Akhir Juni, Repo Naik Penyidikan – Ambon Ekspres
Pilihan Redaktur

Akhir Juni, Repo Naik Penyidikan

AMBON,AE––Meski dipadati berbagai penanganan kasus dugaan korupsi, jajaran Koprs Adhyaksa Maluku tetap optimis menuntaskan kasus transaksi Repo PT Bank Maluku dengan PT.AAA Securitas. Namun sampai kemarin, belum ada upaya lanjutan untuk mengungkapkan kasus ini.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Jan S Maringka sebelumnya menegaskan dihadapkan Jaksa Agung HM Prasetyo, ada tiga kasus besar yang menjadi fokus penanganan kejati, kasus dugaan mark up pembelian gedung Bank Maluku di Surabaya, Kasus Gunung Botak, dan transaksi Repo PT Bank Maluku.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette ketika dikonfirmasi terkait perkembangan kasus itu diplomatis menjelaskan, masih ditangani Kejati Maluku dalam tahap penyelidikan. Sehingga, tim penyelidik masih menyusun agenda untuk melakukan pemanggilan terhadap beberapa pihak terkait.

“Yang pasti masih dalam penyelidikan. Dan kasus ini tetap diproses. Memang diakui tim yang mengusut kasus ini, juga termasuk dalam kasus penyidikan kasus pembelian gedung. Sehingga, tim harus mengatur waktu untuk menangani Repo maupun pembelian gedung, “jelasnya kepada koran ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Maluku, Ledrik Takandengan saat dikonfirmasi soal penyelidikan kasus yang diduga mengakibatkan kerugian sebesar Rp 262 pada Bank Maluku itu mengungkapkan, kini tim penyelidik akan fokus terkait penyelidikan kasus repo.

“Nah, karena kasus pembelian gedung Bank Maluku sudah menemui titik terang, kini selanjutnya kita akan fokus untuk Repo, “ujarnya.

Takandengan mengatakan, tim dalam waktu dekat akan kerja marathon melakukan penyelidikan kasus transaksi Repo. Ditargetkan akhirnya Juni mendatang, kasus tersebut dialihkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Yang pasti setelah ini kita Marathon penyelidikan Repo, dan target kita akhir Juni naik penyidikan, “tegasnya.
Menyoal siapa saja yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim penyelidik, menegaskan semua orang yang diduga terkait dengan transaksi tersebut akan dipanggil. Namun siapa yang akan dipanggil, masih dirahasiakannya.

“Nanti kita akan susun agenda. Soal siapa saja yang akan dipanggil, nanti kalian (wartawan, red) pantau saja, “tambahnya.

Hingga saat ini, tim penyelidik Kejati Maluku telah meminta keterangan dari beberapa pihak terkait. pihak-pihak yang dimintai keterangan itu, didominasi oleh orang-orang Bank Maluku.

Diantaranya, Christian Tomasoa selaku kepala Devisi Treasure pada Bank Maluku, Edmon Marthinus mantan Kepala Devisi Treasure. Selain itu Izack Thenu yang juga pernah dimintai keterangan oleh jaksa.

Untuk diketahui, kasus transaksi Repo antara PT Bank Maluku-Malut dengan PT Andalan Artha Ad­visindo (PT.AAA) Sekuritas mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi Bank Maluku. Dalam transaksi itu, pihak Bank Maluku tidak menagih surat berharga yang ditransaksikan.

Walau tidak ada surat berharga dari PT.AAA sebagai jaminan transaksi, namun PT Bank Maluku mengucurkan dana ratusan miliar rupiah. Akibat dari transaksi repo, Bank Maluku merugi. Dampaknya dirasakan pada tahun 2015, dimana Bank Maluku tidak bisa membagikan deviden bagi para pemegang saham. (AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!