling banyak dipilih. Namun, DPD PDIP Maluku mempertanyakan survei tersebut, karena tidak dikoordinasikan sebelumnya dan tanpa dasar metodologi ilmiah laik lembaga survei.

Hasil survei internal ini oleh pengurus Cabang (PAC) Nusaniwe dan Sirimau, ketua Ranting Amahusu Nita Kaimena, ketua Ranting Latuhalat Niko Mahulete dan ketua Ranting Paso Yusuf Rafel Penuara di Kafe Mister Kopi Tiam, Sabtu (23/4). Selain ketiga ranting itu, hasil poling Ranting Benteng juga disampaikan dalam kesempatan tersebut.

Di kecamatan Sirimau yang terdiri dari 10 Ranting, bakal calon Walikota Poly Kastanya mendapatkan dukungan sekitar 85 persen, Brury Nanulaita 11 persen, John Jokohael 3 persen dan Richard Louhenapessy 1 persen.
“Dan dukungan kami PAC untung Ranting-ranting, dimana ranting meminta kami PAC untuk menyampaikan ke DPC maupun DPD. Karena itu, kami dari PAC meminta hasil poling dilanjutkan sesuai hasil di lapangan,”kata pengurus PAC Sirimau, Semy Uneputty.

Poly Kastanya juga unggul di Kecamatan Nusaniwe yang terdiri dari 14 Ranting. Dari 356 kuesioner yang diisi responden, Poly mendapatkan dukungan sebanyak 95 persen, Brury Nanulaita 3 persen, John Jokohael 1 persen.
Pengurus PAC Nusaniwe Rudolf Pattiasina mengatakan, kendati seluruh hasil survei akan disampaikan oleh Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Kota Ambon, namun pihaknya merasa perlu mempublikasikannya saat ini. Olehnya itu, pihaknya memastikan tetap mengawal aspirasi dari ranting.

Selain PAC Sirimau dan Nusaniwe, penyampaian hasil survei tingkat Ranting juga disampaikan. Di Ranting Amahusu, sebanyak 23 orang yang memilih Poly dan hanya 1 orang yang memilih Brury.
Sementara di Ranting Passo yang terdiri dari 25 anak ranting (dusun), semuanya memilih Poly. Sedangkan Ranting Latuhalat, Poly mendapatkan 35 dan Brury hanya 4.

Ketua Ranting Latuhalat, Niko Mahulete mengatakan, pilihan terhadap Poly merupakan keinginan kader di tingkat bawah. Karena itu, ia berharap semua komponen partai dapat bekerja dengan solid untuk memenangkan PDIP di Pilwalkot.

“Jadi, bukan hanya atas dasar dan keinginan kami, tetapi tingkat penerimaan masyarakat terhadap pak Poly juga cukup tinggi. Karena itu, kami berharap DPC bisa bekerjasama dengan ranting dan anak ranting dan bisa bekerjasama dengan Pak Poly untuk mencapai hasil yang baik,”tandas Niko.

Hal senada juga disampaikan ketua Ranting Passo, Yusuf Rafel Penuara. Bahkan, ia mengancam jika rekomendasi PDIP diberikan kepada bakal calon yang lain, pihaknya akan mengundurkan diri dari partai.

“Prinsipnya, kita harus punya calon walikota harus menang. Ranting Passo tidak inginkan walikota (Poly) harus kalah. Ini prinsip partai dan harga mati. Apabila PAC, DPC, DPD serta DPP tidak mengawal ini, maka kami akan menyatakan diri mundur dari partai PDI Perjuangan. Alasannya, karena calon yang tidak dipilih rakyat justru diakomodir,”ujar dia.

Anggap Keliru
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku, Lucky Wattimury menilai, survei internal ditingkat ranting yang dipublikasikan, tidak dibenarkan oleh partai. Sebab, selain tidak memiliki metode ilmiah, mereka juga tidak punya kewenangan.

“Cara-cara ini tidak dibenarkan oleh partai. Mereka tidak punya kewenangan sedikit pun untuk menyampaikan hal-hal seperti itu ke publik. Karena mereka pakai metedologi apa untuk melakukan poling pendapat,” kata Lucky via seluler.

Selain itu, lanjut anggota DPRD Maluku asal kota Ambon, PDIP punya mekanisme internal yang akan dilaksanakan secara bertahap. Mulai dari proses pendaftaran, uji kelayakan dan kepatutan yang yang telah dilakukan di Makassar 16-17 April, serta survei oleh lembaga independen yang dipakai oleh DPP.

“Perlu saya sampaikan kita ini punya mekanisme partai. Tahapan yang saat ini terjadi adalah sampai pada uji kelayakan dan kepatutan yang telah berlangsung beberapa hari lalu di Makassar. Tahap berikutnya, DPP melalui lembaga survei yang ditetapkan melakukan survei.

Dimana saya dan pak Edwin selaku ketua DPD sudah membicarakan masalah ini dengan DPP bersama lembaga survei. Kontrak kami sudah buat ditanda tangani oleh ketua DPD. Minggu pertama bulan Mei, baru dilakukan survei,”papar dia.

Ia justru kuatir, hasil survei yang disampaikan pengurus ranting dan PAC akan melemahkan Poly. Pasalnya, tidak diketahui dengan pasti metodologi yang dipakai untuk melakukan survei, sehingga publik bisa menafsirkan sebagai data rekayasa.

Lucky meminta seluruh kader di tingkat DPC sampai dengan anak ranting, agar bertindak sesuai kewenangan masing-masing yang telah diatur dalam aturan partai. ”Jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Apalagi mempublikasikan sesuatu seperti yang disampaikan tadi. Pada batas-batas tertentu, mereka harus tahu kewenangan mereka seperti apa. Jangan sampai bikin diri sama seperti DPD atau juga melanggar DPP Partai,” katanya.

Ia juga meminta, cara-cara yang dipakai kader tidak mengadu domba partai secara kolektif, dan tidak peralat partai atas kepentingan politik bakal calon. “Keempat, saya minta bahwa cara-cara seperti ini jangan harap sampai bisa menekan DPP dalam menetapkan calon sesuai dengan keinginan sesuai poling yang mereka lakukan itu. Itu cara yang keliru. PDI Perjuangan bukan partai yang diintervensi dengan cara-cara yang seperti itu,” tegas dia.

Lucky menambahkan, DPD PDIP Maluku selaku mesin partai tertinggi di level daerah tetap menghargai perbedaan pendapat. Namun, yang tidak bertentangan dengan aturan partai serta sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Kami menghargai perbedaan pendapat. Tapi, pendapat yang disampaikan harus secara proporsional sesuai kewenangan yang dimiliki masing-masing tingkatan. Jangan mencampur adukan sesuatu yang akhirnya dilihat dan diperalat oleh orang lain,”kata dia.

Apakah sanksi yang akan diberikan oleh DPP atau DPD, Lucky belum dapat memastikannya. Ia mengaku, pihaknya perlu mempelajari terlebih dahulu motif dibalik survei yang dilakukan PAC dan ranting.

“Karena pasti ada motifnya. Tidak bisa tidak. Nah, kalau memang hanya dilakukan secara spontanitas, tidak masalah. Tapi kalau ada motif lain dibalik ini, seakan-akan dengan hasil poling itu lalu menekan DPD atau DPP Partai agar rekomendasi diberikan kepada seseorang, itu sangat salah,”pungkas dia.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!