Pansus Akui Lemah – Ambon Ekspres
Politik

Pansus Akui Lemah

AMBON, AE.––Tidak maksimalnya kinerja panitia khusus ( Pansus) Bank Maluku akhirnya diakui juga oleh sejumlah anggota DPRD Maluku. Mereka menilai panitia adhoc ini tidak dapat dipertahankan lagi, karena sudah satu tahun dibentuk, belum menghasilkan rekomendasi. DPRD pun dikritik masyarakat lantaran kinerja pansus yang dipimpin oleh Ketua DPRD Edwin Huwae ini.

Berbagai kritik para wakil rakyat dengan harapan pembubaran Pansus itu disampaikan dalam rapat pembukaan masa persidangan ketiga DPRD Maluku, Kamis (2/5). Namun, ketua DPRD Maluku yang juga ketua Pansus, Edwin Huwae tidak hadir dalam rapat tersebut.

Anggota pansus, Lucky Watimury menilai pansus tidak maksimal dalam bekerja, sehingga tugas Pansus tidak dapat diselesaikan dengan baik. Dia pun berharap, pansus segera dibubarkan. “Pansus ini kan sudah dibentuk selama satu tahun, namun sampai saat ini hasil apa, tidak ada, untuk itu saya rasa lebih baik pansus ini dibubarkan saja,” pinta anggota Komisi C DPRD Maluku ini.

Penilaian yang sama disampaikan Herman Hatu. Anggota Komisi A ini menilai, pansus tidak konsisten dengan tugas mereka. Akibatnya, sorotan terus datang dari masyarakat, lalu dialamatkan kepada DPRD Maluku.
“Wajar jika penilaian itu datang dari masyarakat, karena pansus tidak dapat menghasilkan apa-apa, hingga saat ini, “ katanya saat rapat pembuka masa persidangan ketiga DPRD Maluku, Kamis (2/5).

Pansus tidak efektif dalam bekerja. Padahal, sudah cukup lama pansus dibentuk. Hatu mengusulkan pansus dibubarkan. Apalagi, lanjutnya proses hukum terhadap dugaan mark up anggaran pembelian lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang Bank Maluku di Surabaya telah sampai pada penetapan tersangka. Bahkan, para tersangka pun telah ditahan oleh penyidik Kejaksaaan Tinggi Maluku.

“Saya menilai, ketua Pansus tidak efektif, tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kinerja mereka selama ini perlu dipertanyakan. Karena yang menjadi sasaran adalah DPRD, secara kelembagaan. Saya berharap, pansus dibubarkan saja, dari pada dibiarkan seperti ini tetapi tidak ada tindakan apa-apa, terkait masalah ini, ” tegasnya.

Mendengar usulan tersebut, wakil Ketua DPRD Maluku, Said Mudjakir Assagaf mengatakan, Pansus Bank Maluku tidak dapat dibubarkan, karena dibentuk melalui rapat paripurna. Dimana, mekanismenya itu diatur dalam peraturan perundang-undangan dan tata tertib DPRD.

Menurutnya, pansus diberikan waktu untuk menyelesaikan tanggungjawab mereka. Selanjutnya baru akan dirumuskan rekomendasi.“ Misalnya untuk mendorong penyelesaian hukum atau mendorong perbaikan kinerja yang disampaikan ke paripurna. Dan nantinya paripurna yang akan menetapkan seperti apa. Tetapi untuk pembubaran itu tidak seperti itu,” ujarnya.

Atas dasar itu, disepakati untuk memberikan waktu kepada panitia adhoc itu hingga satu bulan kedepan dalam menyelesaikan berbagi agenda disampaikan dalam rapat paripurna.“Memang selayaknya jangka waktu tiga bulan atau enam bulan masa kerja pansus. Sehingg di harapkan untuk bulan depan ini, pansus sudah dapat menyampakan laporan kerjanya kepada Paripurna,” ingatnya.(MG2/ MAN)

Most Popular

To Top