SATUHATI Target Pemilih Muda – Ambon Ekspres
Ragam

SATUHATI Target Pemilih Muda

AMBON, AE.–– Pasangan bakal calon independen Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Ambon, Elsina E. Latuheru Syauta (Elsye) dan M. Azis Tunny (Agil), yakin akan merebut suara pemilih yang tidak ikut memilih pada pilwakot lima tahun lalu, termasuk swing voters. Pasangan ini juga yakin akan memenuhi syarat untuk ditetapkan Komisi Pemilihan Umum sebagai peserta pilwakot.

Pengamat sosial dan politik IAIN Ambon M. Asrul Pattimahu MA menilai, pasangan berakronim SATUHATI, akan menjadi kuda hitam dalam perhelatan pilwakot karena mampu menggerakkan pemilih golput untuk memilih. Keduanya pun mampu menarik kelompok swing voters (massa mengambang) yang kebanyakan adalah pemilih muda, dan belum menjatuhkan pilihannya pada figur-figur yang ada.

“Ada fenomena menarik dari pasangan ini. Ini menyangkut soal kepercayaan. Elsye dan Agil mampu mengembalikan rasa percaya mereka yang selama ini apatis pada politik,” kata Pattimahu di Ambon, Rabu (25/5). Angka golput dalam pilwakot 2011 lalu, partisipasi pemilih hanya 74 persen sehingga ada 26 persen yang golput. Golput dipilih, karena ada krisis kepercayaan terhadap peserta pilwakot saat itu.

Jumlah ini belum termasuk kelompok swing voters yang jumlahnya mencapai 40 persen pemilih. Pasangan ini, kata Pattimahu, adalah antitesis dari figur-figur yang lain, yakni bukan politisi, birokrat, dan bukan elit. Meskipun demikian, keduanya mempunyai rekam jejak yang sangat baik karena selama ini berproses di tengah-tengah masyarakat dan tidak punya cela.

Elsye dikenal sebagai aktivis perempuan yang selama lebih dari 20 tahun mengabdi pada masyarakat di bidang sosial, literasi dan kemanusiaan. Sedangkan Azis yang berasal dari latar belakang jurnalis adalah pemerhati budaya dan aktivis lingkungan di Maluku.

Sebagai representasi anak muda, pasangan ini berpotensi besar menarik perhatian segmen pemilih pemula dan pemilih muda yang jumlahnya cukup tinggi. “Mereka mewakili anak muda dalam pilwakot, dan ini potensi untuk menarik pemilih pemula dan pemilih muda untuk memilih mereka,” sebutnya.

Menurutnya, pemilih ideologi partai hanyalah segmen pemilih yang berusia di atas 50 tahun, atau di bawah usia itu tapi merupakan kader dan anggota partai politik. Pemilih muda lebih banyak adalah kelompok pemilih swing voters yang akan menjatuhkan pilihannya pada aspek figuritas.

Mantan pengurus PB HMI itu menilai, sudah saatnya Kota Ambon membutuhkan calon pemimpin alternatif. Calon perseorangan atau independen adalah alternatif pilihan buat publik karena sesuai dengan asas demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Elsye dan Agil menjadi figur alternatif, apalagi keduanya berani maju dari jalur independen yang bebas dari intervensi kelompok kepentingan dan partai politik. Kalau sampai mereka berdua lolos dan menang, maka bisa disebutkan ini kemenangan demokrasi, kemenangan rakyat atas hegemoni elit dan partai politik selama ini,” pungkasnya. (ISL)

Most Popular

To Top