Pertarungan Lintas Generasi di Golkar Maluku – Ambon Ekspres
Politik

Pertarungan Lintas Generasi di Golkar Maluku

AMBON,AE.— Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Maluku yang direncanakan setelah puasa Ramadhan mendatang, diprediksi berlangsung seru dan ketat. Pasalnya, figur-figur yang bertarung adalah mereka mewakili generasi masing-masing. Sementara, sebagian kader muda Golkar menyeruhkan adanya regenerasi.

Keempat figur tersebut, adalah Ketua DPD Golkar Maluku saat ini, Zeth Sahuburua, Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon Richard Louhenapessy, Ketua DPD Golkar Buru, Ramly Ibrahim Umasugi dan wakil ketua DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw.”Dari semua aspek dan lintas generasi, saya kira, empat figur ini layak untuk memimpin Golkar Maluku kedepan,”ujar pengurus Golkar Maluku, Hairudin Tuarita kepada Ambon Ekspres, Rabu (1/6).

Zeth merupakan, satunya-satunya kader tua di Maluku yang memiliki karir dan prestasi cemerlang di dunia perpolitikan. Karena itu, Sahuburua masih anggap kuat dan mewakili kader tua dalam arena Musda mendatang. Adapun Gubernur Maluku, Said Assagaff yang juga menjabat ketua dewan pertimbangan Golkar Maluku. Tapi, ia disebut lebih konsen di eksekutif.

Wakil Gubernur Maluku itu merupakan generasi emas di Golkar Maluku diera orde baru maupun reformasi. Sahuburua pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Maluku sejak 1999 hingga 2004, Wakil Ketua DPRD Maluku sejak 1987 hingga 1999, dan Anggota DPRD Maluku sejak 1982 hingga 1987. Pada Pilkada 2013, Zeth maju sebagai wakil gubernur bersama Said Assagaff, dan mereka memenangi pertarungan.

Kemudian, menurut Tuarita, Sahuburua masih kuat kendati usianya sudah mencapai 75 tahun. Ini dibuktikan dengan ia memimpin sidang pada Munaslub Golkar di Bali 15-17 Mei lalu yang berlangsung dari pagi hingga malam.”Dari faktor usia, saya kira beliau masih energik. Bayangkan, beliau dipercaya sebagai salah satu pimpinan sidang saat Munaslub lalu. Itu tandanya beliau masih kuat,”akuinya.

BACA JUGA:  Hasil Lelang Jabatan Tuntas

Berikutnya, lanjut Tuarita, Sahuburua saat ini menjabat Wakil Gubernur Maluku. Karena itu, ia perlu berada di pusat kendali kebijakan partai dalam rangka mendukung kinerjanya di ekskutif.
Sementara, figur sedikit muda atau dibawa Sahuburua, adalah Richard Louhenapessy. Ia masuk dalam kategori generasi kedua partai Golkar diera reformasi (1998) yang berpretasi. Richard segenerasi dengan mantan bupati sekaligus ketua DPD Golkar Buru Husni Hentihu, serta mantan anggota DPRD Maluku Roland Tahapary.

Informasi yang didapat dari website resmi pemerintah kota Ambon, menyebutkan, secara organisatoris partai Golkar, Richard pernah menjabat ketua bidang pemuda DPD Golkar Kota Ambon periode 1988-1992. Ia kemudian meloncat sebagai pengurus DPD Golkar Maluku sebagai anggota biro pemuda, 1992-1997. Selanjutnya diberi jabatan wakil ketua I DPD Partai Golkar periode 1999-2004.

Tak sampai di situ karir Richard di partai berlambang pohon beringin itu. Karena ia kembali dipercayakan sebagai ketua dewan penasehat DPD Partai Golkar Maluku selama 2004-2009 dan wakil ketua DPD Golkar Maluku 2009 sampai sekarang.

Generasi berikutnya atau ketiga, sebut Tuarita, adalah Ramli Umasugi dan Richard Rahakbauw. Ramly mengawali karir politiknya sebagai pengurus DPD Golkar Buru. Kemudian, ia terpilih menjadi anggota DPRD setempat.
Pilkada Buru 2011, ia menggandeng Juhana Soedrajat untuk maju. Mereka menang. Dengan dua tanggung jawab yang diemban sekaligus, yakni ketua DPD Golkar Buru dan Bupati, Ramly berhasil menelorkan 10 kursi DPRD hasil pemilihan umum legislatif 2014 lalu.

BACA JUGA:  Salut..Usia 99 Tahun, Kakek Ini Masih Jualan Keliling

Menurut Tuarita, Richard Rahakbauw, Ramly Umasugi dan Richard Louhenapessy sudah sangat siap untuk maju sebagai calon ketua DPD Golkar Maluku. ”Yang saya tahu, Pak Ramly, Richard dan RR (Richard Rahakbauw) sudah sangat siap. Mereka siap jika diberi kesempatan,”katanya.

Sementara itu, pentingnya regenerasi di tubuh partai Golkar Maluku terus diserukan beberapa kader. Menurut mereka, sudah saatnya Golkar buruh kader muda. “Harus ada regenerasi kepemimpinan. Karena estafet itu sudah saatnya diserahkan pada generasi muda. Harus ada perubahan dan pemimpin-pemimpin masa depan Golkar dari anak muda, supaya kepemimpinan itu bisa berjalan lebih bagus dan progres,” seru kader Golkar kota Ambon Max Hehanussa.

Dalam satu kesempatan wawancara dengan Ambon Ekspres 2015 lalu, Ramly menilai, Golkar Maluku sudah harus dipimpin kader muda. Termasuk dirinya. “Sudah waktunya yang muda memimpin partai Golkar,”ujar Ramli.
Menurut Max, desakan ini, bukan berarti menyepelekan kepemimpinan dan keberhasilan Zeth Sahuburua memimpin Golkar Maluku. Tetapi, menurut Max, ada banyak figur muda milik Golkar yang perlu diberi kesempatan untuk memimpi partai.

“Kalau untuk figur muda, itu banyak. Misalnya, pak Richard Louhenapessy dari kota Ambon, dari Buru ada pak Ramli Umasugi, pak Mukti Keliobas dari SBT. Dari unsur provinsi pun juga, yakni pak Roland Tahapary dan lainnya. Mereka ini merupakan pemimpin-pemimpin muda Golkar. Yang bisa membawa perahu Golkar ini ke depan jauh lebih baik,”urainya.

BACA JUGA:  Papilaya Dilantik, 3 Nama Pengganti Puttileihalat

Senada disampaikan wakil ketua bidang hukum DPD Partai Golkar Seram Bagian Barat (SBB), Asman Poipessy. Menurutnya, kader muda harus diberi kesempatan. ”Regenerasi ini kan sudah secara nasional. Dan, untuk Maluku, saya kira harus ada regenerasi. Musda kali bisa menjadi pintu masuknya,”katanya.

Wakil ketua DPD Golkar Maluku, Roland Tahapary juga setuju adanya regenerasi di tubuh Partai Golkar. Tetapi, perlu disesuaikan dengan kondisi Golkar di daerah.”Regenerasi itu suatu kebutuhan. Tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing kan, ”ujarnya.

Tuarita juga berpendapat demikian, bahwa regenerasi kepemimpinan di internal Golkar adalah kebutuhan. Itu sudah menjadi strategi secara nasional dalam rangka memperkuat partai. Tetapi, ia juga mengaku, terasa sulit diterapkan di partai Golkar Maluku. Pasalnya, yang terjadi selama ini di Golkar adalah faktor adapatasi. Artinya, siapa yang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan dan pola Golkar, dialah yang punya peluang bertahan dan didukung.

Tahapary menambahkan, periodidasi kepengurusan DPD Partai Golkar Maluku dibawa kepemimpinan Zeth Sahuburua sudah selesai. Karena itu, perlu segera dilakukan Musda. Namun, ia juga mengaku, belum mengetahui pelaksanaan Musda Golkar Maluku. “Kalau masa kepengurusan memang sudah selesai. Makanya harus segera dilakukan Musda. Cuman, kapan Musdanya, kita belum tahu,”pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top