Jaksa Warning Pejabat Penerima Duit BM – Ambon Ekspres
Metro Manise

Jaksa Warning Pejabat Penerima Duit BM

Toisuta Teror Saksi di Surabaya

AMBON,AE— Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku terus mengikuti aliran dana dugaan hasil mark up dana pembelian Bank Maluku. Sejumlah nama pejabat di daerah ini yang menerima dana tersebut sudah dikantongi jaksa.

Korps adhiyaksa meminta dana itu dikembalikan dalam waktu satu bulan, jika tidak sanksi hukum akan diterapkan.
“Kami berikan kesempatan bagi siapa saja yang merasa menerima dana itu, untuk segera mengembalikannya. Selagi masih ada waktu, lebih baik serahkan saja. Kalau serahkan kepada Bank Maluku kemudian ditolak, maka serahkan saja kepada kejaksaan, ” kata Kasipenyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takandengan, kata dia.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, imbauan itu kini menjadi warning bagi para pihak yang turut menerima dana. Jika dana tidak dikembalikan hingga batas waktu yang ditentukan, yakni akhir bulan ini, maka bukan tidak mungkin akan bernasib sama dengan Idris Rolobessy cs.

“Itu sudah peringatan. Jaksa sudah punya seluruh bukti. Maupun transaksi dari tersangka Hence Toisuta. Bukti itu berupa penarikan dana dari rekeningnya, tanggal berapa, semuanya sudah ada di tangan jaksa. Itu diperoleh dari proses pemeriksaan di Surabaya, ” ujar Sumber koran ini.

Sumber lain yang masih dalam Kejati Maluku membeberkan, jika di tahun 2015 lalu, tertanggal 11 September, tersangka Hence Toisuta pernah menarik dana Rp 2 Miliar. Dana itu atas pengakuan Hence, diberikan kepada orang di surabaya.

Keterangan Hence tidak ditelan mentah-mentah jaksa. Mereka pun ke Surabaya dan menyelidiki kebenaran keterangan tersebut. Beberapa saksi termasuk penerima dana yang disebutkan Hence ikut diperiksa. Hanya saja orang yang disebut menerima dana itu, membantahnya. “Ternyata tidak benar. Dana itu tidak pernah diterima orang itu,” beber sumber ini.

Siapa penerima dana itu, jaksa sudah mengantonginya. Namun mereka masih memilih diam untuk tidak membeberkan siapa-siapa saja yang menerima dana Rp2 miliar tersebut. “Sudah nama-namanya sudah ada,” kata dia.

Disinggung apakah ada anggota DPRD menerima dana itu, sumber yang juga jaksa penyidik ini enggan mengomentarinya. Kata dia, semua tergantung keterangan dari Hence Toisuta.

Dalam penyelidikan dan penyidikan di Surabaya, jaksa juga menemukan niat jahat dari para tersangka agar jejak kasus itu hilang di Surabaya. Pasalnya, ada satu tersangka yang meneror para saksi-saksi dari audit independen Toha.

“Mereka teror saksi-saksi disana. Bahkan ketika jaksa sementara periksa orang Toha, ada tersangka telepon teror juga. Memang luar biasa itu orang (tersangka, red), “beber sumber.
Teror yang dilakukan yakni, saksi disuruh untuk tetap berpegang pada hasil kajian appraisal Toha yang menyatakan harga gedung di Jalan Dharmo itu senilai Rp 54 Miliar. Tetapi saksi tidak terpengaruh dengan teror dari tersangka. saksi malah membeberkan kejahatan itu. saksi bahkan tunjukan siapa penelpon itu.

“Saksi tidak terpengaruh. Mereka malah beritahukan siapa yang teror kok. Itu tersangka HT (Hence Toisuta), “ungkap sumber ini.

Sementara itu, kuasa hukum Hence Toisuta, Mourits Latumeten sangat menyayangkan sikap penyidik yang berani buka-buka kepada publik terkait hasil penyidikan. Karena sesuai aturan, hasil atau materi penyidikan bersifat rahasia.

“Saya sesalkan sikap penyidik yang buka-bukaan hasil pemeriksaan. Seharusnya tidak boleh seperti itu. Ada aturannya, “kesalnya.

Latumeten menambahkan, jika kliennya siap untuk menerangkan apa adanya ketika diperiksa nanti. “Sudah pasti klien saya akan bicara apa adanya. Itu sudah pasti, “tutupnya.

PASTI TAHAN TERSANGKA
Kepala Seksi Penyidik Kejati Maluku, Ledrik Takandengan mengaku, jaksa berkomitmen untuk menindak tegas para tersangka korupsi kasus Pembelian lahan dan Gedung di Surabaya. Para tersangka dipastikan akan ditahan oleh jaksa.

“Yah penahanan itu tergantung tim penyidik. Tetapi pasti akan ditahan. Namun untuk saat ini belum tahu kapan. Para tersangka juga belum diperiksa kan, “ujarnya.

Takandengan juga berharap kepada masyarakat Maluku dan media, untuk selalu mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan. Karena hal itu akan menjadi penyemangat bagi kejaksaan dalam bekerja.
“Kami sangat bangga ketika bekerja, ada teman-teman media dan masyarakat Maluku yang selalu mendukung kami. Itu menjadi penyemangat bagi kami dalam bekerja. Karena ada suport dari masyarakat dan media, “tandas Takandengan.

Lebih lanjut Takandengan mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan di Surabaya, penyidik sudah secara resmi menyita gedung yang menjadi objek permasalahan itu. Pasalnya, surat ijin penyitaan dari pengadilan Negeri Surabaya.

“Nomor penetapan penyitaannya Nomor:20/V/PEN.PID.SUS/2016/PN.SBY. Suratnya sudah ada pada kita dan gedungnya sudah kita sita, “paparnya.

JUNI, REPO NAIK PENYIDIKAN
Sementara untuk kasus transaksi Repo, tim penyelidik Kejati Maluku menargetkan akan menaikan status dari penyelidikan kasus Repo menjadi Penyidikan. Hal itu karena saat ini tim telah terfokus pada penyelidikan kasus itu.

“Kan pembelian lahan dan gedung di Surabaya sudah jelas. Tinggal pemeriksan tersangka saja. Untuk itu, sekarang tim sudah beralih untuk fokus ke Repo, “ujar Kasi Penyidik KEJATI Maluku, Ledrik Takandengan.
Untuk itu, pihaknya akan mengagendakan surat panggilan kepada pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

“Tim istirahat sejenak dulu. setelah itu baru kita marathon lanjutkan repo. Kami optimis punya progres jika akhir Juni sudah naik penyidikan, “tutupnya.(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!