3 Tersangka di Tahanan Berbeda – Ambon Ekspres
Metro Manise

3 Tersangka di Tahanan Berbeda

AMBON,AE––Setelah Direktur Utama PT Bank Maluku-Malut, Idris Rolobessy dan Kepala Devisi Restra dan Korsec PT Bank Maluku dibui, jaksa kembali menjebloskan tersangka Direktur CV Harves, Hentje Abraham Toisuta, ke bui. Tiga tersangka itu ditahan di tempat yang berbeda. Rolobessy ditahan di Rutan Klas IIA Ambon, sementara Heintje A Toisuta ditahan di Rutan Polda Maluku.

Sebelum ditahan, Toisuta menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh penyidik di Kantor Kejati Maluku. Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 11.00 Wit. Puluhan pertanyaan dilontarkan penyidik terkait peran tersangka dalam proses pembelian lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang Bank Maluku di Surabaya. Tidak hanya itu, jaksa juga mengejar aliran dana Rp 7,6 Miliar yang merupakan mark Up pembelian gedung.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini menyebutkan, saat diperiksa, tersangka mengakui ada peranan Rolobessy dalam proses pembelian gedung di Surabaya. Namun, sumber enggan berkomentar lebih jauh soal peranan seperti apa.”Yang pasti tersangka akui ada peran Rolobessy. dan Itu jelas, “beber sumber koran ini.

BACA JUGA:  Jurus Nikita Willy Hadapi Haters

Sumber ini mengatakan, terkait aliran dana, Hentje Toisuta memilih tertutup. Dia lebih banyak diam ketika ditanya soal aliran dana Rp 7,6 M termasuk didalamnya aliran dana Rp 2 Miliar. “Tersangka diam soal (aliran dana, red) itu. Tadi sempat ada penyidik yang tanya aliran dana Rp 2M, tersangka juga diam, “ungkap sumber.

Pantauan koran ini di lapangan, saat menjalani pemeriksaan, Toisuta didampingi kuasa hukumnya, Morits Latumeten. pemeriksaan berakhir sekitar pukul 17.45 Wit. Usai diperiksa, Toisuta lalu digiring ke mobil tahanan. Ditanya soal aliran dana, Toisuta hanya diam. Dia perlahan digiring hingga masuk kedalam mobil tahanan. Selanjutnya dibawa menuju Rutan Polda Maluku.

Kepala seksi penyidikan (Kasidik) Kejati Maluku, Ledrik Takandengan ketika dikonfirmasi mengungkapkan, tersangka masih malu-malu saat diperiksa oleh penyidik. Namun, kata Takandengan sebagian perbuatan tersangka dalam kasus ini sudah diakui. “Sejauh ini, dari hasil pemeriksaan oleh tim penyidik, sebagian sudah diakui. Tetapi kita harap ada sikap kooperatif dari tersangka. Kalau harus dibuka ya dibuka, “katanya.

BACA JUGA:  Hakim: Tak akan Ada Rekayasa

Menyoal apakah ada kemungkinan Toisuta akan diperiksa kembali, Takandengan mengiyakan hal itu. Agenda pemeriksaan akan dijadwalkan lagi. “Minggu depan kita periksa dia (Toisuta, red) lagi. Kalaupun dalam proses pemeriksaan dia ngaku atau tidak ngaku, yang penting alat bukti lain untuk membuktikan terjadinya korupsi sudah ada, “terangnya.
Sementara itu, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette ketika dikonfirmasi terkait perbedaan lokasi penahanan Toisuta dengan Rolobessy dan Tentua mengungkapkan, hal itu merupakan strategi dari tim penyidik. Karena jika penahanan pada tempat yang sama, maka hal-hal yang tidak diinginkan bisa terjadi.

“Itu bagian dari strategi penyidik. Kalau ditahan sama-sama bisa saja mereka kompromi untuk akui hal yang tidak benar. Jadi itu kewenangan dan strategi penyidik ditahap Penyidikan, “tandas Sapulette.

Salah satu penasehat hukum Tersangka, Morits Latumeten mengungkapkan, terkait penahanan kliennya, menjadi kewenangan jaksa. “Itu kan hak jaksa. Jadi kita tetap hargai proses hukum yang sementara berlangsung, ” pungkas dia. (AFI)

Most Popular

To Top