Jaksa Cium Dana Masuk DPRD – Ambon Ekspres
Metro Manise

Jaksa Cium Dana Masuk DPRD

AMBON,AE––Penyidikan kasus mark up pembelian lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang di Surabaya semakin menarik. Jaksa di Kejaksaan Tinggi menaruh curiga ada fee yang digelontorkan bukan hanya untuk petinggi Bank Maluku, tapi juga ke kantong oknum anggota DPRD Maluku.

Informasi yang dihimpun koran ini dilingkup Kejaksaan menyebutkan, ada dugaan aliran dana masuk ke beberapa anggota DPRD Maluku. Jaksa sudah mengantongi alurnya. Seorang oknum Ketua Komisi di DPRD Maluku, pernah menyodorkan dana sebesar Rp150 juta kepada rekan kerja di komisinya, namun uang itu ditolak. “Duitnya ditolak, karena harus ada tandatangan kuitansi,” kata sumber koran ini.

Anggota DPRD Maluku, dari Partai Kebangkitan Bangsa, Habiba Pelu ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres soal ada tidaknya aliran dana ke beberapa oknum Anggota DPRD Maluku, membantahnya. Dia mengaku tidak menerima dana tersebut. Hanya saja, dia menekankan bahwa suatu saat kebenaran kasus ini akan terungkap.
“Saya tidak pernah menerima dana tersebut. Dan saya tidak tahu. Suatu saat kebenarannya juga akan terungkap,” kata dia.

Aliran dana itu tergantung ‘nyanyian’ dari tersangka Hentje Toisuta. Dia dijadikan tersangka oleh jaksa setelah Idris Rolobessy dan Pedro Tentua. “Kalau Hentje buka-bukaan yah pasti ketahuan dana mengalir kemana, “ungkap sumber koran ini.

Sumber ini mengatakan, jika Hentje berani bernyanyi, maka hal itu akan dapat menolong dirinya. dengan kata lain, bisa meringankan dirinya walaupun sudah dijadikan tersangka. Ini terkait dengan duit Rp2 miliar yang di transfer ke orang yang hingga kini masih dirahasiakan.

“Kalau dia (Hentje) buka-bukaan, yah itu bisa menguntungkan dia. Tetapi kalau mau tanggung sendiri, yah silahkan saja. Penyidik sudah peroleh sedikit informasi terkait aliran dana itu, “beber sumber.

Kepala seksi penyidikan Kejaksaan Tinggi Maluku, Ledrik Takan dengan telah memberikan warning atau ultimatum kepada seluruh pihak yang merasa menerima aliran dana yang merupakan bagian dari kerugian negara kasus pembelian di Surabaya, untuk segera mengembalikannya.

“Untuk siapa saja yang merasa menerima dana dari proses pembelian lahan dan gedung di Surabaya, yah silakan kembalikan. dan kami berikan deadline hingga bulan Juni, “tegasnya.

Disinggung soal kapan pemeriksaan para tersangka, Takandengan mengaku, tim penyidik akan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan panggilan terhadap para tersangka. “Kita tunggu waktu yang tepat. Pastinya mereka akan kita periksa, dan kita akan maksimal dalam proses pemeriksaan nanti, “ujarnya.

Menyoal sampai sejauh mana keterlibatan pemegang saham dalam kasus ini, Takandengan mengakui, jika dalam proses pembelian, ada RUPS terbatas yang dibuat oleh direksi Bank Maluku. Namun, RUPS terbatas itu dibahas tanpa sepengetahuan dari komisaris bahkan pemegang saham.

“Semua diputuskan oleh direksi sendiri. Kan waktu sidang praperadilan Pedro Tentua, Direktur Kepatuhan katakan tidak ada RUPS terbatas. Faktanya hal itu ada, “ujarnya.
Sehingga, kata dia, sampai sejauh ini tim penyidik belum melihat adanya urgensi keterlibatan dari pemegang saham dalam proses pembelian itu sendiri.

ALIRAN DANA
Sementara itu, Berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa waktu lalu terhadap tersangka Hentje Toisuta, jika direktur CV Harves itu pernah menarik uang sebesar Rp 2 Miliar pada 11 September 2015. Kemana uang Rp.2 Miliar itu mengalir, Toisuta mengakui memberikan kepada seseorang di Surabaya. Namun ketika dilacak, ternyata orang di Surabaya menyangkalnnya.

Kejaksaan sendiri berencana akan memeriksa sejumlah anggota pansus DPRD Maluku, jika tersangka buka mulut.
Koordinator Paparisa Perjuangan Maluku, Adhy Fadly meminta agar pihak Kejati Maluku mampu bertindak mengusut kemana aliran dana Rp 2 Miliar tersebut. Bahkan, kata Fadly, bukan saja dua miliar, tetapi Kejaksaan harus mampu mengusut kemana Rp 7,6 Miliar itu mengalir.

“Kejaksaan harus mampu tuntaskan kasus ini. Kemana saja dana itu mengalir. Supaya semua bisa jelas, “katanya.
Karena, kata dia, masyarakat Maluku sangat antusias menanti terbongkarnya aliran dana Rp 2 Miliar ini mengalir. Jadi, diharapkan jaksa dapat membongkar siapa saja yang menerima dana itu. (AFI)

Most Popular

To Top