Hanura Abaikan Untung Sangadji – Ambon Ekspres
Politik

Hanura Abaikan Untung Sangadji

AMBON,AE.—Partai Hati Nurani (Hanura) memastikan tidak mengusung Bakal Calon Bupati kabupaten Seram Bagian Barat, Untung Sangadji. Pasalnya, Untung tidak mengembalikan formulir pendaftaran. Sementara itu, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengaku, semua bakal calon mempunyai peluang, termasuk Untung.

Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Hanura Maluku, Faraid Souwakil mengatakan, awalnya Untung berproses di Hanura dengan mengambil formulir pendaftaran. Namun, hingga batas waktu penutupan, polisi yang terkenal dengan aksi menembak mati teroris di Jakarta itu, tidak mengembalikan formulir.

“Bagaimana Hanura mau melirik Untung Sangadji, sedangkan Untung Sangadji sendiri saja tidak melirik Hanura. Itu artinya, karena dia tidak mendaftar di Hanura. Dia hanya mengambil formulir tetapi tidak mengembalikan formulir atau tidak mendaftar. Karena yang dimaksudkan dengan mendaftar itu adalah pengembalian formulir,”kata Faraid saat dikonfirmasi Ambon Ekspres, Selasa (24/5).

Partai Hanura, kata dia, tetap bersandar atau taat pada Petunjuk pelaksana (Juklak) perekrutan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dalam juklak tersebut, yang diusung adalah bakal calon yang mengikuti seluruh tahapan penjaringan dan mendapatkan nilai survei yang tinggi.

Tahapan yang dimaksudkan, mulai dari pengambilan formulir, pengembalian atau pendaftaran, penyampaian visi dan misi serta disurvei. Jika salah satu dari tahapan-tahapan tidak dilalui, otomatis gugur dari daftar bursa bakal calon. Sebaliknya, yang berpeluang mendapatkan rekomendasi itu apabila balon yang mengikuti semua tahapan tersebut.

“Karena di dalam Juklak kan jelas. Apabila bakal calon tidak mengembalikan berkas formulirnya, dia dinyatakan gugur. Bahkan jika telah mengembalikan formulir tetapi tidak disertai dengan item-item yang diatur di dalam juklak, juga dia dinyatakan gugur. Apalagi tidak sama sekali. Jadi, kalau yang tidak mengikuti tahapan itu, ya sudah. Tidak bisa mendapatkan rekomendasi,”tandasnya.

Hanura memiliki 3 kursi di DPRD SBB. Kendati, demikian, Hanura belum pasti mengusung kader. Sebab, Hanura terbuka dan memberi peluang yang sama untuk semua bakal calon. Bakal calon Bupati yang berproses di Hanura, yakni Yasin Payapo yang merupakan kader, Remon Puttileihalat, Sanadjihitu Tuhuteru, Marchel Makiang, Joseph Sapasuha serta beberapa balon lainnya. Saat ini, DPP Hanura sedang melakukan survei.

Ketika dihubungi Ambon Ekspres lewat telepon genggam, Selasa (24/5), Untung Sangadji mengaku, telah mengambil formulir partai Hanura. Hanya, karena ada pungutan hingga puluhan juta, Untung tidak mau mengembalikan formulir.

Sebab, menurut dia, jika proses penjaringan saja sudah dibebani uang puluhan juta, maka kedepannya jika kepala daerah terpilih kemungkinan besar akan melakukan tindakan korupsi dan lainnya.”Begini, kalau kita mendaftar pakai kepeng, berarti esok hari saya kerja pakai kepeng untuk masyarakat? Kita tidak bargaining dengan orang (partai) yang pakai kepeng itu,”kata Untung.

Semua Berpeluang
Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Hendrik Lewerisa menegaskan, semua bakal calon Bupati dan Wakil Bupati memiliki peluang yang sama. Tetapi, lagi-lagi, akui dia, penentuan rekomendasi menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“AKBP Untung Sangadji dan seluruh bakal calon bupati dan wakil bupati di SBB yang berproses di Partai Gerindra, mempunyai peluang yang sama untuk memperoleh rekomendasi dari Gerindra. Tetapi, seperti yang telah saya tegaskan, soal rekomendasi adalah domain DPP. Kami di daerah hanya dalam posisi mengawal dan memperjuangkan apapun yang diputuskan oleh DPP,” kata Lewerissa via sms, kemarin.

Gerindra masih terus mengamati dinamika politik secara keseluruhan di lima daerah yang melaksanakan Pilkada 2017, yakni Kota Ambon, SBB, Maluku Tengah, Maluku Tenggara Barat dan Buru. Sebab, dinamika politik selalu berubah-ubah. Karena itu, perlu pertimbangan dan kajian semua aspek.

“Partai Gerindra masih terus mengamati dinamika politik di ke lima kabupaten/kota itu secara seksama. Dinamika politik ini berubah sangat cepat dan karenanya, kita tidak bisa tergesa-gesa. Rekomendasi Gerindra diterbitkan jika semua aspek dan pertimbangan telah dikaji secara matang di internal partai,”jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, sampai sekarang banyak bakal calon bupati maupun walikota belum menentukan balon wakilnya. Kemudian, waktu pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga masih panjang.
Partai Gerindra memiliki 4 kursi di DPRD SBB. Sejumlah bakal calon Bupati sedang memperebut rekomendasi Gerindera, diantaranya Jan Haumase, Marcus Pentury, Nus Riry, Moh Saleh Makian, Remon Puttileihalat, Sanadjihitu Tuhuteru, dan Levinus Kariuw. Saat ini, Gerindra sedang melakukan survei.

Untung mengaku optimis, bisa mendapatkan rekomendasi Gerindra. Komunikasi dan hubungan baik antara dia dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjalan baik. Begitu juga dengan ketua Hendrik Lewerissa.
“Jadi, partai Gerindra itu memang Abang udah ada hubungan baik sekali dengan beliau. Yang nomor satunya lah (Prabowo Subianto). Saya sudah bicara dengan pak Hendrik. Sudah bargaining tentang kemajuan kita di Maluku seperti apa. Tujuannya, bukan untuk kita, tetapi untuk kampung kita,”katanya.

Dia mengaku, juga sudah berproses di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan beberapa partai lainnya. Namun, ia tak mau membeberkan sejauh mana hasil komunikasi dengan partai-partai itu. ”Yang pasti, kita punya hubungan baik. Hanya kan saya tidak bisa cerita semuanya, ”pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!