Oknum PNS Provinsi Dipolisikan – Ambon Ekspres
Metro Manise

Oknum PNS Provinsi Dipolisikan

AMBON, AE— Chres Metharia, oknum PNS yang bertugas di Kantor Gubernur Maluku bakal berurusan dengan polisi. Dia diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara penipuan. Korbannya bernama Sahfril Tapi (36). Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi.

Dugaan penipuan ini, berdasarkan informasi di Polres Ambon terjadi November 2015 lalu. Awal kejadian di rumah keluarga Jemy Aparatu, dikawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Paur Subbag Humas Polres Ambon, Ipda Semy Leimena menjelaskan, dari laporan yang diterima polisi, sebelum terjadi penipuan awalnya Jimy Aparatu meminjam uang dari korban sebesar Rp 55 juta.

Dihadapan korban saat itu, dia menyampaikan tujuan dipinjamkan uang itu untuk keperluan pribadi. Jimy kemudian menggunakannya untuk membayar uang muka pembelian mobil dari pelaku. Mobil itu jenis Avanza Velos F bernomor polisi DE 1065 LG.

Sahfril kemudian menghubungi Jimy untuk membayar pinjaman tersebut sesuai waktu kesepakatan. Namun, setelah diketahui uang digunakan untuk membeli mobil dan tidak mampu dibayar, status pembelian mobil kemudian dialihkan ke korban. ”Selanjutnya Jimy mempertemukan korban dan pelaku. Kemudian dibicakaran peralihan pembelian mobil. Karena Jimy tidak mampu untuk mengembalikan uang yang dipinjamkan ke korban,” ungkap Leimena, Kamis (26/5).

Setelah pertemuan itu, pelaku kemudian meminta korban untuk membayar Rp 33 juta lagi untuk menebus BPKB. Korban mengiyakan itu. Kemudiaan diberikan uang sesuai yang diminta. Selang beberapa hari kemudian, pelaku melancarkan modus barunya lagi. Pelaku kembali meminta uang kepada korban sebasar Rp 17 juta. ”Saat itu pelaku beralsaan dia dikenakan pinalti kredit. Jadi, BPKB belum bisa di ambil,” jelas Leimena.

Selanjutnya, korban kemudian menggunakan mobil itu kurang lebih empat bulan. Cilakanya, pelaku sudah bermasalah terkait tunggakan kerdit mobil tersebut. Akibatnya dari pihak perusahaan langsung menarik kembali mobil tersebut dari korban. Mobil ini tarik dari korban pada Maret 2016. ”Ternyata, tunggakan kredit mobil ini masih ada 24 bulan, sehingga perusahaan langung menarik mobil dari tangan korban,” tuturnya.

Saat itu korban tidak langsung melaporkan kasus penipuaan itu. Kemudiaan ada komunikasi antara korban dan pelaku untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan setelah penarikan mobil itu. Namun kesepakatan itu kemudiaan tidak terlalu digubris pelaku. Korban yang merasa dirugikan dengan perbuatan pelaku kemudiaan mendatangi polisi guna melaporkan kejadian tersebut. ”Korban baru melaporkan kasus ini Rabu (25/5) pukul 11.00 WIT,” ungkap dia.

Dari kejadiaan itu, kerugiaan yang dialami korban mencapai ratusaan juta. Kasus sudah dalam penanganan pihak kepolisiaan. ”Total kerugian korban sebesar Rp 105 juta. Kasus ini sudah ditindak lanjuti oleh penyidik. Pemeriksaan baru dilakukan kepada korban. Jimy dan terduga pelaku juga belum dipanggil penyidik. Masih dilakukan pengumpulan bukti terkait kasus penipuaan ini,” tutup Leimena.(ERM)

Most Popular

To Top