Satu Pelaku Pembunuh Tukang Parkir Ditangkap – Ambon Ekspres
Metro Manise

Satu Pelaku Pembunuh Tukang Parkir Ditangkap

Jenazah Dipulangkan ke Makassar

AMBON, AE— Pria malang yang tewas akibat dikeroyok sekelompok pemuda pada Selasa malam diketahui bernama Muhammad Ahmad (36). Dia menjadi korban keberingasan sejumlah pelaku. Salah satu pelaku berhasil ditangkap polisi. Dia bernama Semmy Usmani (21). Dia kini sudah mendekam dalam tahanan polisi. Sementara pelaku lain masih dalam pengejaran.

Informasi di kepolisian, korban merupakan perantau asal Makassar (Sulawesi Selatan). Di Kota Ambon, dia bermukim dikawasan Silale, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe. Dia bekerja sebagai tukang parkir. Korban tinggal bersama keluarga Siti Payapo. Laporan secara resmi untuk kasus pembunuhan ini juga dilaporkan ke polisi.

Paur Subbag Humas Polres Ambon, Ipda Semy Leimena saat dikonfirmasi menandaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, sebelum insiden pengeroyokan itu terjadi, pada Senin (30/5) dini hari pukul 04.00 WIT sempat terjadi kesalahpahaman antara kelompok korban dan pelaku. Peristiwa itu terjadi di kawasan Lapangan Merdeka.

Disitulah terjadi perkelahian dan saling kejar antara dua kelompok ini. Kelompok pelaku sering menjadikan Lapangan Merdeka sebagai tempat kumpul mereka. Peristiwa itu ternyata belum tuntas. Mereka saling dendam. Kemudian saling undang untuk adu jotos.

Karena sudah ada dendam, pada Selasa (31/6) sekitar 21.30 WIT terjadi lagi perkelahian diantara kelompok pelaku dengan kelompok korban. Menurut pengakuan pelaku, kata Leimena, kelompok korban yang duluan menyambangi mereka dikawasan Lapangan Merdeka. Kemudian berujung terjadi perkelahian dan saling kejar-kejaran sehingga kelompok korban berlari berhamburan menuju Kawasan Pasar Mardika.

Kelompok pelaku mengejar kelompok korban sampai di depan PHB. Selanjutnya, salah satu dari pelaku diketahui berinisial DO melempar korban menggunakan batu. Bersamaan dengan posisi korban berlari, batu mengenal pada bagian kaki korban sehingga terjatuh.

Disitulah kelompok pelaku langsung menghajar korban secara beramai-ramai. Bersamaan dengan itu pelaku memukul korban dengan sepotong kayu yang dipegang dan mengena tepat pada kepala bagian belakang korban. Hantaman benda keras ini membuat korban terkapar bersimbah darah dan tidak sadarkan diri. Setelah itu para pelaku langsung melarikan diri.

Berdasarkan penyelidikan, akhirnya terendus identitas dari kelompok pelaku. Akhirnya polisi langsung meringkus Semmy di Lapangan Merdeka. ”Pelaku SU (Semmy, red) ditangkap Rabu (1/6) sekitar pukul 21.00 WIT. Sudah ada beberapa identitas lain dari kelompok ini yang sudah kita kantongi dan sementara dalam pengejaran anggota kita,” tutur Leimena di ruang kerjanya, Kamis (2/6).

Menurut dia, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi guna menuntaskan kasus tersebut. ‘’Saksi yang sudah diperiksa penyidik sudah ada 9 orang. Pelaku juga dijerat pasal 338, 170 ayat (2) poin ke 3, pasal 351 ayat (2). Ancamanya hukumannya diatas 10 tahun penjara,” pungkas dia.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Baiquni menyampaikan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban yang sementara berada di Makassar guna kepentingan proses penyelidikan korban. Namun, kata dia, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

”Besok (hari ini, red) jenazah korban sudah akan dibawa ke Makassar untuk dimakamkan. Kasus ini tetap dalam penangan kita. Sementara kita masih berupaya untuk lakukan penyelidikan dalam menuntaskan kasus ini termasuk pengejaran terhadap pelaku lain yang identitasnya sudah kita kantongi,” tambah Baiquni.(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!