Teror Masih Mengintai Warga – Ambon Ekspres
Amboina

Teror Masih Mengintai Warga

AMBON, AE.— Penyelidikan polisi terhadap berbagai kasus penembakan, Sampai kemarin, belum berbuah hasil. Tak satupun pelaku dari aksi penembakan yang menyebabkan terbunuhnya warga sipil berhasil ditangkap polisi. Motif dan tujuannya juga tak terungkap hingga kini. Teror sipil bersenjata masih mengintai warga hingga kini.

Dari berbagai kasus penembakan di beberapa tempat berbeda, polisi selalu menyimpulkan pelaku menggunakan senjata organik. Namun, dalam pengungkapan kasus, mereka terbentur saksi. Hampir semua kasus penembakan, saksi tidak melihat langsung pelaku. Kasus-kasus itu kemudian hilang begitu saja.

Direktur Eksekutif Institut Tifa Damai Maluku Justus Pattipawae mengatakan, lambatnya pengungkapan pelaku aksi teror di sejunlah tempat di Maluku akan berdampak pada keraguan masyarakat atas kinerja polisi dalam menangani kasus-kaus tersebut.

“Dengan begitu, risikonya, masyarakat bisa main hakim sendiri, kejadian seperti ini bisa berpotensi berulang, karena orang merasa tidak ada ketegasan aparat penegak hukum,” katanya.

Dia mengakui, penegakan hukum tidak akan berjalan efektif bila semua tugas itu diserahkan kepada polisi. Dibutuhkan peran aktif semua masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang kerap menjadi lokasi para pelaku teror melakukan aksinya.

Solusinya, menurut dia, polisi perlu memberdayakan masyarakat agar lebih berperan aktif, salah satunya melalui pemolisian masyarakat (Polmas) di tingkat desa. Dengan struktur dan sistem kerja sama seperti ini, diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para peneror.

“ Kemudian masyarakat didukung dengan pemahaman-pemahaman yang baik, agar tidak mudah terprovokasi dengan aksi-aksi teror. Sehingga, jangan sampai persoalan kecil, bisa berdampak menjadi masalah besar,” kata dia.

KBO Satreskrim Polres Ambon, Iptu Izaak Salamor saat dikonfirmasi terkait dengan penyelidikan sejumlah kasus penembakan yang terjadi menandaskan, penyelidikan tetap berjalan. Namun mereka terkendala saksi, terutama yang melihat langsung kejadian.

”Penyelidikan tetap jalan. Cuma kendalanya hanya pada saksi maupun bukti lain yang mengarah ke pelaku. Jadi, kalau ada informasi terbaru terkait dengan kasus-kasus tetap kita akan menelusuri itu. Karena saksi-saksi kita mintai keterangan tidak ada satu penjelasan yang mengarah ke pelaku. Jadi itu kendalanya ada pada saksi,” tutur Salamor,Senin (31/5).

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, semua kasus penembakan tidak pernah berhasil diungkap polisi, diantaranya penembakan terhadap Agustinus Melyaki saat terjadi bentrokan pemuda di kawasan Kudamati pada tanggal 6 Januari 2014 lalu.

Selain itu, kasus penembakan Rafsan Lestaluhu (20), warga Desa Sisisori Islam, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Dia tewas ditembak orang tak dikenal pada 6 Januari 2015. Dia tertembak pada bagian perut saat hendak menuju kebun cengkih yang berada di perbatasan hutan antara Desa Siri Sori Islam dengan Desa Siri Sori Amalatu.

Hal yang sama juga dialami Benjamin Lekahena (74) warga Abubu yang diduga ditembak pada tanggal 24 Februari 2016 lalu di hutan perbatasan Abubu-Akong. Hingga kini, pelakunya belum juga terungkap. Dan kejadiaan terakhir di tahun 2016, penembakan terhadap dua warga Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kalvin Aunalat (19), dan Wellem Parihala (17) pada Senin, (16/5) di Perbatsan Abubu dan Titawai.

Kalvin tewas ditempat setelah dua butir peluru kaliber 5,56 mm bersarang di perut sebelah kiri, dan bagian dada menembus bagian punggung. Sedangkan, elem terkena satu butir peluru pada bagian lengan kanan atas menembus bagian ketiak. Beruntung nyawanya masih terselamatkan. (ERM/MAN)

Most Popular

To Top