Pendemo: Kenapa tak Periksa Gubernur-Walikota – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Pendemo: Kenapa tak Periksa Gubernur-Walikota

AMBON,AE.–– Puluhan masyarakat yang tergabung dalam paguyubun Hena Hettu, Kamis kemarin, menggelar aksi demonstrasi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Mereka meminta agar Kejati Maluku menangguhkan penahanan terhadap Direktur Utama PT Bank Maluku-Malut, Idris Rolobessy tersangka dalam kasus pembelian lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang Bank Maluku di Surabaya.

Aksi demonstrasi awalnya tidak diketahui oleh pihak Kejati Maluku. Demonstrasi itu dipicu karena penahanan yang dilakukan oleh jaksa terhadap Idris Rolobessy. Para pendemo datang, bersamaan dengan pemeriksaan satu tersangka kasus tersebut, Heintje Toisuta.

Saat berorasi, ketua DPP Hena Hettu, Jufry Wael mengancam akan membakar kantor Kejati Maluku. Mereka juga mengancam akan mengobrak-abrik kantor Bank Maluku. Dalam orasinya, Wael sempat mengeluarkan beberapa kalimat yang berbau SARA. Namun, aparat kepolisian yang disiagakan maupun para jaksa yang berjaga didepan pagar, memahami kekesalan mereka.

Jufry Wael dalam orasinya mengatakan, dalam kasus Bank Maluku, Kejati Maluku dinilai pilih kasih. Sebab, pemegang saham Bank Maluku yang menyetujui proses pembelian gedung tidak diperiksa sebagai saksi.
“Saudara kami, bapak kami, abang kami, Bapak Idris Rolobessy merupakan korban dalam kasus ini. Kenapa Kejati Maluku tidak memeriksa pemegang saham yang menyetujui pembelian gedung di Surabaya yaitu Gubernur Maluku dan Walikota Ambon, “teriaknya.

Lebih lanjut Wael menyesalkan proses penahanan terhadap Rolobessy. Karena menurutnya, penahanan terhadap Rolobessy akan menimbulkan dampak negatif. Hal itu bisa berdampak pada aktivitas Bank Maluku yang berjalan tanpa seorang direktur Utama.

“Bank Maluku bisa lumpuh. Jadi jaksa harus melakukan penangguhan penahanan terhadap bapak kami, Idris Rolobessy, “terang dia.

Raja Negeri Tial, Ismail Rolobessy dalam kesempatan itu juga meminta agar Kejati Maluku melakukan penangguhan penahanan terhadap Idris Rolobessy. Karena menurutnya, Dirut Bank Maluku telah dizolimi oleh pihak-pihak tertentu. Tidak hanya itu, Ismail Rolobessy juga mempertanyakan letak kesalahan Idris Rolobessy sehingga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati.

Kurang lebih satu jam melakukan aksi demo, Ketua DPP Hena Hettu, Jufry Wael, Sekretaris Hena Hettu dan Raja Tial dipersilahkan masuk kedalam kantor Kejati Maluku untuk menemui perwakilan Kejati Maluku. Pertemuan dilakukan dalam ruangan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, Viktor Saut.

Dalam ruangan itu, perwakilan pendemo menemui dua koordinator Kejati yang sekaligus termasuk dalam tim penyidik kasus pembelian lahan dan gedung di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Raja Tial meminta pertimbangan untuk penangguhan penahanan Idris. Sebab, kata dia, mengingat bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri telah dekat. Selain itu ada berbagai pertimbangan lainnya juga diungkapkan Raja Tial. “Saya hargai proses hukum, namun saya minta proses hukum tidak berjalan arogan, “terangnya.

Kordinator Pidus Kejati Maluku, Fahrizal dan Ramadhani menegaskan selama ini penyidik bekerja telah sesuai aturan undang-undang. Sehingga kelanjutan dari proses penegakkan hukum yang dilakukan yakni pemanggilan ketiga tersangka untuk diperiksa.

“Proses administrasi penahanan juga telah disepakati dengan ditandatangani oleh yang bersangkutan (tersangka Idris Rolobessy) bersama kuasa hukumnya dan jaksa penyidik, “ujarnya. Kata dia, penyidik hanya menjalankan proses hukum. Meski begitu, hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi dalaam penanganan korupsi ditahap penyidikan.

“Saya minta keluarga besar Idris tidak serta Merta menerima informasi yang tidak benar yang nantinya dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di Maluku ini, “tambah Ramadhani, Koordinator Kejati lainnya.

Pada kesempatan itu, kasat Intel Polres Ambon, Muhammad Mozad yang hadir saat itu meminta agar seluruh masyarakat Maluku untuk memelihara kedamaian. “Biarkan pihak kejaksaan menyelesaikan masalah ini.

Kita semua di Maluku juga berharap damai. ini negara hukum, siapapun tidak kebal hukum, dan mari kita sama-sama menjaga kemanan bersama, “paparnya.

Usai mendengar penjelasan dan arahan dari pihak kejaksaan dan kepolisian, para demonstraan selanjutnya perlahan membubarkan diri. (AFI)

Most Popular

To Top