RR Siap Rebut Kursi Sahuburua – Ambon Ekspres
Politik

RR Siap Rebut Kursi Sahuburua

Zainuddin Boy: Ketua Harus Usia Muda

AMBON,AE––Richard Rahakbauw menyatakan sikap maju sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Maluku Provinsi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan digelar usai bulan puasa. Secara politis, ia ingin merebut kursi Ketua DPRD Maluku. Sementara itu, pengurus DPD II kabupaten/kota mendorong regenerasi total partai Golkar.

”Tujuan saya maju sebagai ketua DPD Golkar Maluku, bukan bertujuan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Maluku atau Wakil Gubernur Maluku. Tetapi, tujuan utama saya merebut Ketua DPRD provinsi Maluku tahun 2019-2024 guna mengawal pemerintahan daerah provinsi Maluku, yang saya yakin akan direbut oleh kader-kader terbaik Partai Golkar pada tahun 2019,”kata Rahakbauw kepada Ambon Ekspres melalui sms, Kamis (2/6).

Bagaimana dengan tiga kandidat lain, yakni Zeth Sahurua (ketua DPD Golkar Maluku dan wagub Maluku) saat ini, Bupati sekaligus ketua DPD Golkar Buru Ramli Umasugi, serta Walikota dan ketua DPD Golkar Kota Ambon Richard Louhenapessy? Rahakbauw mengaku, sangat menghargai. Karena itu, ia berharap semua kandidat harus bertarung secara elegan untuk merebut kursi Ketua DPD Golkar.

“Namun, saya menyadari sungguh, bahwa ada senior saya seperti pak Zeth Sahuburua, Pak Richard Louhenapessy dan Ramli Umasugi yang juga siap memimpin Partai Golkar Maluku 5 tahun mendatang. Saya menghargai dan menghormati mereka, dan siap bersaing menuju kursi ketua DPD dengan cara-cara yang elegan.

BACA JUGA:  Mogok Ditengah Laut, Penumpang Panik

Saya maju dengan slogan, kita boleh berbeda, tapi kita tidak boleh bermusuhan. Kita adalah satu dan satu untuk kemenangan dan kejayaan Partai Golkar untuk Indonesia. Kita tidak ada di mana, tapi kita ada di mana-mana merebut simpatisan rakyat bagi kesejahteraan rakyat Maluku,”paparnya.

Terlepas dari tujuan merebut ketua DPRD Maluku, ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Maluku itu memiliki sejumlah ide untuk membangun kejayaan Golkar. Olehnya itu, tindakan pertama yang akan dilakukan jika ia dipilih, adalah mempersiapkan Golkar untuk tiga momentum politik yang ada di mata depan, yakni pemilihan kepala daerah serentak 2017, Pemilihan Gubernur Maluku 2018 dan pemilihan legislatif dan Presiden 2019.

“Oleh karena itu, sebagai kader Golkar, saya siap untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar provinsi Maluku, apabila didukung dan dipercayakan oleh DPD 2 Partai Golkar di 11 kabupaten dan kota dalam wilayah administratif pemda provinsi Maluku,”jelasnya.

Khusus Pilkada, wakil ketua DPRD Maluku itu mengaku, hal utama yang perlu menjadi perhatian adalah terkait pencalonan kepala daerah yang wajib didasarkan pada hasil survei oleh lembaga independen yang punya kredibilitas teruji dan tidak ada yang namanya titipan sponsor untuk survei berdasarkan keinginan calon tertentu. Sehingga, pada akhirnya survei yang dilakukan tidak sesuai fakta-fakta sebenarnya.

BACA JUGA:  Kempo Tambah 1 Medali Emas

Sementara itu, dalam rangka menguatkan posisi Partai Golkar, kata Rahakbauw, DPD Golkar Maluku akan melakukan koordinasi yang sinergis dengan DPD kabupaten dan kota dalam rangka merumuskan kebijakan-kebijakan strategis dalam bentuk program dan kegiatan yang pro rakyat agar diperjuangkan pada tingkat provinsi dan kabupaten dan kota. Kemudian, berkonsultasi dengan DPP Golkar dan fraksi Golkar di DPR RI.

Sementara itu, keinginan agar adanya regenerasi dari DPD II Golkar kabupaten/kota terus disuarakan. Golkar dipandang perlu untuk menyesuaikan diri dengan keinginan masyarakat akan adanya figur muda memimpin partai politik.

“Tapi memang, Golkar juga harus membuka mata melihat partai-partai politik lain ketuanya rata-rata anak-anak muda. Misalnya, PDIP Maluku. Dan memang kemarin di Munaslub juga sudah diisyarakatkan agar ketua itu, pertama tidak rangkap jabatan, kemudian ketua usianya masih muda dan sebagainya,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan, Zainudin Booy ketika dihubungi Ambon Ekspres melalui telepon genggam.

Mantan Ketua DPRD Buru dan Buru Selatan itu menilai, regenerasi di tubuh partai Golkar harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya ketua yang relatif muda. Pengurus pun demikian, berikut dengan kapabilitas, integritas dan kemampuan yang sama.

BACA JUGA:  BPS Setor Rp13 M, Rp8 M dari GBU

“Karena itu, regenerasi yang dimaksudkan ini bukan hanya untuk jabatan ketua saja. Tapi, pengurus juga harus demikian. Artinya, kalau ketua muda, maka pengurusnya juga harus muda. Ini harus dilakukan secara menyeluruh. Dan sekali lagi, kita harus mengikuti selera masyarakat dan pemerintah dan daerah dan lain sebagainya,”tandasnya.

Meski begitu, di sisi lain, menurut dia, tidak masalah jika nantinya Golkar Maluku tetap dipimpin oleh Sahuburua selaku kader tua. Sebab, sejatinya infrastruktur atau mesin Golkar sudah kuat.

“Bahwa ketua sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan dan sebagainya, iya. Tetapi Golkar sudah punya infrastruktur yang kuat. Mesin partai itu cukup kuat. Karena itu, tua mau muda, no problem,”jelasnya.

Dorongan perlunya regenerasi juga sudah disampaikan kader sekaligus pengurus DPD Golkar Kota Ambon, Max Hehanussa dan wakil ketua bidang hukum DPD Golkar Seram Bagian Barat, Asman Poipessy. Sementara, pengurus DPD II lainnya belum melayani panggilan telepon dan sms Ambon Ekspres hingga berita ini diturunkan.(TAB)

Most Popular

To Top