Pempus Siapkan Skema Pembiayaan Masela – Ambon Ekspres
Ragam

Pempus Siapkan Skema Pembiayaan Masela

AMBON, AE.–– Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli mengingatkan Pemerintah Provinsi Maluku dan masyarakat untuk mengawal terus hak participation interest 10 persen di Blok Masela sebagai penyertaan modal. Ini penting agar hasil pengelolaan Blok Masela betul-betul diperolah Maluku. Pemerintah juga nantinya akan memikirkan bentuk pembiayaan untuk menalangi sementara penyertaan modal pemerintah daerah.

Ini disampaikan Rizal Ramli usai memberikan kuliah umum di Universitas Pattimura (Unpatti), Sabtu (28/5). “Kami akan pikirkan cara pembiayaannya. Bisa saja Negara lebih dulu membiayai,” kata dia. Skema pengembalian, lanjut dia, pemerintah daerah bisa mencicil melalui bagian deviden yang diterima dari pengelolaan Blok Masela.

Cicilan yang dibayarkan pemerintah daerah kepada negara, kata dia, bisa separuh dari deviden yang diterima, sisanya lagi masuk Pendapatan Asli Daerah. “Kalau kita lakukan ini dengan benar, tidak ada model Patgulipat. Itu PAD bisa lebih besar dari pada PAD sekarang. Nilai investasinya, nanti dihitung dulu,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dua Jam Kritis "Tak Tertangani" di RS Bhayangkara

Saat ini, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi, agar gas yang dihasilkan, tidak dijual ke luar negeri, tapi dimanfaatkan untuk produksi dalam negeri, guna mendukung pendapat negara, daerah dan bagi manfaat bagi masyarakat. Ini menjadi target besar.

Menteri Koordinator Kamaritiman dan Sumber Daya , Rizal Ramli mengatakan, bila hasil produksi gas di Blok Masela dijual mentah ke luar negeri, Indonesia hanya bisa mendapat keuntungan sebesar 2.25 Juta dolar AS.
Tapi, bila gas tersebut digunakan untuk industri turunan lain, berupa industri Petrokimia, bisa menghasilkan keuntungan hingga mencapai 6.5 juta dolar AS.

“Akan dibikin rancangannya. berapa yang dialokasikan untuk pabrik pupuk, berapa yang dialokasikan untuk industri kimia. Kan harus dihitung agar alokasi ini optimal hasilnya. Jangan hanya satu sisi menguntungkan, yang lain rugi.

Itu yang kami rancang, sejak Presiden (Joko Widodo –red) memutuskan ( kilang dibangun di darat),” kata Rizal Ramli seusai memberikan kuliah umum di Universitas Pattimura (Unpatti), Sabtu (28/5), Rizal Ramli mengatakan, sebagai bagian dari langkah penyiapan, semua menteri dan Direktorat Jenderal (Dirjen) terkait telah dikumpulkan dan diminta untuk melakukan persiapan di Kementerian dan Dirjen masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

BACA JUGA:  95.010 Lebih Pemilih Terancam Dicoret

Misalnya, kata Rizal Ramli, Kementerian Perindustrian, mempersiapkan rancangan untuk membangun pabrik-pabrik petrokimia, termasuk pabrik pupuk. Demikian juga Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk mempersiapkan sumber daya manusia di Maluku.

“Kita ingin menyediakan minimum 150 ribu pekerja yang mempunyai keahlian. nanti dirumuskan strateginya. kebijakan pembiyaannya, termasuk untuk Universitas Pattimura dan Universitas Darussalam. Apa saja yang harus dikembangkan. Rencananya pemerintah ingin membangun institut Teknologi Maluku yang unggul di bidang maritim dan kelautan, bisa menjadi kebanggan dari rakyat Maluku. Kita tidak ingin, nanti semua dikuasai asing,” tandasnya.

Terkait penyiapan sumber daya manusia, Rizal Ramli mengatakan jangka waktu enam tahun, sudah cukup untuk mempersiapkan sumber daya manusia, sambil membangun pabrik-pabrik. “Ada cukup waktu untuk mempersiapkan diri. Kita kan tidak perlu S1, S2, S3. Kita perlu orang yang memiliki keahlian. Boleh S1, tapi dengan keahlian di bidang pertambangan, di dalam bidang macam-macamlah, bukan pengetahuan umum. Banyak yang perlu kita kembangkan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  4 Tahun Buronan, Koruptor Dieksekusi

Rektor Unpatti, M.J Sapteno mengatakan, dengan adanya indusri turunan dari produksi gas di Blok Masela menjadi peluang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat Maluku. Baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun manfaat lainnya.

“Akan ada kajian ilmiah bersama Pemda Maluku dan pemda kabupaten/Kota untiuk penyiapan SDM. Jangan hanya Unpatti. Perguruan tinggi yang lain juga harus siapkan SDM,” ujarnya.(MAN)

Most Popular

To Top