Siapa Penerima Duit 6 M – Ambon Ekspres
Ragam

Siapa Penerima Duit 6 M

AMBON,AE––Penyidikan kasus mark up pembelian lahan dan gedung di Surabaya makin menarik. Jaksa terus makin optimis mengembalikan dana Rp 7,6 Miliar yang diduga merupakan uang cash back ( pengembalian) pembelian lahan dan gedung bank Maluku di Subaraya. Dari jumlah tersebut, jaksa baru berhasil mengembalikan Rp800 juta lebih. Tersisa Rp 6 miliar lebih. Ke mana sisa uang itu, siapa saja yang kecipratan?

Transaksi bernilkai Rp54 miliar itu berawal saat Hentje Toisuta, bos CV. Harves ini bertemu dengan Soenarko, penjaga gedung di Surabaya. Saat bertemu, Toisuta mengelabuhi Sunarko jika dirinya akan menerima kredit dari Bank Maluku.

Belum diketahui, berapa jumlah uang yang diserahkan kepada pemilik gedung, namun diketahui setelah Bank Maluku mentransfer uang sebesar Rp 54 Miliar ke rekening Soenarko sekitar September 2014, Hentje Toisuta yang merupakan rekanan bank Maluku ini menyuruh Soenarko, sopir rental di Surabaya itu, mentransfer Rp7.6 miliar ke rekening milik Hentje.

Atas kerja Soenarko, Hentje Toisuta memberikan Rp75 juta kepadanya. Uang bentuk terima kasih itu pun telah berpindah tangan ke jaksa saat jaksa memeriksa Sunarko di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Sisa dari Rp7,6 miliar itu kemudian dibagi-bagi. Salah satu pejabat Bank Maluku yang diberikan jatah adalah Direktur Kepatuhan Izaac B Thenu. Ia menerima Rp250 juta, tetapi keesokan harinya ia mentransfer kembali uang itu ke rekening Hentje.

Hentje juga membagi-bagikan uang itu kepada sejumlah orang di internal Bank Maluku. Namun, sampai saat ini dari hasil penyidikan yang dilakukan, baru sedikit yang berhasil diketahui turut menerima uang itu. Mereka, diataranya, Fredy Sanaky. Petinggi bank Maluku ini mengaku dikasih Rp 250 juta oleh Hentje Toisuta. Tapi, Sanaky yang merupakan mantan pegawai Bank Maluku, telah mengembalikan Rp 150 juta kepada penyidik. Sisanya 100 juta belum dikembalikan.

Selain Sanaky, jaksa juga telah menyita Rp 260 juta saat penetapan Rolobessy dan Tentua sebagai tersangka. Belum diketahui uang tersebut disita dari siapa. Namun, Kejaksaan memastikan, uang itu masih merupakan bagian dari kerugian negara dalam kasus itu.

Jaksa juga menyita Rp262 juta yang merupakan pengembalian dari Notaris di Surabaya, karena merupakan kelebihan pembayaran pajak oleh pihak Bank Maluku. Jaksa juga menyita Rp 38 juta dari pihak Apraisal TOHA. Uang Rp 38 juta diberikan kepada pihak Apraisal Toha, atas orderan salah satu tersangka agar merekayasa hasil appraisal.

Pada 11 September 2015 lalu, Hentje Toisuta juga disebut-sebut menarik Rp 2 Miliar dari rekeningnya. Namun, jaksa belum berhasil mengungkap, kemana duit Rp2 Miliar itu disalurkan Hentje. Untuk memastikan kemana saja duit itu mengalir, tergantung pengakuan Henje Toisuta. Penyidik akan mencecar Toisuta tentang hal tersebut.
Kuasa hukum Hentje, Mourits Latumeten dalam beberapa kesempatan memastikan kliennya itu akan kooperatif termasuk membuka mulut terkait tabir kasus ini.

Informasi yang diterima Ambon Ekspres, tim penyidik Kejati Maluku telah mengagendakan jadwal pemeriksaan terhadap Hentje Toisuta dan dua tersangka lainnya dalam kasus ini, yaitu Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan Kepala Devisi Restra dan Korsec Pedro Ridolf Tentua.

Ketiganya dijadwalkan akan diperiksa Rabu pekan ini. Pasalnya, tim penyidik telah membuat surat panggilan untuk ketiganya diperiksa pada hari yang bersamaan. Pemeriksaan tersebut untuk melengkapi berkas milik masing-masing tersangka.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette mengungkapkan, pekan ini akan ada pemeriksaan terkait kasus pembelian lahan dan gedung di Surabaya. Namun, terkait siapa yang akan diperiksa, Sapulette belum dapat memastikannya.

“Yang pasti pekan ini, tepatnya hari Rabu itu ada pemeriksaan. Entah itu tersangka atau saksi, yah nanti teman-teman (wartawan, red) pantau sendiri saja, “tandasnya.(MAN/AFI)

 

Most Popular

To Top